Connect with us
Below Zero Review
Netflix

Film

Below Zero Review: Pembajakan Truk Narapidana yang Menegangkan

Film crime thriller yang cukup menegangkan meski bikin kesal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Below Zero” (Bajocero) merupakan Netflix Original Movie terbaru asal Spanyol. Disutradarai oleh Lluis Quilez, Ia juga menulis naskah film crime thriller ini bersama Fernando Navarro. “Below Zero” dibintangi oleh Javier Gutierrez yang sebelumnya juga menjadi protagonis di film drama suspense Netflix, “The Occupant”.

Kali ini Ia berperan sebagai Martin, seorang polisi yang mendapat tugas sebagai supir truk dalam misi transfer narapidana ke penjara baru. Di malam yang dingin dan medan yang jauh dari keramaian, serangan misterius terjadi yang tidak hanya mengancam Martin dan polisi lainnya, namun juga para narapidana yang mereka angkut.

Selain menghadirkan suasana crime thriller yang menegangkan, ada sentuhan laga dan survival. Semakin banyak film laga asal Spanyol yang rilis di Netflix, namun masih belum ada judul yang dieksekusi dengan sempurna. Apa “Below Zero” mampu menyuguhkan konten crime thriller yang berkesan?

Below Zero Review

Below Zero

Directing dan Scoring yang Berhasil Menciptakan Suasana Menegangkan

Sebelum memasuki babak utama, “Below Zero” memiliki arahan dengan alur yang sangat pas pada babak pembukaan. Dimulai dari memperlihatkan sedikit latar belakang protagonis, Martin, hingga persiapan transfer pada narapidana. Pada adegan ini juga kita akan diperkenalkan pada setiap karakter dengan penulisan yang terasa natural. Hingga akhirnya perjalanan dimulai, dimasukan scoring yang langsung memberikan suasana tegang pada penonton. Setiap menit dan tahap pada babak pembuka ini masih terasa rasional dan arahannya bisa dibilang sempurna dari sang sutradara dan tim editing.

Seiring berjalannya plot, akan ada berbagai adegan krusial yang menyuguhkan ketegangan. Mungkin terasa generik dan repetitif, namun racikan tersebut nyatanya tetap berhasil menimbulkan kegelisahan dan rasa mencengkam. Baik dalam sudut pandangan Martin sebagai protagonis maupun narapidana. Begitu juga dengan penulisan naskahnya, sudah cukup baik dan berisi.

Below Zero Netflix

Netflix

Percikan Drama yang Memberi Emosi, Didukung Akting dari Setiap Aktor yang Maksimal

Tidak hanya menyajikan plot survival yang mengeksploitasi aksi dan ketegangan, ada juga percikan drama pada naskah untuk membuat kita simpati pada beberapa karakter. Mulai dari latar belakang Martin, latar belakang beberapa narapidana yang cukup sentimental, hingga drama dari sosok misterius dimana nantinya akan menjadi plot twist dalam kisah ini.

Ada juga beberapa interaksi dan dialog yang bersifat selingan, terlihat sederhana, namun sebetulnya memberikan emosi pada keseluruhan film. Jadi tidak terasa tegang terus, seakan-akan penulis naskah berusaha keras untuk membuat film crime thriller yang serius.

Satu lagi keunggulan dari “Below Zero” adalah kualitas akting dari setiap aktor yang terlibat dalam film ini. Terutama pada Javier Gutierrez dan Patrick Criado sebagai narapidana bernama Nano. Interaksi antara Martin dengan Ramis yang diperankan oleh Luis Callejo juga menjadi aspek yang remarkable melalui film ini.

Beberapa Logika yang Kurang Masuk Akal dan Plot Tambahan yang Tidak Perlu

Dengan segala keunggulannya, masih ada sedikit hal yang cukup mengganggu dalam penulisan naskah “Below Zero”. Hal pertama yang langsung bikin kesal adalah transisi adegan memasuki pembajakan. Dimana kru polisi yang bertugas terlihat sangat lemah dan mudah dilumpuhkan oleh satu orang misterius. Kita juga pasti akan bertanya-tanya; apa polisi-polisi ini tidak punya telepon genggam?

Semalam suntuk Martin harus berjuang sendirian terjebak di sebuah truk dengan para narapidana yang pastinya tidak berpihak padanya. Pada pertengahan plot juga diselipkan “harapan” yang pada akhirnya tidak membantu sama sekali. Membuat adegan tersebut tampak sia-sia dan sekadar menambah durasi saja.

Secara keseluruhan, “Below Zero” merupakan film Spanyol dengan genre crime thriller yang cukup seru untuk ditonton. Suspense-nya dapat, dengan selipan drama sentimental yang memberikan variasi emosi agar penonton tidak lelah. Film ini memang tidak menghadirkan ending yang “sempurna”, namun sudah cukup untuk memberikan kelegaan sebagai akhir dari kisah pembajakan yang menegangkan.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect