Connect with us
Blackpink The Album
Photo via celebmix.com

Music

Blackpink: The Album Review

Sisi ‘black’ dan ‘pink’ yang kohesif dalam satu album.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah penantian yang cukup lama, Blackpink akhirnya merilis album pertama mereka “The Album” pada 2 Oktober 2020. Girlband yang terdiri dari Jennie, Lisa, Rosé, dan Jisoo ini memiliki jadwal perilisan paling “unik” jika dibandingkan dengan model pemasaran grup K-Pop pada umumnya.

Telah debut sejak 2016 silam, Blackpink hanya merilis single sekali dalam satu tahun. Tak pernah mengecewakan, setiap single yang rilis selalu menjadi hits trending. Lebih dari sekadar prestasi milestone berkat dedikasi BLINK (sebutan penggemar Blackpink), Blackpink memang selalu merilis track K-Pop yang catchy dengan produksi di atas rata-rata. Meski dengan karir musik yang “prematur” dan berbagai kontroversi yang bermunculan, Blackpink tak diragukan merupakan salah satu girlband terbaik dari industri K-Pop. Hal ini menimbulkan ekspektasi tinggi akan produksi “The Album” terlebih dalam segi musikalitas.

Blackpink The Album

Blackpink – The Album

Meski rilis dengan klaim sebagai ‘full-length album’, sayangnya “The Album” hanya terdiri dari 8 track terbaru. Termasuk tiga single yang telah dirilis sebelumnya; ‘How You Like That’, ‘Ice Cream’ featuring Selena Gomez, dan ‘Lovesick Girls’. Jika memang produser musik Blackpink perfeksionis dan hanya mau mengeluarkan lagu dengan produksi terbaik, bahkan waktu satu tahun seharusnya cukup untuk memproduksi sederet track terbaik untuk Blackpink. Dengan fakta grup K-Pop lain mampu mengeluarkan mini album setidaknya setiap 3 kali dalam satu tahun. Jika ditanya kualitasnya pun grup lain berhasil merilis K-Pop hits dalam waktu yang singkat, sama bagusnya dengan hits-hits Blackpink. Blackpink deserves more. Sayangnya, untuk saat ini kita harus cukup puas dengan 8 track terbaru saja.

“The Album” masih mengangkat materi lirik yang menjadi ciri khas Blackpink; lagu cinta dengan segala kebahagiaan dan kesedihannya. Blackpink juga selalu mengumandangkan patah hati dengan semangat bangkit dari keterpurukan dan menjadi sosok perempuan yang lebih kuat. Sesuai dengan single utama ‘How You Like That’ yang menjadi track pembuka. ‘Pretty Savage’ juga memiliki vibe dan aransemen musik yang merepresentasikan sisi ‘black’ dari girlband ini. Track satu ini memiliki aransemen yang sudah tak asing lagi kita dengar sebagai ciri khas Blackpink. Didominasi dengan trap beat yang swaggy dan hook yang minimalis.

‘Crazy Over You’ juga merupakan track yang memiliki aransemen hip hop dan trap yang minimalis. Namun dengan pola komposisi yang lebih variatif dari awal menuju hook yang catchy, hingga verse penutup. Track ini juga memiliki ciri khas musik Blackpink yang kerap memadukan sedikit layer pada awal lagu, kemudian ditutup dengan layer yang lebih ramai. ‘Crazy Over You’ merupakan salah satu track terbaik dalam album ini karena secara ajaib memiliki hook yang catchy dengan segala kesederhanaannya.

Sementara lagu seperti ‘Ice Cream’ dan ‘Bet You Wanna’ merupakan representasi sisi ‘pink’ dari Blackpink yang selama ini selalu kita inginkan. ‘Ice Cream’ featuring Selena Gomez seperti yang kita ketahui merupakan pop hits catchy, fresh, dan menunjukan sisi manis serta genit dari Blackpink yang menyenangkan.

‘Bet You Wanna’ featuring Cardi B merupakan track yang tak kalah menyenangkan untuk didengarkan. Aransemen hip-hop minimal kembali diterapkan, dengan komposisi yang repetitif. Dibuka dengan instrumen gitar, kemudian lebih didominasi dengan drum beat sepanjang lagu, dengan sedikit tune keyboard. Track ini lebih menonjolkan kualitas vokal dari masing-masing member, terutama Jisoo dan Rosé. Lagu ini juga memiliki chorus yang tak sekedar catchy, namun enak untuk didendangkan bersama pendengar.

‘You Never Know’ juga menjadi track yang menonjolkan kualitas vokal Blackpink membawa lagu ballad. Memberikan sentuhan sisi rentan dan merah muda lembut dari Blackpink yang juga terkadang tak selalu tampil kuat dalam menghadapi problema percintaan.

‘Lovesick Girls’ menjadi single ketiga dari The Album yang menyajikan aransemen berbeda dari dua single sebelumnya. Track satu ini memiliki komposisi dengan layer yang lebih tebal dengan berbagai unsur bunyian. Dengan genre dasar pop, kemudian diberi sentuhan alternatif, electro, dan sad disco vibe. ‘Lovesick Girls’ akan mengingatkan kita kembali pada track lama Blackpink seperti ‘Playing with Fire’ dan ‘See U Later’.

The Album merupakan album pertama Blackpink dengan segala materi yang selama ini diimpikan oleh penggemarnya. Blackpink berhasil menyajikan persona ‘pink’ yang manis dalam album ini. Untuk persona ‘black’ bisa lebih baik lagi mengingat top hits mereka yang powerful seperti ‘Kill This Love’ dan ‘As If It’s Your Last’, dan ‘DDU-DU DDU-DU’. Namun secara keseluruhan, materi ‘black’ dan ‘pink’ sudah berpadu dengan baik dalam satu album ini. Semoga The Album menjadi awal dari meningkatnya produktivitas produser musik Blackpink di masa depan, because these girls got so much potential to show.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect