Connect with us
The Weeknd Dawn FM
Cr. Brian Ziff

Music

The Weeknd: Dawn FM Album Review

Album terbaru dalam stasiun radio yang membahas masalah romansa hingga kematian.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Selepas kesuksesan “After Hours”, The Weeknd kembali mengeluarkan album terbaru bertajuk “Dawn FM’ pada 6 Januari 2022 melalui berbagai platform streaming musik. Setelah menjadi figur yang flamboyan dalam album sebelumnya, Abel berubah menjadi seorang tua yang meratapi perjalanannya sejauh ini sembari melawan kematian yang semakin menghantuinya.

Dalam album ini, The Weeknd menunjukkan nuansa disko yang lebih intensif untuk merefleksikan latar stasiun radio yang menjadi tema utama dalam albumnya. Sebelum merilis selurum album, temasuk versi alternate world, ‘Take My Breath’ rilis terlebih dahulu sebagai single.

‘Dawn FM’ menjadi pembuka album dengan membawa pendengar layaknya sedang mendengarkan dari sebuah stasiun radio. Dalam 103,5 Dawn FM, Jim Carrey turut menjadi penyiar radio yang menuntun para pendengarnya untuk menyambut alam kematian.

The Weeknd kembali mengeluarkan album terbaru bertajuk “Dawn FM’ pada 6 Januari 2022

‘Gasoline’ membawakan nuansa disco dengan perlahan. Dalam lagu ini, Abel berusaha menjelaskan perasaan yang mati rasa dan bereksperimen dengan rasa sakit demi merasakan kembali hidup itu sendiri. Dalam liriknya, ia berwasiat untuk membuang mayatnya dalam helai kain yang sederhana dan membakarnya. Sementara itu, video klipnya menunjukkan Abel yang sudah tua dan kesulitan untuk melawan neraka yang berwujud dirinya yang masih muda.

‘How Do I Make You Love Me?’ menunjukkan sisi lain Abel yang haus akan atensi dan kasih sayang. Dalam video musiknya yang berformat animasi, Abel berusaha mencapai kekasihnya sebelum wujudnya kembali berevolusi sebagai anak kecil. Lirik lagunya juga tak lepas dari sikap merayu dan menuntut apa yang harus dilakukan agar ia kembali dicintai.

‘Take My Breath’ menunjukkan rayuan dari Abel yang semakin intensif dalam nuansa disko yang semakin menghanyutkan. Seiring dengan video musiknya yang berada dalam pesta, Abel ternyata berusaha melepaskan diri dari jeratan maut yang menyamar sebagai seorang gadis cantik. Bahkan setelah hampir merenggut napasnya, ia nampaknya tidak kapok berurusan dengan kematian.

‘Sacrifice’ kembali menunjukkan perjuangan Abel dalam iringan disko yang menarik. Dalam video musiknya, ia berusaha melawan godaan perempuan berbusana merah yang berusaha menarik jiwanya. Ketika mendengarkannya untuk pertama kali, lagu ini akan langsung mengingatkan kepada ‘Thriller’ dari Michael Jackson. Meskipun bukan termasuk jiplakan, lagu ini tidak dapat menutupi inspirasi dari MJ sejak melihat susunan verse, chorus, hingga pembawaannya.

‘A Tale By Quincy’ bukan terdengar sebagai lagu, melainkan wawancara yang dilakukan Abel bersama dengan Quincy, salah seorang yang berjasa dalam kesuksesan MJ. Dalam ujarannya, Quincy bercerita tentang pengalamannya dengan figur seorang ibu yang traumatis hingga memengaruhi hubungan romansanya dengan perempuan lain. Wawancara ini juga merefleksikan tema romansa dalam album ini yang enggan menunjukkan rasa percaya dalam menjalin hubungan.

‘Out of Time’ menjadi lagu yang lebih perlahan dan intim. Abel mempertebal nuansa romantis dalam lagu ini dengan mengajak Hoyeon sebagai pasangannya. Nuansa Japan city-pop era 80an terasa sangat kental sejak lagu ini mengambil sample dari ‘Midnight Pretenders’ oleh Tomoko Aran. Penyesalan Abel karena terlambat mencintai seseorang menjadi tema utama dalam lagu ini. Meskipun sudah larut dalam kesedihan yang dibawakan oleh Abel, Jim Carrey kembali sebagai penyiar radio yang menyadarkan para pendengar yang sudah sekarat agar tidak menyerah dan tetap mendengarkan seluruh album.

‘Here We Go…Again’ adalah lagu pertama dari album ini dalam konsep featuring. Abel mengajak Tyler, The Creator dalam lagu ini dalam sesi rap tersendiri. Kembali dengan sikap yang toxic, Abel berusaha menjatuhkan mantan kekasihnya dengan pasangannya saat ini yang lebih baik. Di akhir lagu, slogan stasiun radio 103,5 Dawn FM akhirnya diperdengarkan sebagai petunjuk bagi pendengar untuk segera membebaskan jiwanya.

‘Best Firends’ menjadi lagu yang dapat mendefinisikan pengalaman Abel dalam hubungan friend with benefit. Alih-alih menikmatinya, ia justru ingin berhenti dari status tersebut karena perasaan cinta mulai terlibat di dalamnya. Di akhir lagu, slogan Dawn FM kembali menggema sebelum membawa pendengar ke lagu berikutnya.

‘Is There Someone Else’ menjadi lagu yang menunjukkan rasa cemburu, curiga, dan insekuritas dalam menjalin hubungan. Kembali dibawakan dengan tempo yang perlahan, Abel lebih memilih untuk pergi daripada berada dalam sikap sang kekasih yang tidak pasti dan selalu meragukannya.

Meskipun ‘Starry Eyes’ seolah melanjutkan isu insekuritas dalam diri Abel, lagu ini justru menunjukkan perasaan Abel yang bersedia berkorban untuk mempertahankan hubungannya. ‘Starry Eyes’ menjadi simbol atas mata yang berkilau karena menahan air mata agar kekasih yang dicintai tidak meninggalkannya.

‘Every Angel is Terrifying’ terdengar lebih abstrak yang diawali dengan monolog Abel. Lagu ini seolah menjadi bagian dari iklan radio yang menawarkan kepada pembaca terhadap konsep after-life alias dunia setelah kematian. Dengan nomor narahubung yang berubah-ubah, iklan berbalut lagu ini menunjukkan ketidakpastian terhadap adanya konsep kehidupan kedua setelah kematian.

‘Don’t Break My Heart’ kembali dalam isu putus asa dalam menjalani hubungan, bahkan Abel tidak lagi menuntut selain untuk tidak mematahkan hatinya. Ia bersedia untuk melakukan apa saja,  bahkan dengan vokal interlude yang lebih dalam, meminta sang kekasih untuk menjaga hatinya dengan baik-baik.

‘I Heard You’re Married’ menjadi lagu kedua dengan konsep kolaborasi yang mengajak Lil Wayne dalam bagian rap tersendiri. Dengan tempo yang lebih intensif, Abel sempat berada dalam sikap menolak setelah dirayu karena pasangannya telah menikah dengan lelaki lain. Akan tetapi, perasaannya yang masih mencintai membuatnya dalam kondisi dilema dan hampir tertipu dengan rayuan perempuan yang sama.

‘Less Than Zero’ dibawakan dengan lebih lepas dan memanfaatkan synth yang lebih intensif. Meskipun demikian, lagu ini tidak menutupi kerinduan yang membuat Abel masih resah dengan insekuritas dalam dirinya.

‘Phantom Regret by Jim’ menjadi penutup yang sepenuhnya diserahkan kepada Jim Carrey. Dengan suaranya yang khas, Jim seolah merangkum bahwa pendengar tidak hanya menikmati Dawn FM, tetapi juga dapat merefleksikan kematian sebagai konsep yang tidak menakutkan. Dengan tawaran atas surga yang dijanjikan, Jim mengucapkan perpisahan dengan mendoakan kepada pendengarnya.

Best Tracks

‘Take My Breath’ dan ‘Sacrifice’ membuktikan karya-karya MJ sebagai inspirasi utama dalam karir The Weeknd. Dengan nuansa disco era 80-an dan tema seputar kematian yang kental, kedua lagu ini menegaskan hadirnya Dawn FM sebagai cara The Weeknd untuk mengingat kembali ‘Thriller’ dalam konsep yang baru.

Monolog dalam ‘A Tale by Quincy’ dan ‘Phantom Regret by Jim’ patut menjadi renungan mendalam yang berusaha ditawarkan Abel dalam album ini.

‘Is There  Someone Else?” menjadi lagu yang paling intens dengan kesan lebih intim untuk menggambarkan isu loyalitas dalam percintaan masa kini. Di sisi lain, ‘Out of Time’ membuktikan kreativitas The Weeknd dengan mengadopsi genre city pop dari Jepang sebagai sample ke genre RnB secara lebih berkesan.  Lagu ini sesuai untuk membangkitkan tema patah hati bagi pendengarnya.

Untuk merayakan kedua album terbarunya, The Weeknd juga menyelenggarakan tur konser di kota-kota besar Eropa dan Amerika Utara bertajuk “After Hours Til Dawn”. Tur ini berlangsung dari bulan Juli hingga November 2022.

Kendrick Lamar Kendrick Lamar

Kendrick Lamar: Mr. Morale & The Big Steppers Review

Music

Mengunjungi Kota-kota Jauh Melalui Lagu Mengunjungi Kota-kota Jauh Melalui Lagu

Mengunjungi Kota-kota Jauh Melalui Lagu

Cultura Lists

The 1975: Being Funny in Foreign Language The 1975: Being Funny in Foreign Language

The 1975: Being Funny in Foreign Language Album Review

Music

Taylor Swift: Midnights Taylor Swift: Midnights

Taylor Swift: Midnights Album Review

Music

Connect