Connect with us
Anatomy of a Fall
Neon

Film

Anatomy of a Fall Review: Drama Persidangan Menantang Persepsi

Bukan drama kriminal whodunnit biasa, ini drama legal tentang persepsi dan opini publik.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Anatomy of a Fall” merupakan film legal drama yang sedang ramai di kalangan penikmat film. Setiap tahun, selalu ada satu dua film Eropa yang menarik perhatian dikancah internasional.

Untuk musim ini, film Prancis arahan sutradara Justine Triet ini yang banyak masuk nominasi penghargaan film bergengsi. Dibintangi oleh Sandra Huller, Swann Arlaud, dan aktor muda, Milo Machado. Sandra Voyter adalah seorang penulis asal Jerman yang tinggal di area terpencil bersama suaminya, Samuel Maleski di Prancis.

Ketika suaminya meninggal karena jatuh dari atap rumah mereka, ia harus menjalani persidangan, dengan putranya yang buta, Daniel, menjadi satu-satunya saksi mata. “Anatomy of a Fall” telah mengantongi Palme d’Or dari Cannes Film Festival 2023, masuk nominasi Golden Globe dan Critics’ Choice Movie Awards. Film ini barusan juga diumumkan masuk nominasi BAFTA Awards. “Anatomy of a Fall” akhirnya tayang juga di bioskop Indonesia Januari 2024.

Anatomy of a Fall

Legal Drama Padat Dialog dengan Produksi Otentik

“Anatomy of a Fall” langsung dibuka dengan babak utama yang menjadi premis dari filmnya; yaitu insiden jatuhnya Samuel Maleski dari atap rumah mereka di pagi bersalju. Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, Sandra langsung meminta bantuan kawan lamanya yang seorang pengacara, Vincent Renzi, untuk membelanya di persidangan.

Dengan durasi film sepanjang 152 menit, plot didominasi dengan dialog strategi pembelaan dan persidangan dari kematian Samuel Maleski dengan Sandra yang dipertanyakan keterlibatannya dari kematian suamianya tersebut.

Dengan objektif mempertanyakan misteri dibalik kematian Samuel, sekilas film ini menimbulkan asumsi akan tema whodunnit. “Anatomy of a Fall” adalah film legal drama yang padat dialog dengan presentasi otentik.

Arahan akting, sinematografi, dan scoring memiliki arahan produksi yang dekat dengan kenyataan. Mulai dari footage wawancara, cuplikan liputan berita, hingga scoring yang menggunakan suara piano yang dimainkan oleh Daniel. Kalah ‘nyata’ film-film adaptasi true crime yang sedang nge-trend, padahal ini film naskah fiksi.

Anatomy of a Fall

Bukan Tentang Kebenaran Namun Persepsi di Sidang Terbuka

Daripada memastikan status Sandra sebagai pihak tersangka atau tidak bersalah, “Anatomy of a Fall” adalah film tentang persepsi. Sayangnya, begitu ‘lah realitas persidangan terbuka di era modern ini. Seperti yang disebutkan pengacara Sandra; ini bukan tentang realita, namun tentang persepsi, bagaimana publik melihat Sandra di persidangan. Dibutuhkan lebih dari kejujuran untuk bisa membuat hakim dan juri di persidangan untuk percaya bahwa Sandra tidak bersalah.

Dari sudut pandang penonton, kita juga sama clueless-nya dengan hakim dan juri dalam film. Film ini memberikan segala informasi untuk penonton simak. Kemudian menantang kita untuk memberikan verdic sendiri.

Sangat mungkin audience yang menonton bersama-sama di bisokop terbelah menjadi dua kubu, antara yang berpendapat Sandra bersalah dan tidak bersalah. Ini film yang keseruannya tahan lama bahkan setelah selesai. Menimbulkan diskusi dan berbagai teori yang bisa dibicarakan bersama dengan penonton lainnya.

