Connect with us
bastille
Bastille | Photo via atwoodmagazine.com

Cultura Lists

45 Lagu Terbaik 2019

Mari kita berbalik ke belakang dan melihat lagu terbaik sepanjang 2019.

Ada banyak lagu yang menggetarkan hati kita di sepanjang 2019. Daftar di bawah ini menjadi pengingat bila kita ingin kembali memutar lagu-lagu tersebut. Tema cinta seperti biasa masih mendominasi industri musik global.

Lim Kim – Yellow

Solois ini memulai debut solonya di 2013. Ia juga menjadi anggota band Togeworl. Sekilas kita akan mendengar pengaruh Missy Elliot di dalam Yellow. Liriknya terdengar berani dan melodinya sangat menarik. Selain kental dengan unsur hip hop dan rap, musik ini memiliki sentuhan tradisional yang kuat. Alat musik pengiringnya khas Asia Timur. Yellow diproduksi dengan sangat baik dan cukup radikal dibanding lagu lain yang sebelumnya dibawakan Lim Kim.

Zedd & Kehlani – Good Thing

Salah satu kekuatan dari lagu ini adalah liriknya. Lagu ini menggambarkan independensi seseorang tanpa harus berada dalam sebuah hubungan untuk mendapatkan hal baik. Melodinya pun enak dan terdengar kalem. Kehlani telah menjadi primadona di industri musik selama beberapa tahun belakangan dan konsisten membawakan lagu-lagu yang easy listening.

Bibi – Nabi

Meski baru debut, sebenarnya kharisma Bibi terasa seperti seorang veteran. Ia sudah pantas menduduki posisi 10 besar solois perempuan terbaik di Korea sejak muncul dengan Nabi dan Binu. Ia bahkan memiliki energi lebih besar di atas panggung dibanding sebagian solois lain yang sudah lebih dulu terkenal. Bibi begitu berani bereksperimen dalam musik dan menampilkan dirinya apa adanya tanpa khawatir tidak lagu.

Dua Lipa – Don’t Start Now

Dua Lipa, entah bagaimana, begitu ahli dalam meninggalkan fuckboy atau begitulah kira-kira gambaran dari kebanyakan lirik lagunya. Walau konsepnya tak jaug beda dengan lagu hitsnya yang lain, Dua Lipa berhasil memproduksi Don’t Start Now menjadi lebih segar dan tentunya lebih baik. Peningkatan musikalitasnya terlihat di sini.

Ed Sheeran, Chris Stapleton, Bruno Mars – Blow

Tahun ini menjadi salah satu tahun keemasan bagi Ed Sheeran. Setelah tak henti-hentinya menelurkan hits sejak terjun ke industri musik, kini ia mengajak sebanyak mungkin musisi untuk berkolaborasi. Ia juga membawakan lagu dengan lintas genre. Salah satunya adalah Blow yang memiliki unsur rock kental. Apalagi rekan kolaborasinya adalah Bruno Mars yang sempat berseteru dengannya. Blow, sesuai judulnya, will blow your mind.

Harry Styles – Watermelon Sugar

Ketika musim dingin datang, Harry Styles justru merilis Watermelon Sugar yang meski sebuah metafora, memiliki kaitan akrab dengan musim panas. Liriknya pun catchy. Selain terasa sensual, lagu ini juga mudah diterima siapa saja. Ketika muncul perdebatan mengenai selera fashion dan seksualitasnya, Harry tetap melangkah dengan berani dan bereksperimen dengan musik. Ia tak peduli dengan sensasi. Ia hanya peduli dengan karya seni.

Oneus – Lit

Sebagai rookie yang baru debut tahun ini, Oneus sangatlah produktif. Pertama mereka merilis Valkyrie yang langsung hit. Kemudian disambung dengan Twilight dan kini Lit. Lit adalah perpaduan antara hip hop dengan instrumen tradisional. Oneus merupakan boy group di bawah agensi RBW yang juga membawahi Mamamoo. Terdengar dari ketiga lagu tersebut, Oneus cukup ambisius untuk merangkul pasar Korea.

Taeyeon – Spark

Sebagai pemain lama di industri musik Korea, Taeyeon hampir tak pernah merilis lagu yang buruk. Ditambah suaranya yang memang bagus. Sekali mendengar pun kita tahu bahwa kemampuannya di atas rata-rata anggota girl group generasinya maupun generasi selanjutnya. Taeyeon adalah salah satu leader dengan kemampuan vokal terkuat. Tak heran ia kebagian jatah comeback yang banyak dari SM Entertainment.

Freya Ridings – Castles

Sejak pertama kali mendengar suara Freya maka kita akan memiliki perasaan yang sedikit campur aduk. Itu karena suaranya yang benar-benar unik. Ada kritikan terhadap intonasi yang kurang jelas dari lagu-lagu yang ia nyanyikan. Walaupun begitu kita harus mengakui suaranya adalah jualan utama selain dari lagu-lagu yang ia tulis. Salah satu yang paling terkenal adalah Castles. Liriknya tentang independensi seseorang bahwa ia tak perlu menunggu lelaki untuk membuatkannya kastil. Ia akan membuatnya sendiri.

Andmesh – Hanya Rindu

Bila sebelumnya kita memiliki Tulus yang bersuara emas dan memiliki postur tubuh tinggi besar, maka kini kita memiliki musisi dengan tipikal mirip yaitu Andmesh. Namun warna musik keduanya berbeda. Tulus menyukai lirik yang tidak biasa karena ia menulisnya seperti cerita. Maka lirik Andmesh lebih jujur dalam berkata-kata dan mudah kita pahami. Selain Hanya Rindu, Nyaman juga sangat enak didengar. Begitu pula dengan Kumau Dia.

Got7 – You Calling My Name

Grup di bawah JYP Entertainment ini telah debut sejak 2014 lalu. Terdiri dari JB, Mark, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Bambam, dan Yugyeom mereka telah berhasil mempertahankan eksistensi. Walau bisa dibilang mereka masih kalah populer dibanding Twice. Sesuai judulnya, You Calling My Name terdengar seksi dan romantis.

Kesha – Raising Hell

Senang rasanya melihat Kesha berhasil bangkit setelah kasus kekerasan seksual yang ia alami. Imagenya memang banyak berubah tapi musiknya jelas makin dewasa dan berkembang. Namun liriknya tetap sassy. Seperti “Bitch, I am blessed,” Apalagi dalam video klipnya ia bertingkah layaknya seorang pastor di Hari Minggu.

Lyon – Ego

Bisa dibilang Ego adalah tipikal lagu yang tak mungkin tak disukai pecinta musik di Indonesia. Liriknya kadang berisi metafora, kadang to the point. Melodinya juga terasa familiar. Ketiga membernya yaitu Onadio, Okin, dan Rudy mendefinisikan Ego sebagai gabungan dari sentuhan vintage dan modern.

Coldplay – Church

Ini adalah salah satu lagu yang dirilis Coldplay dalam album Everyday Life. Album kedelapan ini, seperti biasa, menampilkan karya-karya bagus dari Coldplay. Church sesuai judulnya merupakan lagu bertema kepercayaan. Lagu ini juga terdengar seperti karya lama Coldplay. Selain itu versi livenya sendiri sungguh indah dan memiliki nuansa yang magis.

Katy Perry – Never Really Over

Popularitasnya memang meredup tetapi Never Really Over menjadi lagunya yang terpopuler tahun ini. Liriknya sendiri menggambarkan perpisahan bukan berarti perasaan tersebut berakhir. Selain itu liriknya sungguh relatable bagi kebanyakan orang. Sungguh khas Katy.

Bastille – Doom Days

Ini adalah album terbaik Bastille. Doom Days sendiri sempat menduduki peringkat puncak dan populer selama berminggu-minggu. Sebenarnya lirik lagunya sendiri cukup berat karena menggambarkan bagaimana kita melarikan diri dari isu sosial politik di sekitar kita. Seperti kecemasan, ketergantungan pada ponsel, terobsesi pada pornografi, pemanasan global, berita hoax, dan lain-lain.

