Connect with us
Clever Moose: 3rd Party Culprit Factory

Music

Clever Moose: 3rd Party Culprit Factory Single Review

Musik Arabic Psychedelic pada single perdana Clever Moose.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Menyalahkan orang atas kegagalan kita terkadang menjadi alternatif untuk melepas sedikit beban pikiran. Namun, apa kita pernah memikirkan perasaan si kambing hitam dalam kisah tersebut? Clever Moose menerka-nerka apa yang dirasakan oleh pihak ketiga yang selalu disalahkan atas kegagalan orang lain dalam lagu perdananya, 3rd Party Culprit Factory.

Ada beberapa isu yang menginspirasi Clever Moose dalam penulisan lirik lagu ini. Salah satunya adalah bagaimana pihak-pihak tertentu menyalahkan Indonesia karena memiliki ekosistem bisnis yang tidak baik. Hingga kebiasaan kita menyalahkan setan atas kesialan dan musibah dalam hidup kita.

Clever Moose hendak mengeksplorasi serta mengajak kita merenung; Apakah manusia memang begitu egoisnya hingga harus selalu menjadi kambing hitam? Apakah sifat ini sudah menjadi takdir dan mindset dari pihak-pihak tertentu?

Clever Moose: 3rd Party Culprit Factory

Sementara dalam segi musik, musisi dengan nama asli Faiz Marie ini menghadirkan warna musik yang cukup unik dan tidak mainstream. Ia bereksperimen dengan aransemen musik Timur Tengah yang dipadukan dengan genre Psychedelic, Funk, dan Trash Metal. Nuansa musik Arabic dihadirkan dalam melodi gitar yang menjadi instrumen dominan dalam lagu ini. Kemudian dipadukan dengan drum dengan pola berbagai pola ketukan yang groovy. Tak hanya menampilkan aransemen gitar yang menonjolkan, ada beberapa bagian instrumen bass juga ditonjolkan.

Lirik dibawakan dalam bahasa Inggris yang diselimuti dengan autotune untuk memberikan sentuhan vokal Psychedelic yang raw. Semua komposisi tersebut di-compress untuk menghasilkan musik yang modern dan fresh. Semua proses produksi hingga mastering single perdana ini dikerjakan sendiri oleh Faiz Marie yang hendak merasakan sensasi memproduksi karya musik perdananya.

Memilih warna musik Arabic dalam projek musik pertamanya merupakan sentuhan personal yang disematkan oleh Faiz. “Saya tumbuh di keluarga yang sering mendengarkan musik semacam itu dan seiring berjalannya waktu, saya pun turut menggilainya”, ungkap Faiz. Grup gambus yang sempat populer di Indonesia, Debu, menjadi awal dari eksplorasi musik Clever Moose pada aransemen musik Timur Tengah. Ia juga mengambil referensi dari musik populer 2009 untuk membentuk warna musiknya.

Secara konsep musik baik penulisan lirik dan pemilihan aransemen musik, 3rd Party Culprit Factory telah memperdengarkan musik yang berbeda dari musisi indie yang sudah ada. Sebagai karya utama yang diproduksi sendiri, Clever Moose memiliki potensi untuk memperhalus lagi mastering dan mixing untuk karya-karya selanjutnya.

Click to comment

Leave a Comment

perkembangan industri genre musik perkembangan industri genre musik

Lika-liku Genre Musik di Era Generasi Z, Serta Platform yang Mengikuti

Music

Rinni Wulandari Rinni Wulandari

Rinni Wulandari: Keep On Movin’ Single Review

Music

Petra Sihombing Petra Sihombing

Petra Sihombing: Bodoh Single Review

Music

indra lesmana indra lesmana

Indra Lesmana: Little Things from the Heart Album Review

Music

Advertisement
Connect