Connect with us
The Weeknd: Blinding Lights

Music

The Weeknd: Blinding Lights Single Review

“Blinding Lights” hadir dengan musik retro 80-an serta synth electro-pop yang menyegarkan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Abel Tesfaye sepertinya siap menggebrak album baru yang ditunggu-tunggu meluncur ke pasaran. Terbukti, kedua single yang dirilis sebagai pre-release untuk album ini saja sudah menjanjikan berbagai sisi berbeda dari The Weeknd. “Blinding Lights” dirilis secara resmi dua hari setelah peluncuran “Heartless”, single pertama dari The Weeknd sejak EP ‘My Dear Melancholy’ pada Maret 2018 lalu.

Track ini sendiri menjadi bagian dari promosi Mercedes-Benz model EQC terbaru, yang mana The Weeknd menjadi bintang iklannya. Snippet dari track ini meluncur bersamaan dengan teaser iklan dari Mercedes-Benz pada 24 November. Sebelum beberapa waktu kemudian, versi leak dari lagu ini juga bocor ke penggemar. Bocornya lagu baru inilah yang akhirnya membuat Abel mengumumkan adanya album baru dan perilisan single “Heartless”.

Move on dari drama dibalik perilisan kedua single, “Blinding Lights” sama sekali tak terdengar sebagai lagu promosi. Jangan bayangkan sebuah jingle iklan yang bercerita mengenai mobil di dalam track ini, walau pun digunakan untuk promosi Mercedes-Benz. Satu-satunya kaitan dengan mobil hanya sepenggal lirik mengenai overdrive. “I’m running out of time / ‘Cause I can see the sun light up the sky / So I hit the road in overdrive, baby, oh.” Selain itu? Tidak ada kaitan sama sekali antara track ini dengan promosi yang dilakukan untuk Mercedes-Benz.

Di single pre-release kedua untuk album baru ini, Abel kembali bersatu dengan produser Max Martin. Keduanya sebelumnya menggarap mega hits “Can’t Feel My Face” yang melambungkan nama The Weeknd. Mengingat hal ini, untuk “Heartless” pun Abel menggandeng produser Metro Boomin, yang juga bersama-sama memproduseri “Six Feet Under” pada 2016. Mungkinkah album terbaru nanti akan membawa sederet nama produser dari rilisan-rilisan lawas The Weeknd?

Bila “Heartless” merupakan tipe lagu yang seakan sudah menjadi ciri khas dari The Weeknd, maka “Blinding Lights” justru sebaliknya. Single ini mengangkat musik retro 80-an dengan synth-driven electro-pop yang ceria. Tempo sepanjang 3 menit dipertahankan pada batas medium. Satu hal yang disayangkan mengingat lagu ini akan sangat disco friendly. Walaupun sepertinya tempo medium ini dipertahankan demi menyampaikan lirik mendalam di lagu ini. Ya, Abel sepertinya masih belum usai berbicara mengenai cinta, popularitas, dan segala hal dibaliknya.

“Sin City’s cold and empty,” dendangnya, menunjukan betapa Las Vegas, the Sin City terasa kosong tanpa sang pujaan hati. “No one’s around to judge me/ I can’t see clearly when you’re gone“. Serangkaian lirik berikutnya mengungkapkan mengenai bagaimana popularitas membuat Abel kesulitan dan mempertanyakan cinta. Blinding Lights yang ada di lirik pun seakan memberikan makna berbeda. Entah itu mengenai berakhirnya waktu, atau malah tentang kilau popularitas yang membutakan.

Apapun itu, setelah statisme dari “Heartless”, musik retro synth disco pop di “Blinding Lights” memberikan angin segar untuk The Weeknd. Selain juga memberikan harapan album baru nanti akan mengambil rute ‘Starboy,’ yang dirilis pada 2016 lalu, dengan aliran disco dan dance yang kental. Ketimbang ‘My Dear Melancholy’ yang tentunya lebih melankolis. Walaupun sepertinya, kita pun masih akan disuguhi tema cinta, popularitas, serta mungkin sisi lain dari gemerlapnya Hollywood dari kacamata Abel Tesfaye. Atau mungkinkah Abel akan menghadirkan tema lain untuk album terbaru di 2020 nanti? Semoga saja.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect