Connect with us
Bram Stoker’s Dracula

Film

Bram Stoker’s Dracula Review: Lahirnya Vampir dari Patah Hati yang Mendalam

Pioneer karakter vampir yang ternyata melankolis dan romantis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Dracula” merupakan novel karya Bram Stoker pada 1897 yang mempopulerkan karakter penghisap darah kharismatik, yang sering kita sebut sebagai vampir. Materi literasi populer tersebut kemudian diadaptasi oleh sutradara Francis Ford Coppola menjadi film bertajuk “Bram Stoker’s Dracula” pada 1992. Naskah ditulis oleh James V. Hart, kemudian dibintangi oleh Gary Oldman, Winona Ryder, Anthony Hopkins, dan Keanu Reeves.

Beberapa dari kita mungkin kerap merendahkan hiburan dengan potret romantis dari sosok vampir di era modern ini. Mulai dari franchise “Twilight”, hingga serial “The Vampire Diaries”, dimana keduanya juga diangkat dari novel romansa remaja. Namun ternyata, “Dracula” versi Bram Stoker juga terlahir dari kisah cinta yang tragis antara Vlad the Impaler dan istrinya, Elisabeta.

Kisah Cinta Count Vlad dan Mina Harker yang Klasik dan Tragis

Menonton “Bram Stoker’s Dracula” terasa seperti melihat film romansa klasik dengan sentuhan fantasi. Mengandung kisah tragis, kesetian mendalam, dan kompleksitas percintaan yang sedikit ala opera sabun. Jelas bukan materi yang akan memenuhi ekspektasi buat penonton yang mengharapkan unsur horror atau thriller dari film ini.

Kisah cinta Count Dracula (Gary Oldman) dan Mina Harker (Winona Ryder) menjadi highlight dalam film ini. Dimana Vlad the Impaler merasa dikhianati oleh Tuhan, lantas berpaling dan mencari keabadian kemudian menjadi vampir. Ia bersumpah untuk menunggu belahan jiwanya, Elisabeta kembali ke pelukannya, meski harus berabad-abad penantiannya.

Hingga akhirnya Ia meyakini bahwa Mina Harker adalah jelmaan dari Elisabeta yang kini tinggal di London. Gary Oldman dan Winona Ryder berhasil menampilkan chemistry yang tepat untuk kisah cinta klasik yang kelam ini. Penuh dengan rasa hati-hati, batasan, namun emosi dan hasratnya tetap dapat.

Bram Stoker’s Dracula

Tata Rias, Kostum, dan Produksi Latar Era Victorian yang Detail

Sebagai film yang berlatar di London pada era Victoria, “Bram Stoker’s Dracula” dieksekusi dengan produksi yang sangat maksimal dan detail. Mulai dari tata rias, dimana kita akan melihat Gary Oldman sebagai sosok vampir tua yang pucat, kemudian ada beberapa penampakan sosok dracula lainnya yang cukup ikonik dan mengunggah secara visual. Dramatisme yang dihadirkan sudah cukup membedakan sosok vampir dengan manusia biasa.

Setiap lokasi yang menjadi latar juga memiliki detail yang menciptakan suasana hunian, restoran, maupun jalanan yang otentik. Mulai dari dari taman yang terasa dreamy namun benar-benar penuh bunga dan tanaman, hingga hunian klasik mewah yang cukup sering menjadi latar adegan, dengan perabotan antik dan interior yang indah. Segala unsur produksi yang dihadirkan telah memberikan kemasan yang indah untuk film romansa gothic ini.

Salah Satu Penampilan Ikonik dari Gary Oldman

Tampil sebagai Count Dracula merupakan salah satu penampilan ikonik dalam curriculum vitae Gary Oldman. Tak hanya mengandalkan tata rias yang mendukung penampilan misteriusnya, karakter Count Dracula bisa hidup karena pembawaannya yang kharismatik, namun juga ada sisi rapuhnya dengan segala kekuatan vampir yang Ia miliki.

Kemudian Winona Ryder menjadi cast yang sempurna untuk memerankan Mina Harker yang lugu dan mempesona secara natural. Disandingkan dengan karakter Lucy Westenra (Sadie Frost) yang lebih vulgar dan menggoda sebagai sahabat, penokohan Mina sebagai perempuan yang anggun jadi lebih menonjol.

Kemunculan Anthony Hopkins sebagai Abraham Van Helsing dalam film ini juga berhasil menarik perhatian penonton. Sayangnya, Keanu Reeves menjadi aktor dengan penampilan paling lemah dalam film ini. Terutama karena aksen bahasa Inggris-nya yang buruk. Sebagai film klasik yang ikonik, “Bram Stoker’s Dracula” diisi dengan deretan cast yang kini telah memiliki nama besar di Hollywood, membuat film ini tetap berkesan bagi penonton masa kini.

Jika memiliki ekspektasi asal mula sosok vampir yang ganas dan penuh dengan aksi berburu mangsa, “Bram Stoker’s Dracula” bisa jadi tidak terlalu memenuhi ekspektasi penontonnya. Karena pada dasarnya film ini lebih kental dengan genre gothic romance yang berlatar di London era Victoria. Vampir sejatinya memang memiliki penokohan sebagai makhluk penghisap darah yang romantis.

A World Without Review A World Without Review

A World Without Review: Dystopia Futuristik Bertema Pemberdayaan Wanita

Film

Malignant Review Malignant Review

Malignant Review: Bukti Lelahnya Sang Sineas

Film

Rekomendasi Film Bertema Vampir Rekomendasi Film Bertema Vampir

10 Rekomendasi Film Bertema Vampir

Cultura Lists

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll Review

Film

Advertisement
https://www.cultura.id?_dnembed=true
Connect