Ella Eyre, Banx & Ranx – Mama ft. Kiana Lede

Ella memiliki ciri khas membawakan lagu-lagu elektropop yang energetik. Mama memiliki unsur funk dan Jamaika yang memiliki lirik super catchy. Lagunya sendiri mengajak kita bergoyang. Mama memiliki tema lirik empowerment anthem. Cocok untuk orang-orang yang patah hati tapi tidak mau merasa jatuh.

Sal Priadi dan Nadin Amizah – Amin Paling Serius

Sebetulnya cukup mengejutkan ketika lagi yang berat bagi pasar Indonesia seperti ini telah menjadi hits. Ketika umumnya pendengar musik dalam negeri lebih suka musik yang mudah dicerna, maka Amin Paling Serius menjadi begitu berbeda. Liriknya serupa syair yang penuh metafora. Begitu pula video klipnya yang harus diterka-terka maknanya.

Punch – Love Me

Intronya terasa begitu familiar. Punch mungkin kurang terdengar namanya selain karena berasal dari agensi kecil. Namun ia sangat laku untuk membawakan soundtrack drama Korea. Love Me sendiri terdengar begitu segar dan cocok dengan warna suara Punch. Suaranya adalah tipe yang tak akan membuat kita bosan.

Sam Smith – How Do You Sleep

Semua orang tentu tahu bagaimana indahnya suara seorang Sam Smith. Tapi mendengarkannya menyanyikan lagu bernuansa sendu yang justru mengajak pendengarnya menari adalah pertama kali. Justru ketika Sam menyanyikan Dancing With A Stranger dengan Normani, ia tampil lebih kalem. Namun koreografi dalam video klipnya ternyata benar-benar sesuai. How Do You Sleep juga semakin menarik dengan lengkingan suara Sam yang begitu tinggi.

Mamamoo – Hip

Setelah memproduksi Twit, Hwasa memutuskan untuk memproduksi Hip. Liriknya sendiri sarkas dan menyindir pers maupun haters mereka. Begitu pula koreografinya yang superior karena diciptakan oleh Lia Kim. Lagu ini sendiri telah meraih lima kemenangan. Selain itu mereka menggabungkan empat konsep sekaligus dalam video klipnya mulai dari tampil boyish, ngerock, hingga seksi.

IU – Blueming

Bagaimana cara IU meredefinisi istilah feeling blue? Yaitu dengan menjadikan feeling blue sebagai gambaran perasaan berbunga-bunga. Dan ia berhasil melakukannya dengan mulus. IU sukses membawakan lagu manis ini sehingga membuat siapapun yang mendengarnya susah untuk lupa. Sebuah lagu penutup tahun yang indah.

Imagine Dragons – Bad Liar

Patah hati? Maka dengarkanlah lagu ini. Tak hanya jujur secara brutal, tetapi juga akan cukup mengaduk perasaan. Hal itu tak mengherankan karena sang vokalis menulisnya dengan sang istri ketika mereka akan bercerai. Meski kemudian mereka tak jadi mengajukan perceraian tersebut, tentu bukan hal aneh bila liriknya begitu menyentuh. Video klipnya juga cukup menggambarkan lagu ini dengan baik.

SuperM – Jopping

Bergenre elektro pop, SuperM diciptakan untuk menyasar pasar musik barat. Jopping bertempo kuat, cepat, dan sangat enerjik. Liriknya kebanyakan dalam Bahasa Inggris meski ada beberapa frasa dalam Bahasa Korea. Sebagai sebuah debut, Jopping adalah lagu yang berhasil. Ditambah kharisma seluruh membernya.

One Republic – Wanted

Lirik lagunya menggambarkan ketika kita ingin sekali untuk menjadi yang diinginkan bagi seseorang. Lagu ini menggambarkan rasa kesepian meski tidak dengan melodi yang sendu. Justru sebaliknya, nadanya sedikit ceria dan terasa easy listening. Selain sederhana dan to the point, liriknya mudah dipahami sehingga membuat kita mudah menghayatinya. Tetap ada kritikan karena lagu ini belum mampu melampaui hits mereka lainnya. Tapi Wanted bukanlah lagu yang diproduksi asal-asalan.