Penjelasan Ending Anatomy of a Fall

(Spoiler Alert!) “Anatomy of a Fall” merupakan film yang memiliki open ending. Jadi, buat penonton yang selalu membutuhkan jawaban solid di akhir film, mungkin akan kurang puas dengan ending film ini. Namun justru disitu ‘lah keseruannya menonton film legal drama ini. Buat yang penasaran dengan apa yang mungkin terjadi, berikut ini beberapa pendapat dan verdic versi Cultura tentang penjelasan ending “Anatomy of a Fall”.

Apakah Sandra membunuh suaminya, Samuel? Menurut kita, tidak.  Setelah dinyatakan tidak bersalah oleh persidangan, Sandra merayakan dengan makan malam bersama tim hukumnya. Kemudian dia mengungkapkan pada pengacaranya, Vincent, bahwa ia tidak merasa seperti memenangkan apapun, meskipun telah memenangkan persidangannya. Karena ia berpikir, kemenangan disertai oleh hadiah, namun Sandra tidak merasa ia mendapatkan hadiah. Semuanya hanya telah berakhir.

Sandra hanya bisa memeluk kemenangannya jika ia memang membunuh Samuel. Karena jika ia memang membunuh suaminya, kemudian dinyatakan tidak bersalah, kebebasan adalah hadiahnya. Namun Sandra tak merasakan hal tersebut karena suaminya meninggal dan putranya harus melalui masa-masa sulit selama persidangan.

Daniel jelas berbohong pada testimoni terakhirnya di persidangan. Ketika ada adegan flashback, kita benar-benar kembali ke peristiwa tersebut dengan masing-masing karakter menggunakan suara mereka sendiri. Namun adegan flashback yang dideskripsikan oleh Daniel tentang perbincangan bersama ayahnya di mobil memiliki presentasi yang berbeda. Daniel seperti men-dubbing ayahnya tersebut. Secara harfiah dalam pernyataan bahasa Inggris, putting his own words to his father’s mouth.

Selama ini ia menyimak sidang dengan cermat, bahkan mendengar perdebatan antara orang tuanya yang selama ini ia hindari. Dari segala informasi yang ia dapatkan tentang ayahnya melalui persidangan, Daniel merangkai monolog palsu yang disampaikan oleh ayahnya. Mengarah pada dugaan bahwa ayahnya memang bunuh diri. Di sini bagian tricky-nya, Sandra tidak bersalah hanya karena Daniel berbohong. Sandra sendiri telah mendorong putranya untuk jujur dan tidak mengubah memorinya.

Mengapa Daniel berbohong? Sudah jelas dari awal bahwa ia berusaha melindungi ibunya. Namun lebih dari perlindungan atas dasar cinta buta, pertama-tama Daniel juga melakukan segalanya untuk memastikan bahwa ibunya tidak bersalah. Bahkan sampai nekat melakukan percobaan beresiko dengan memberikan pil pada anjingnya. Sesuai dengan informasi dari pendamping hukumnya, Daniel sampai pada kesimpulan bahwa ia harus menciptakan motif kuat dari kematian ayahnnya meskipun sifatnya subyektif.

Ada kebenaran subtil yang sebetulnya ditampilkan oleh naskah pada adegan ending-nya. Sekalipun penulis berusaha untuk menulis naskah dengan tujuan open ending, pasti ada petunjuk sesubtil mungkin yang bisa kita tangkap. Jika Sandra bersalah, adegan penutup pasti dieksekusi dengan tone yang lebih terasa mengganjal serta menimbulkan kegelisahan. Namun “Anatomy of a Fall” menunjukan ketenangan pada adegan penutupnya.

Visual yang memperlihatkan Snoop si anjing tidur dengan nyaman di sisi Sandra menjadi adegan yang memberikan ketenangan. Keramahan binatang kerap diartikan sebagai pertanda bahwa manusia yang berinteraksi dengannya bukan orang jahat.

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Monkey Man Review Monkey Man Review

Monkey Man Review: Bukan John Wick Versi India

Film

The First Omen The First Omen

The First Omen Review: Prekuel Horor Religi Lebih Sinematik

Film

Connect