Connect with us
Foster The People
Foster The People

Cultura Lists

Best Songs of Foster The People

Alunan musik rock indie yang progresif, mengiring lirik seputar isu sosial, cinta, dan dukungan moral.

Foster The People (FTP) merupakan band indie rock asal Los Angeles, California yang debut pada 2010 melalui hits pertamanya, “Pumped Up Kicks”. Merilis album perdana mereka pada 2011, “Torches”, FTP sempat merayakan satu dekade dari usia album pertama mereka pada Mei 2021 kemarin.

Sempat menggelar konser di Jakarta pada 2012 silam, band ini memiliki warna musik rock indie yang berhasil mencuri hati pendengar lokal kita. Mark Foster sebagai frontman dari FTP diakui memiliki sense of music yang unik.

Mulai dari karakter suara, kemampuan meracik musik, hingga menulis lirik dengan topic pool yang variatif. Mulai dari isu sosial hingga lagu cinta yang romantis. Berikut beberapa lagu terbaik dari Foster The People yang patut didengarkan.

Pumped Up Kicks

“Pumped Up Kicks” menjadi lagu debut dari FTP yang berani dan eksplisit. Dibalik aransemen musik indie rock yang chill, lirik lagu ini sangat kontroversial bagi masyarakat Amerika, yaitu tentang kasus penembakan massal di sekolah. Dimana liriknya secara spesifik menceritakan seorang remaja bernama Robert yang menyuruh temannya berlari selagi sempat sebelum Ia menarik pelatuk dari senapan yang Ia ambil dari laci ayahnya.

Ketika pemberitaan penembakan di sekolah kembali ramai di Amerika beberapa tahun lalu, FTP akhirnya memutuskan untuk tidak akan menyanyikan lagu ini jika mereka tampil di panggung publik. Namun, kita tak bisa memungkiri, bahwa “Pumped Up Kicks” memiliki komposisi musik yang catchy dan “memabukan”.

Call It What You Want

Mark Foster merupakan salah satu musisi dengan idealisme tinggi. Melalui lagu “Call It What You Want”, Ia hendak menyatakan bahwa kita bebas untuk menyebut apapun genre atau warna musik yang FTP hasilkan. Melalui lirik ‘yeah, we’re locked up in ideas, we like to label everything’, FTP hendak mengkritik bagaimana industri musik suka memberi label dan menjudge musisi dalam berkarya.

Komposisi musik “Call It What You Want” juga memiliki layer instrumen yang kaya dan variatif. Jangan bertanya apa referensi dan genre dari lagu ini, FTP hanya ingin kita menikmati lagu yang mereka ciptakan.

I Would Do Anything for You

Lagu romantis memang tidak menjadi materi yang mendominasi discography FTP. Namun, sekalinya Mark Foster menulis lagu cinta, dijamin romantisnya bukan main. Salah satu lagu paling romantis dari FTP adalah “I Would Do Anything for You”.

Meski memiliki lirik yang romantis yang generik, kita bisa mendengarkan ketulusan Mark dalam membawakan lagu yang Ia tulis ini berdasarkan pengalaman pribadinya. Lagu ini dikemas dengan aransemen indie alternative dengan sedikit sentuhan disco dan funk yang membuat kita ingin berdansa dengan orang tersayang.

Best Friend

“Best Friend” merupakan single dari album kedua FTP, “Supermodel”. Bukan tentang persahabatan secara harfiah, ‘sahabat’ yang dimaksud dalam lagu ini adalah kreativitas dan kemampuan bermusik Mark Foster.

Lagu ini merupakan metafora dari pengalaman Mark ketika mengalami writer’s block. Jika “Torches” memulai banyak komposisi dengan instrumen drum sebagai pondasi awal, banyak track dalam “Supermodel” lebih dimulai dengan riff gitar yang groovy, salah satunya “Best Friend”. Meski mengandung lirik yang menunjukan rasa frustasi, lagu ini dikemas dengan aransemen rock alternatif yang up beat dan catchy.

Nevermind

“Nevermind” juga menjadi lagu yang didominasi oleh instrumen gitar dalam komposisinya. Banyak lagu populer dari FTP memiliki komposisi dengan berbagai elemen musik yang variatif dan berlayer dengan sentuhan electro.

“Nevermind” menjadi salah satu lagu dari FTP yang memperdengarkan komposisi konvensional dari band rock modern ini. Lagu ini bisa disebut sebagai comfort song dari FTP dengan lirik yang menuangkan banyak perasaan dari penulisannya, untuk memberikan kenyamanan bagi pendengarnya.

Are You What You Wanna Be?

Mengekspresikan diri dan mengikuti passion tanpa mempedulikan judgement orang lain merupakan prinsip yang konsisten dari seorang Mark Foster. “Are You What You Wanna Be?” merupakan lagu yang memiliki energi menyemangati pendengarnya untuk tidak pasrah saja dengan kehidupan kita sekarang. Membuat kita kembali peka dan mempertanyakan apa kita sudah puas dengan kehidupan yang kita jalani.

Dengan aransemen indie rock yang eksperimental dan vocal directing yang tricky, “Are You What You Wanna Be?” menjadi salah satu dari FTP yang menyenangkan untuk didengar sambil bergoyang dan merayakan kehidupan.

Loyal Like Sid & Nancy

FTP memperdengarkan banyak materi musik pada album ketiga mereka, “Sacred Hearts Club”. Salah satu track yang dijamin akan membuat pendengar menaruh perhatian secara instan adalah “Loyal Like Sid & Nancy”. Terutama karena lagu ini langsung di buka dengan banger melalui elemen deep bass. Secara keseluruhan, lagu satu ini sangat kental dengan genre EDM.

Bukan hal yang mengejutkan, Mark Foster sebetulnya memiliki cukup banyak side project di area dance music.

Sit Next to Me

Satu lagi lagu romantis terbaik dari FTP yang patut didengarkan adalah “Sit Next to Me”. Kembali dengan lirik yang sesederhana itu, mengajak yang tercinta untuk duduk di sisinya dan menghabiskan waktu bersama.

Lagu ini memiliki chorus yang catchy, kemudian dibalut dengan aransemen slow rock dan disco, disajikan dengan tempo dan ketukan yang tepat untuk menimbulkan vibe yang santai. Lagu ini juga menjadi single dengan konsep video klip yang menarik. Dimana pada masanya video klip dengan resolusi layar android sedang populer, memperlihatkan feed Instagram yang sinkron dengan musiknya.

Style

“Style” merupakan single yang dirilis FTP pada 2019 lalu, memiliki vibe yang akan membawa kita kembali pada album “Torches”. Lagu ini memiliki lirik tentang hubungan manusia dengan kematian dan ketakutan akan menghadapi hal tersebut. Meskipun begitu, manusia masih tetap memiliki insting melanjutkan hidup dan memilih jalan hidup mereka.

Dikemas dengan komposisi musik rock indie yang modern, mendengarkan “Style” akan membuat kita seakan menantang maut, sedikit memberikan momen bagi kita untuk merasa tidak takut dengan kematian dan masih memiliki kontrol akan hidup kita.

Ruby

“Ruby” merupakan salah satu koleksi lama dari FTP yang memperdengarkan aransemen rock konvensional. Tanpa sentuhan elemen musik artifisial, “Ruby” memiliki statement melalui instrumen piano yang lembut, kemudian diiringi dengan full band instrumen.

Melalui interview, Mark Foster menyebutkan bahwa lagu ini menceritakan kisah seorang single mother dan perjuangannya dalam menjalani hidup. “Ruby” bisa jadi merupakan lagu ballad paling emosional yang pernah diciptakan oleh FTP.

All About You (feat. The Knocks)

The Knocks merupakan musisi yang belakangan ini banyak menghasilkan karya kolaborasi dengan FTP. Salah satu single yang patut mendapat apresiasi lebih adalah “All About You”. Lagu ini dirilis pada awal 2021 kemarin, memperdengarkan racikan musik dance music lawas ala Robbie Williams pada awal 2000-an. Kita akan dibuat sadar bagaimana warna vokal Mark Foster ternyata sangat cocok untuk aransemen musik dance music dari era lawas.

plot hole house of the dragon plot hole house of the dragon

7 Plot Hole dalam House of the Dragon Sejauh Ini

Cultura Lists

Woman King Woman King

Rekomendasi Film Terbaru Oktober 2022

Cultura Lists

Marriage Story Review Marriage Story Review

10 Rekomendasi Film Tentang Perceraian

Cultura Lists

Paramore: This is Why Paramore: This is Why

Paramore: This is Why Single Review

Music

Connect