Chung Ha – Gotta Go

Selain menjadi member I.O.I paling sukses, Chung Ha juga menunjukkan kualitas seorang solois. Kemampuan vokal dan dancenya memang di atas rata-rata. Ia juga berani tampil beda dengan membawa konsep yang dewasa tanpa harus tampil kekanakan atau imut seperti kebanyakan idol. Tak heran ia menjadi kesayangan di Korea mengingat Chung Ha juga hampir tak menjual sensasi sama sekali. Gotta Go adalah lagu pertamanya yang meraih trofi kemenangan di acara musik.

Maroon 5 – Memories

Melodi dan liriknya sederhana tapi sangat catchy. Ketika pertama kali mendengarnya kita akan merasa telah memutarnya sepanjang tahun. Lagu ini memiliki nuansa yang membuat depresi. Tapi tak perlu merasa patah hati atau sedih dulu untuk menikmati Memories. Selain itu penampilan baru sang vokalis juga cukup menghibur dalam video klipnya.

Hwasa – Twit

Hwasa adalah kuda hitam dalam industri musik Korea saat ini. Ia kini ada di puncak popularitas menurut hasil survei terhadap para anggota girl group di seluruh Korea. Tak hanya kharismatik, Hwasa juga mampu mendobrak standar kecantikan di sana. Ia juga populer dengan pouting face yaitu menyanyi dengan wajah cemberut sehingga suara yang dihasilkan terdengar unik.

Rich Brian – 100 Degress

Terdengar santai dan catchy, lagu satu ini adalah pemanis di antara lagu lain dalam album The Sailor. Tentu saja ada peningkatan kualitas dibanding album sebelumnya sehingga menunjukkan keseriusan Rich Brian dalam bermusik. Lagu ini juga albumnya secara keseluruhan membuktikan bahwa popularitas Rich Brian bukan sekadar keberuntungan belaka.

NIKI – Lowkey

Lagu bergenre R&B ini menampilkan sisi NIKI yang sweet dan sassy. Bisa dibilang NIKI memang bukan tipikal musisi mainstream yang lagunya dikenal oleh semua orang dan diputar di semua radio. Tetapi Lowkey menunjukkan bahwa NIKI pun bisa membawakan lagu yang easy listening. Video klipnya sendiri juga digarap dengan konsep menarik.

5 Seconds of Summer – Lie To Me

Chorusnya terasa begitu familiar meski intronya terasa biasa saja. Namun di antara deretan lagu-lagu patah hati sepanjang 2019, tentu kita tak dapat melupakan Lie To Me. Nampaknya tema galau masih menjadi jualan yang sangat laku.

Pamungkas – To The Bone

Bila kebanyakan musisi dalam negeri tampil dengan akustisk maka Pamungkas bereksperimen dengan synth pop. Karena itulah To The Bone terasa segar. Untuk sampai ke tahap seperti ini, Pamungkas telah bekerja keras sembari meyakinkan keluarganya bahwa ia bisa hidup dari musik. Kini ia membuktikan hal tersebut.

Kunto Aji – Rehat

Kunto Aji tetap setia untuk menjadi idealis dalam bermusik. Musik indie pop yang mengiringi Rehat terasa menyegarkan bagi kita. Pelan, sederhana, dan membuat kita nyaman. Sebuah lagu yang cocok dinikmati di hari berhujan ketika kita merasa hidup begitu pelik dan intens.

Kygo, Chelsea Cutler – Not Ok

Liriknya sendiri menggambarkan tentang hubungan yang berakhir dan kecemasan yang timbul setelahnya. Kritikan muncul karena musiknya sendiri terdengar tak jauh beda dengan karya-karya Kygo lainnya. Namun Not Ok sendiri masih tetap patut diapresiasi ketika kita mau mengakui bahwa kita tidak baik-baik saja.

Normani – Motivation

Banyak yang menganggap kalo Fifth Harmony telah menyia-nyiakan bakat Normani. Setelah berduet dengan Sam Smith, Normani menelurkan Motivation. Lagu ini sangat khas Normani karena mampu mengeluarkan potensi baik dari vokalnya maupun kemampuan dancenya.

Tiffany Young – Magnetic Moon

Bila Tiffany masih berada di bawah SM Entertainment maka kecil kemungkinan ia akan tampil solo dengan Magnetic Moon, Run for Your Life, bahkan Lips on Lips. Justru setelah tampil solo dan independen imagenya menjadi lebih kuah. Tiffany juga memiliki kebebasan dalam bereksperimen dengan musiknya. Magnetic Moon adalah salah satu lagunya yang terbaik sejak ia tampil solo.

Hyuna – Flower Shower

Setelah bergabung dengan agensi P Nation, ini adalah comeback pertama Hyuna. Dan, ia disambut sangat baik. Tak hanya karena perubahan image dari sexy dan apa adanya menjadi manis dan imut. Meski demikian Hyuna tak lupa menyelipkan sisinya yang sassy. Flower Shower sendiri terasa segar dan sesuai dengan judulnya berwarna-warni seperti beragam bunga. Melodinya unik begitu pula liriknya.

Billie Eilish – All The Good Girls Go To Hell

Billie telah menciptakan standar baru bagi para musisi seusianya ketika ia menampilkan musik yang tak biasa. Tentu tetap ada kritikan karena dia dituduh menjual kesenduan (akibat ekspresinya) atau cari perhatian karena cara berpakaiannya. Namun sebenarnya Billie ingin agar orang fokus pada karyanya bukan hal pribadinya. All The Good Girls Go To Hell sendiri memiliki irama yang asyik walau sedikit suram.

Madonna – Batuka

Sebagai seorang musisi veteran yang telah malang melintang di industri hiburan, kualitas semacam inilah yang kita tunggu dari seorang Madonna. Lagunya sendiri memiliki nuansa gospel dan style musik ala Batuka, kebudayaan yang berasal dari Senegal, Afrika. Unsur tradisional yang kental di dalamnya menjadikan lagu ini sungguh unik dan merupakan masterpiece.

Melanie Martinez – Strawberry Shortcake

Liriknya berisi kritikan terhadap sistem patriarki dan bagaimana hal itu memengaruhi cara perempuan dalam memandang dirinya sendiri. Ini adalah comeback Melanie setelah sebelumnya ia sempat ditimpa tuduhan melakukan kekerasan seksual. Tentu saja tuduhan tersebut terasa ironis dengan konsep yang ia angkat pada albumnya saat ini. Namun demikian album ini tetap memiliki ciri khas Melanie yang menggugat nilai dan norma sosial.

EXO – Obsession

EXO yang telah bertahan sejak 2012 menunjukkan bahwa mereka masih tetap eksis hingga ini. Obsession sendiri telah mendapatkan beberapa trofi kemenangannya. Obsession memiliki genre hip hop dance dan trap yang menguatkan nuansa seksual, gelap, serta misterius.

Hindia ft. Rara Sekar – Membasuh

Hindia nampaknya sangat senang mengaduk-aduk emosi pendengar setianya dengan menyajikan video klip yang tak biasa dan serupa footage. Membasuh sendiri memiliki lirik yang menyentuh dengan irama yang lembut serta sederhana. Tetapi akan tetap mampu menusuk hati kita.

Raisa – Kembali

Tahun ini Raisa meneluarkan You dan Kembali yang cukup berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Bila You menampilkan sisi Raisa yang enerjik dan mengajak kita menari maka Kembali tampil dengan megah. Ada sedikit ketakutan di antara para penggembar bahwa Raisa tidak akan populer lagi bila merilis karya semacam Kembali. Justru dengan kehadiran Kembali di blantika musik kita, maka kita dapat memiliki lebih banyak pilihan dan kesempatan merasakan eargasm.

Isyana Sarasvati – Untuk Hati yang Terluka

Isyana tentu saja harus masuk ke dalam lagu terbaik tahun ini. Albumnya, Lexicon, telah menunjukkan jati diri Isyana secara utuh. Kini ia lebih percaya diri dalam bereksperimen dengan musiknya dan tak khawatir akan tanggapan orang lain.

Celine Dion – Courage

Courage adalah gambaran bagaimana Celine Dion berusaha keras untuk tetap tegak berdiri meski mendiang suaminya telah pergi. Liriknya memang sendu apalagi dengan video klip yang hitam putih. Namun Celine menggambarkan bahwa ia harus tegar. Seperti biasa, suara emasnya dapat kita nikmati dan membuat merinding.

 

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect