Connect with us
Aldrian Risjad

Cultura Lists

5 Musisi Inspirasi Aldrian Risjad

Mulai dari Barasura hingga Jeff Buckley.

Debut dengan single “Milk Candy” pada 2019, Aldrian Risjad merupakan musisi dengan karakter rock yang powerful. Musisi kelahiran 1998 ini mendeskripsikan musiknya sebagai musik rock dengan kemasan modern.

Terinspirasi dengan band-band rock luar seperti Foo Fighters dan Nothing But Thieves, Aldrian hendak meracik formula musik rock yang tak meninggalkan identitasnya sebagai musisi Indonesia, dengan sedikit pengaruh dari rock konvensional, namun lebih menargetkan hasil akhir karya musik yang terdengar lebih fresh dan modern. Mulai dari penulisan lagu, produksi, hingga pembawanya, Aldrian Risjad mengklaim bahwa musik rock yang Ia ciptakan lebih elegan dan mature.

Aldrian Risjad merupakan salah satu musisi lokal dengan skill gitar dan kualitas vokal yang kuat sebagai soloist rock. Dengarkan saja single “State of Uncertainty” dari mini-album “Interrobang” yang rilis pada 2020 kemarin. Berikut sederet figur terkenal yang menginspirasi Aldrian Risjad untuk menjadi seorang musisi.

Sandhy Sondoro

Sandhy Sondoro diakui Aldrian Risjad sebagai seniman pertama yang menginspirasi dirinya untuk menjadi musisi. Ketika masih duduk di bangku SMP, Aldrian sempat rajin menonton salah satu acara pencarian bakat di televisi. Melalui acara itulah, Ia melihat Sandhy Sondoro bermain gitar dan membawakan lagu “Malam Biru”. Terpukau dengan penampilan tersebut, Aldrian muda sangat termotivasi untuk meningkatkan skill bermain gitar dan bernyanyi untuk bisa setara dengan idolanya tersebut.

Salah satu karya Sandhy Sondoro yang paling disukai oleh Aldrian adalah album pertama bertajuk “Why Don’t We”. Baginya banyak karya-karya “tersembunyi” dari Sandhy Sondoro yang patut didengarkan dari album tersebut.

Barasuara

Sempat kehilangan gairah untuk menambah referensi bermusik setelah masuk bangku kuliah, Aldrian mendapat hadiah dari seorang teman yaitu album pertama Barasuara, “Taifun”. Setelah mendengarkan album tersebut, Aldrian langsung jatuh cinta dengan Barasuara. Tak lama setelah itu, Ia menonton gigs Barasuara, dimana pada masa itu juga Aldrian mulai menulis lagunya sendiri.

Barasuara telah menginspirasi Aldrian bahwa ternyata ada juga musisi lokal dengan visi bermusik yang tak jauh dari jangkauannya, mampu berkarya. Dari situlah, Aldrian mulai terinspirasi untuk menjadi seorang musisi.

Sam Fender

Sam Fender adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Inggris. Bagi Aldrian, Sam Fender memiliki gaya menulis lirik yang cukup serupa dengan dirinya. Dimana kebanyakan lagu ditulis berdasarkan pengalaman personal. Aldrian terinspirasi dengan keberanian dan kejujuran Sam Fender dalam menulis lirik yang memuat pengalaman pribadinya.

Salah satu lagu yang disukai oleh Aldrian dari Sam Fender adalah “The Borders” dari album “Hypersonic Missiles”. Dalam lagu itu, Sam Fender seperti berbicara dengan teman masa kecilnya. Kemudian cerita divisualkan melalui video klip seperti film pendek. Aldrian mengaku sangat tersentuh hingga terharu melihat video klip lagu tersebut.

Arctic Monkeys

Meski telah familiar dengan Arctic Monkeys sejak lama, Aldrian mengaku baru engaged dengan band asal Inggris ini pada era album “AM”. Saat itu Aldrian melihat Arctic Monkeys membawakan lagu “R U Mine?” di televisi. “AM” sendiri bisa disebut sebagai album terbaik dari band Alex Turner dan kawan-kawan.

Dari “AM”, Aldrian mulai mendengarkan album-album lama Arctic Monkeys hingga akhirnya mengakui bahwa karya-karya band ini sangat berpengaruh untuk perkembangan industri musik.

Selain menyukai “AM”, karena album tersebut memiliki nilai nostalgia baginya, Aldrian juga menyukai lagu “Crying Lightning” dari album “Humbug”.

Jeff Buckley

Jeff Buckley adalah musisi rock asal Amerika Serikat yang populer pada era 90-an. Bagi Aldrian, Jeff Buckley memiliki lagu-lagu yang unik, namun terasa easy listening di telinganya. Memeluk genre rock sebagai identitasnya dalam bermusik, Jeff termasuk salah satu yang memiliki kualitas vokal dengan range yang luas.

Aldrian mengaku lebih terpukau dengan penampilan panggung dari Jeff Buckley yang emosional dan menghipnotis. “So Real” menjadi lagu favorit Aldrian dari Jeff Buckley dari album “Grace”.

Itu tadi beberapa musisi berbakat lintas negara yang telah menginspirasi seorang Aldrian Risjad. Namun, trend musik masa kini yang lebih mengarah pada genre-genre soft seperti dream pop, folk, hingga lo-fi, juga memotivasi Aldrian untuk menemukan formula baru dalam meracik musik.

Ia berharap, kedepannya bisa menciptakan musik yang Ia sebut sendiri sebagai comfort rock. Musik rock sendiri memiliki ciri khas dengan komposisi musik yang menggebu-gebu, mengiringi lirik-lirik dengan semangat pemberontakan hingga memicu emosi. Aldrian ingin musik rock yang Ia ciptakan kedepannya mampu membuat pendengarnya tetap relax dan chill.

Untuk karya berikutnya, Aldrian mengaku telah menulis beberapa lagu baru yang semoga saja bisa segera kita dengarkan pada akhir 2021 atau tahun depan.

Beabadoobea: Beatopia Beabadoobea: Beatopia

Beabadoobea: Beatopia Album Review

Music

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Soccer Mommy: Sometimes, Forever Album Review

Music

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Connect