Connect with us
The Tale of the Princess Kaguya
Ghibli

Film

The Tale of The Princess Kaguya Review

Emosi yang terpancar melalui guratan ilustrasi dan gerakan animasi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sepasang suami-istri menemukan gadis mungil dari sebuah pohon bambu, mereka menamainya Takenoko. Dirawat layaknya anak sendiri, ayah dan ibu Takenoko bertekad untuk membesarkan gadis spesial mereka sebagai seorang putri di kota. Namun, apakah hal tersebut yang benar-benar diinginkan oleh Takenoko?

“The Tale of the Princess Kaguya” merupakan salah satu film animasi terbaik dari Studio Ghibli. Kebanyakan koleksi studio animasi Jepang ini memiliki cerita dan gaya ilustrasi yang khas. Namun, untuk animasi ‘Princess Kaguya’ ada beberapa elemen yang tampil berbeda dari animasi Ghibli lainnya. Terutama pada gaya ilustrasi dan animasi yang disesuaikan dengan adaptasi cerita dari dongeng klasik Jepang.

The Tale of the Princess Kaguya

Diangkat dari Salah Satu Literasi Jepang Terkuno

Animasi ini diadaptasi dari cerita rakyat Jepang bertajuk “The Tales of the Bamboo Cutter” sekitar abad ke-9 menuju ke-10. Putri Kaguya juga memiliki sebutan lain yaitu “Princess from the Moon”, yang telah dijadikan film live-action pada 1987.

Putri Kaguya sendiri merupakan bayi perempuan yang “lahir” dari batang bambu. Ukurannya sangat kecil, cukup serupa dengan kisah Thumbelina. Namun, Putri Kaguya tumbuh sebagai wanita yang cantiK hingga memikat hati Kaisar Jepang. Ketidaknyamanan yang Ia rasakan akhirnya mengungkap identitas asli Putri Kaguya yang ternyata putri yang datang dari bulan.

Adaptasi kisah Putri Kaguya versi Ghibli ditulis ulang menjadi naskah yang tragis, mengandung kebahagiaan sekaligus kesedihan. Penulisan cerita hingga arahan adegan yang dieksekusi dalam setiap frame, merupakan salah satu aspek yang masih menampilkan ciri khas Ghibli.

Materi adaptasinya mungkin sudah diketahui oleh banyak orang, namun presentasi baru dari Ghibli menjadi versi adaptasi yang patut ditonton. Terutama karena dalam versi ini, penonton akan diajak lebih memahami perasaan Putri Kaguya dari sudut pandang personal.

The Tale of the Princess Kaguya

Gaya Animasi Terbaik dari Koleksi Studio Ghibli

Sebagai adaptasi cerita rakyat kuno, pemilihan gaya ilustrasi dan animasi juga disesuaikan untuk menciptakan masterpiece dengan kemasan komplit. Mulai dari atribut promosi hingga film animasinya memiliki visual ala lukisan Jepang kuno. Berbeda dengan film-film Ghibli lainnya dengan gaya ilustrasi realistis, garis gambar yang tegas, dan warna-warna yang “hidup”.

“The Tale of the Princess Kaguya” memiliki ilustrasi yang tampak seperti lukisan cat air, dengan saturasi warna rendah dan background storyboard yang seakan-akan memudar. Serupa dengan buku dongeng bergambar kuno. Namun gaya ini tetap menampilkan keindahan semesta Ghibli yang selalu menghadirkan kehangatan dan perasaan nostalgia.

Dengan naskah dan dialog yang sederhana, layaknya cerita rakyat kuno pada umumnya, emosi maupun suasana dalam suatu adegan diciptakan melalui guratan ilustrasi. Salah satu adegan terbaik dalam “The Tale of the Princess Kaguya” adalah ketika Takenoko merasa frustasi dan marah, kemudian berlari dengan gaun yang berantakan. Pada adegan itu, ilustrasi dan animasi yang ditampilkan terasa sangat agresif, berbeda dengan adegan-adegan lain yang lebih lembut. Masih banyak lagi adegan krusial dalam film ini yang memiliki animasi memikat dan benar-benar membuat kita terkejut.

Perpaduan Animasi dengan Musik Joe Hisaishi yang Menggugah

Satu lagi ciri khas dari Studio Ghibli yang masih kental terasa dalam “The Tales of the Princess Kaguya” adalah komposisi dari Joe Hisaishi yang menjadi original soundtrack. Memang bukan salah satu komposisi yang seikonik soundtrack “Princess Mononoke” maupun “Howl’s Moving Castle”, namun tetap berhasil mengiringi setiap adegan dalam ‘Princess Kaguya’.

Ada banyak adegan dengan keindahan visual yang memadukan animasi serasi dengan soundtrack yang diselipkan. Menciptakan sebuah animasi visual yang dinamis, kaya perspektif (sebagai sebuah animasi 2D), kemudian didukung musik yang melengkapi stimulasi pada setiap indera yang penonton butuhkan untuk “mengalami” sebuah film.

“The Tales of the Princess Kaguya” merupakan koleksi animasi yang tak hanya langkah dalam koleksi Studio Ghibli, namun juga dalam deretan film animasi secara umum. Keunggulan utama dalam film animasi adalah bagaimana desain ilustrasi dan animasinya tak hanya bercerita, namun juga memiliki variasi penerapan untuk menciptakan sebuah emosi.

A World Without Review A World Without Review

A World Without Review: Dystopia Futuristik Bertema Pemberdayaan Wanita

Film

Malignant Review Malignant Review

Malignant Review: Bukti Lelahnya Sang Sineas

Film

Rekomendasi Film Bertema Vampir Rekomendasi Film Bertema Vampir

10 Rekomendasi Film Bertema Vampir

Cultura Lists

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll Review

Film

Advertisement
https://www.cultura.id?_dnembed=true
Connect