Connect with us
Black Belt Eagle Scout katherine paul
Photo by Holly Andres | Pitchfork

Music

Black Belt Eagle Scout: At the Party With My Brown Friends Album Review

Menonjolkan jati diri Katherine Paul yang ingin dikenal sebagai musisi indigenous.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Katherine Paul dengan nama panggung Black Belt Eagle Scout merupakan penyanyi dream pop dengan warna musik original dan etnik. Musisi yang sekarang menetap di Portland ini sangat memeluk jati dirinya sebagai perempuan dari salah satu suku Indian, Swinomish. Melalui wawancara di Pitchfork, ia mengungkapkan “Satu hal yang saya ingin orang tahu tentang saya adalah lebih banyak ruang untuk musisi suku asli (indigenous), dan saya akan bekerja keras untuk mencoba dan mendapatkannya”.

Katherine tumbuh besar di sebuah pusat reservasi Swinomish Indian Tribal Community di Washington. Semasa kecil, ia sering mendengar ayahnya bermain gitar atau melihat pertunjukan drum powwows yang dibawakan oleh keluarganya, termasuk neneknya.

Black Belt Eagle Scout At the Party With My Brown Friends Album Review

At the Party With My Brown Friends Album

Kenangan masa kecil tersebut sangat terdengar dalam warna musik di album terbarunya, “At the Party With My Brown Friends”. Album ini dibuka dengan track yang menjadi single pertama dalam album ini, “At the Party”. Dengan instrument gitar dan dan drum yang powerful namun diiringi dengan suara breathy dan dreamy khas Katherine Paul yang akan membawa kita utopia. Lagu dengan lirik yang sederhana dan pendek ini memiliki makna yang cukup dalam. ‘Party’ dalam lagu ini merupakan kiasan untuk ‘Kehidupan’. Bercerita tentang manusia yang sedang dalam “pesta” yang ramai dan mencari jati dirinya.

Track kedua, “My Heart Dreams” merupakan satu lagu yang memiliki aransemen menarik dalam album ini. Instrumen drum dalam lagu ini memiliki pola dentuman yang unik pada bagian reff-nya. Ditambah dengan instrumen gitar dengan lirik yang repetitive, “my heart dreams”. Katherine Paul sendiri menyatakan makna lagu ini tentang obsesi hatinya yang tak sabar menemukan cinta baru setelah mengakhiri kisah cinta lamanya.

Beberapa lagu lainnya yang bertema cinta diantaranya “Real Love” dan “Scorpio Moon” yang dibawakan dengan aransemen musik soft rock. Lagu-lagu romantis ini tidak memiliki lirik yang kompleks dan bermakna harfiah. Melainkan dalam bentuk puisi abstrak yang akan membuat kita memiliki asumsi sendiri. Namun, terkadang mungkin kita hanya perlu menikmati musik tanpa lirik yang padat dan membuka hati kita untuk merasakan emosi melalui alunan musik yang diciptakan.

Aransemen musik dan instrumental merupakan kekuatan terbesar dalam album “At the Party With My Brown Friends”. Setiap track didominasi dengan eksperimen produksi musik yang dominasi dengan gitar dan drum. Lirik bersifat pengulangan yang menghanyutkan ditambah dengan kidung yang dreamy dan menyatu dengan musik. Album ini akan cocok sebagai musik pengisi keheningan yang membuat kita merasa memasuki hutan ala Indian dari Black Belt Eagle Scout.

Track lainnya seperti “Going to The Beach With Haley”, “Run It to Ya”dan “I Said I Wouldn’t Write This Song”, juga menonjolkan aransemen musik indie, dream pop, yang lebih up beat dengan nuansa soft rock yang dipadukan suara malaikat Katherine. Lirik juga masih memiliki ciri khas yang sama dengan pola repetitive.

Album ini ditutup dengan track “You’re Me and I’m You”. Sebuah lagu sendu yang ia persembahkan untuk sang ibu. Lagu ini menunjukan sedikit kenangan sederhana akan sang ibu dan ungkapan perasaan cinta yang diiringi dengan aransemen gitar akustik yang lembut. Ritme lagu ini memiliki ketenangan yang stabil dan membuat kita terbangun dari utopia.

“At the Party With My Brown Friends” merupakan album yang didominasi dengan musik instrumental dengan warna kental suku Indian yang ingin dibawakan oleh musisi. Dipadukan bawakan dengan instrumen modern seperti gitar dan drum, chord yang diracik berhasil memunculkan warna musik khas yang menjadi jati diri dari Black Belt Eagle Scout.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect