Connect with us
The Offspring

Music

The Offspring: Let The Bad Times Roll Album Review

The Offspring mencoba merengkuh generasi baru pendengar punk-rock melalui ‘Let The Bad Times Roll.’

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Lebih dari satu dekade setelah ‘Days Goes By,’ The Offspring kembali dengan ‘Let The Bad Times Roll.’ Melewati berbagai rintangan, termasuk hengkangnya sang bassist sekaligus co-founding member Greg K, ‘Let The Bad Times Roll’ memperkenalkan kembali musik punk-rock khas The Offspring pada generasi baru pendengar.

Meski terbilang underappreciated dibandingkan band punk-rock lain, sulit memungkiri The Offspring membawa musik mereka lintas generasi. Penggemar musik punk-rock dari generasi berbeda pasti familiar dengan “Self-Esteem,” “Pretty Fly (For A White Guy),”atau “You’re Gonna Go Far, Kid.”

Mulai dari album debut ‘The Offspring’ pada tahun 1989, hingga ‘Americana’ (1998) dan ‘Days Goes By’ memiliki pendengar dari generasi berbeda. Sepertinya tidak banyak band, terutama di genre punk, mampu merengkuh pendengar dan penggemar secara konstan dari masing-masing generasi; tanpa kehilangan jati diri dan ciri khas musikalisasi.

The Offspring Let The Bad Times Roll

‘Let The Bad Times Roll’ menjadi upaya berikutnya untuk The Offspring menggaet pendengar di generasi baru. Nampak dari sentuhan melodi yang lebih catchy berpadu dalam balutan spirit punk dan rock’n roll. The Offspring bahkan menyertakan rendition versi piano dari hits “Gone Away Requiem.”

Upaya mengulurkan tangan ke musik punk-rock pada pendengar di generasi baru tidak dilalui dengan mudah. The Offspring berjibaku dalam permasalah demi permasalahan selama proses kreatif ‘Let The Bad Times Roll’. Album yang mulai digarap 6 bulan setelah perilisan ‘Days Goes By’ pada 2012 lalu ini pun membutuhkan 11 tahun hingga siap dirilis.

Ditinggalkan oleh sang bassist sekaligus co-founding Greg K., The Offspring untuk pertama kalinya merilis album dengan 3 personil: Pete Parada di drum; Noodles yang masih setia sebagai backing vocal dan gitaris; dan Dexter Holland, kali ini merangkap sebagai bassist selain vokalis, pianis, dan gitaris. Komposisi personil tersebut didukung oleh Bob Rock, yang kembali menjadi produser.

Bob Rock memegang peranan kunci penting dalam mempertahankan signature musikalitas The Offspring—hal ini sulit sekali dibantah. Produser yang sebelumnya menjadi dalang kesuksesan album Metallica, Mötley Crüe, Aerosmith, dan Bon Jovi ini sudah mulai menggarap ‘Let The Bad Times Roll’ sejak tahun 2013.

‘Let The Bad Times Roll’ dibuka dengan “This Is Not Utopia.” Intro track bergaya musik punk-rock klasik yang memperkenalkan pada musikalisasi khas The Offspring. Chorus nan catchy membawa track ini dengan mudah menjadi earworm sejak pertama kali didengarkan.

Second single sekaligus title track “Let the Bad Times Roll” sedikit kehilangan elemen musik punk-rock. Justru mengedepankan melodi dengan tempo medium. Tune laid-back dan permainan instrumen ceria memberi kesan track ini memang ditujukan sebagai lagu komersial untuk merajai radio.

Untungnya The Offspring tidak terlena dalam buaian irama mainstream dan langsung menggeber pendengar melalui “Behind Your Walls” dan “Army of One.” Tempo lebih cepat di track ini bersinergi bersama harmonisasi dan melodi—yang lagi-lagi catchy. “Behind Your Walls” dan “Army of One” seakan menjadi jembatan untuk memudahkan pendengar jatuh lebih dalam di musik The Offspring tanpa melangkah terlalu jauh dari irama mainstream.

Apalah artinya album dari band punk-rock tanpa permainan instrumen ciamik. The Offspring membuktikan ketiga personil masih sangat handal dengan instrumen masing-masing di track “Breaking These Bones.” Di antara track lain di ‘Let the Bad Times Roll,’ “Breaking These Bones” tak perlu diragukan memiliki komposisi dan permainan instrumen terbaik.

Walau sayang, The Offspring masih belum mampu menghadirkan lirik dengan narasi apik yang akan sejalan dengan ciamiknya instrumen di latar belakang.

Setelah dimanjakan dengan bassline dan drumroll di “Breaking These Bones” , “Coming for You” menunjukkan pesona sang lead gitaris. Vokalisasi serta bagaimana Holland menggebrak dengan dentuman gitar menjadi highlight tak terlupakan di single pertama yang dirilis 6 tahun lalu ini.

Upaya The Offspring dalam merangkul generasi baru tidak saja melalui baluran irama mainstream dan lagu-lagu radio-ready nan catchy. Holland dan kawan-kawan menghadirkan pula kesan lebih santai, relaxing, dan cerah dalam tiap-tiap track. Masing-masing lagu seakan digubang agar cocok didengarkan di hari Minggu sore nan santai dan ceria.

“We Never Have Sex Anymore” menjadi track untuk deskripsi tersebut. The Offspring meninggalkan high spirit punk-rock dengan gebukan drum dan cecaran gitar serta bass; digantikan instrumental bertempo sedang dan relaxing vibe.

“Hall of the Mountain King” meluncur sebagai katarsis sebelum pendengar dibawa ke track dengan musik The Offspring sesungguhnya: “The Opioid Diaries” dan ”Hassan Chop” merupakan teks-book track berisi semua elemen musikalisasi band punk-rock tersebut.

Versi piano dari hits di tahun 1997, “Gone Away Requiem” disusul “Lullaby” menjadi penutup sekaligus kata perpisahan manis dari ‘Let The Bad Times Roll.’

Sebagai album yang mulai digarap satu dekade lalu, ‘Let The Bad Times Roll’ tidak terdengar ketinggalan jaman. Sebaliknya The Offspring justru cukup in-tune dengan tren pada arensemen serta mixing album ini.

Secara keseluruhan, The Offspring berhasil memperkenalkan (kembali) musik mereka—bersama berbagai penyesuaian yang mengikuti jaman. ‘Let The Bad Times Roll’ jelas bukan album yang ditujukan pada penggemar setia; para pendengar punk-rock yang menanti-nanti kehadiran kembali sang band legendaris.

Album ini justru menjadi jembatan bagi The Offspring untuk mengundang pendengar dan penggemar baru. Menghadirkan irama dan nada-nada familiar tanpa melupakan root musikalisasi The Offspring.

Click to comment

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl Marion Jola, Danilla, Ramengvrl

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl: Don’t Touch Me Single Review

Music

Lana Del Rey Lana Del Rey

Lana Del Rey: Blue Banisters, Text Book & Wildflower Wildfire

Music

Rag’n’Bone Man: Life in Misadventure Album Review

Music

Olivia Rodrigo Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo: Sour Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect