Connect with us
Barasuara Taifun
Photo via facebook.com/barasuara

Music

Barasuara: Taifun Album Review

Pandangan hidup Barasuara melalui puisi serta musik rock dengan semangat baru.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Barasuara sudah membara semenjak album debut mereka yang bertajuk “Taifun” pada 2015 silam. “Taifun: menyajikan materi musik yang sangat original, semangat baru dari musik rock yang belum pernah kita dengar sebelumnya sebagai penikmat musik lokal kala itu.

Secara sederhana, Barasuara mengategorikan diri mereka sebagai band rock. Namun materi musik rock yang diracik oleh Iga Massardi dan kawan-kawan memiliki warna yang berbeda. Ada nuansa yang Indonesia banget dalam musik Barasuara. Terutama pada penulisan lirik serta melodi dan efek gitar yang dipilih untuk memproduksi setiap lagu yang mereka ciptakan.

Barasuara Taifun

Barasuara – Taifun

“Taifun” mengandung 9 track yang masing-masing memuat pesan seputar kehidupan, cinta, dan semangat. Setiap track mengandung statement yang kuat, baik dari segi penulisan lirik yang puitis hingga aransemen musik khas ala Barasuara.

‘Nyala Suara’ menjadi track pertama dimana Barasuara hendak mentransfer bara mereka pada setiap pendengarnya. Lagu ini memiliki makna tentang pendapat, ide, maupun passion setiap manusia yang diibaratkan bagai bara. Jika bara tersebut hanya diam dalam sekam, lama-lama akan meredup. Oleh karena itu harus diekspresikan agar tetap menyala. Lagu ini juga secara implisit terdengar sebagai track perkenalan Barasuara dengan semangatnya.

‘Api dan Lentera’ menjadi track berikutnya yang memiliki energi cukup serupa dengan ‘Nyala Suara’. Berkesinambungan dengan track pertama, ‘Api dan Lentara’ mengajak kita untuk berani terlepas dari segala belenggu dan melakukan apa yang kita percayai adalah minat dan bakat kita. Track ini memiliki aransemen dengan banyak momentum dan pola. Mulai dari intro yang dibuka dengan dentuman drum repetitif dan kencang, kemudian masuk ke verse pertama yang secara mulus beralih menjadi aransemen yang lebih lembut.

Memasuki bagian instrumental pada pertengahan lagu yang kembali semarak, lalu diberi transisi aransemen yang kontras namun pas. Transisi “ajaib” tersebut diciptakan dengan perubahan efek gitar dan pola aransemen. Membuat pendengar selama sekejap berada di dunia lain, lalu kembali ke alam nyata. ‘Api dan Lentera’ merupakan salah satu track yang well-produced dalam album Taifun.

‘Lepaskan rantai yang membelegu, nyalakan api dan lenteramu’

‘Sendu Melagu’ dan ‘Mengunci Ingatan’ menjadi lagu cinta yang ditulis untuk melengkapi album ini. ‘Sendu Melagu’ merupakan puisi melankolis tentang rasa cinta yang terasa semakin berharga justru ketika sesuatu sudah tiada. Meski mengandung pesan yang sendu, track ini diaransemen dengan musik rock yang terasa kencang. Emosi yang hendak ditimbulkan dalam track ini dihadirkan melalui tempo yang pelan namun hentakan musik yang powerful, melalui dentuman drum dan melodi gitar.

‘Mengunci Ingatan’ menjadi track yang kental dengan nuansa rock alternatif. Ada saatnya instrumen gitar lembut mendominasi, kemudian disambut juga dengan drum yang powerful, kemudian aransemen musik yang terasa dreamy memasuki verse terakhir. Ada banyak efek gitar dan pola yang dimainkan oleh Barasuara dalam produksi track ini.

‘Bahas Bahasa’ merupakan lagu tentang komunikasi. Secara puitis memaknai bahasa dan bagaimana kita harus bijak ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Dibawakan dengan aransemen musik yang kental dengan warna rock folk pada babak pertama, kemudian ditutup dengan aransemen gitar dan vokal yang lembut.

Sementara ‘Hagia’ menjadi bukti toleransi beragama tertinggi yang mungkin pernah dibawakan oleh musisi lokal. Iga Massardi sendiri terkenal sebagai sosok musisi yang kreatif dan sangat open-minded. Melalui lagu ini Ia bahkan mengutip doa Bapa Kami umat Katholik yang Ia akui sangat berkesan untuknya secara personal, meskipun Ia tidak memeluk agama tersebut. Ia percaya bahwa semua agama mengajarkan hal yang baik dan siapapun bebas percaya tanpa harus menghakimi satu sama lain. Melalui track yang pendek dan lirik yang singkat, ‘Hagia’ menyimpan banyak makna tanpa banyak bersuara. Judul ‘Hagia’ terinspirasi dari situs bersejarah, Hagia Sofia di Turki yang sempat menjadi museum untuk sejarah perkembangan agama Islam dan Katholik dalam satu gedung.

‘Sempurna yang kau puja dan ayat-ayat yang kau baca, tak kurasa berbeda, kita bebas untuk percaya’

‘Tarintih’ terbentuk dari kata ‘tari’ dan ‘rintih’, karena hidup mengandung kebahagian dan kesedihan. Namun, lagu ini memuat pesan untuk memaknai hubungan anak dengan ibu. Bahwa surga ada ditelapak kaki ibu, namun apa kita pantas mendapatkan surga itu jika punya banyak salah? Lagu ini menyampaikan peran ibu yang sakral dalam hidup kita. Dibawakan dengan lagu dengan instrumen yang cukup minimalis pada permulaan lagu, kemudian diakselerasi menuju akhir lagu. Komposisi yang tepat tetap menghadirkan semangat rock folk yang keras. Ketika perpaduan dua instrumen terasa seperti ribuan pasukan perang yang berlari dipadang gurun.

Jika ‘Tarintih’ merupakan lagu tribute untuk sosok ibu, ‘Taifun’ menjadi lagu yang Iga Massardi tulis untuk anaknya. Bahwa hidup terkadang kita harus berhenti berlari, menerima diri dahulu, merefleksikan kesahalan. Setelah berdamai dengan diri sendiri, baru kita bisa lari lagi. Track ini memiliki aransemen yang kental dengan nuansa tribal yang etnik. Dengan memasukan instrumen bunyian seperti kendang, rebana, dan masih dengan melodi gitar yang menjadi signature dari setiap lagu Barasuara.

‘Menunggang Badai’ merupakan lagu yang memaknai kehidupan seseorang dengan dendam dan kebencian. Track ini juga memiliki aransemen musik yang eksperimental dan kaya dengan sentuhan instrumen brass yang memberikan sentuhan blues rock.

“Taifun” merupakan album yang kaya makna dan eksplorasi musik yang maksimal. Setiap track diproduksi dengan serius, dengan berbagai variasi pola aransemen, tempo, dan emosi. Statement dan signature secara musikalitas terasa kuat terutama karena instrumen gitar melodi dan drum.  Barasuara mampu meracik lagu rock dengan semangat yang mengebu-gebu. Menciptakan citra baru akan musik folk rock khas Indonesia yang terasa sangat eksklusif.

Barasuara menulis lagu bahasa Indonesia yang puitis, dengan rima yang tepat dan kosa kata yang kaya. Idealis dan eksperimental, namun tetap menarik perhatian karena dekat dengan jati diri setiap penikmat musik lokal.

Setiap lagu dalam album ini mungkin tidak akan langsung kita pahami saat pertama kali mendengarkan dari segi lirik, namun sudah sangat mencuri perhatian melalui aransemen musiknya, terutama bagi pecinta musik rock dan folk. “Taifun” menyimpan banyak makna yang bisa kita pahami secara bertahap setiap kali kita mendengarkan album ini.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect