Connect with us
The Last Duel
20th Century Studios

Film

The Last Duel Review: Isu Kekerasan Pada Perempuan di Era Mediaeval

Film kolosal mediaeval dengan aksi dan drama yang sudah jarang diproduksi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Jean de Carrouges (Matt Damon) adalah seorang ksatria pemberani di medan perang. Jacques Le Gris (Adam Driver) adalah bangsawan yang terkenal sebagai pria rupawan dan cerdas. Ketika istri Carrouges, Marguerite de Carrouges (Jodie Comer) menyatakan bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Jacques Le Gris, kedua pria tersebut harus melakukan duel untuk membuktikan siapa yang bersalah di hadapan Tuhan.

“The Last Duel” merupakan film kolosal berlatar mediaeval terbaru dari Ridley Scott, yang sukses dengan “Gladiator” pada 2000 silam. Berdasarkan kisah sejarah nyata, film ini diangkat dari buku “The Last Duel: A True Story of Trial by Combat in Medieval France” oleh Eric Jager pada 2004.

Ada banyak kisah sejarah yang tidak memuaskan kita dan terlalu brutal untuk diangkat sebagai film yang besar. Namun, kisah kali ini merupakan salah satu yang patut diangkat, baik untuk mendukung norma dan moral maupun hiburan berkualitas secara sinematik.

The Last Duel

Wanita yang Menjadi Korban di Tengah Pertarungan Harga Diri Para Pria

Melalui sinopsis dan judulnya, “The Last Duel” menimbulkan ekspektasi akan film medieval seperti “Gladiator”, “Braveheart”, dan sejenisnya, terutama karena film ini disutradarai Ridley Scott.

Film berdurasi 2 jam lebih ini memang mengandung kisah sejarah dengan intrik dan persaingan dalam lingkaran bangsawan, sekuen peperangan, serta pertarungan yang brutal. Namun, semakin kita menyimak naskah yang disampaikan, semakin kita memahami bahwa film ini mengandung materi drama yang mendalam dan masih relevan hingga era modern ini; isu kekerasan dan pelecehan seksual pada perempuan.

Naskah “The Last Duel” ditulis oleh aktor yang terlibat dalam film ini juga, Matt Damon dan Ben Affleck, serta Nicole Holofcener. Bukan duo yang seharusnya disepelekan, Damon dan Affleck pernah sukses menulis naskah film, “Good Will Hunting” pada 1997.

Dalam “The Last Duel” kita akan menyaksikan tiga perspektif cerita dari ketiga karakter utama. Dimana pastinya, setiap dari mereka merasa menjadi pahlawan atau pihak yang benar dalam kisah ini. Meski terasa repetitif, ada banyak detail krusial yang bisa kita amati, yang pada akhirnya memberikan pandangan dan pemahaman terbaik pada Marguerite, yang sebetulnya menjadi subyek utama dalam kisah ini bersinggungan dengan isu kekerasan pada perempuan.

The Last Duel

Twist dalam Setiap Sudut Pandang, Babak Terakhir yang Menegangkan

Disarankan untuk tidak mencari tahu sejarah duel dalam kisah ini untuk pengalaman menonton yang lebih menegangkan, terutama pada babak terakhir. Seperti yang telah disebutkan, “The Last Duel” menyajikan tiga sudut pandang dari karakter utama; Carrouges, Jacques Le Gris, dan pada akhirnya Marguerite, yang diyakini sebagai plot dengan kisah paling benar.

Selain untuk menyajikan cerita secara lengkap, setiap sudut pandang akan memberikan efek yang signifikan bagi kita untuk menilai setiap karakter. Kemudian mampu diterapkan pada bagaimana kita menanggapi sebuah kasus pelecehan seksual pada perempuan. Dimana masih sering ada sikap menyalahkan korban yang seharusnya dibela, bagaimana pelaku memberikan pernyataan yang menyudutkan korban dan dengan seribu usaha mampu memutar balik fakta. Setiap sudut pandang akan memberikan twist yang berbeda dari setiap karakter.

Hingga pada akhirnya, babak akhir dengan adegan duel yang dinanti-nanti akan menjadi babak paling seru bagi penonton. Setelah menyimak latar belakang duel tersebut, penonton akan merasakan ketegangan dan kegelisahan yang sebenarnya, menanti nasib dari Marguerite di tangan dua pria yang sebetulnya hanya bertarung demi nama mereka masing-masing.

Jenis Film Kolosal yang Kita Rindukan, Namun Sudah Jarang Diproduksi

Selain memiliki naskah dan directing yang sudah sangat bagus, tim produksi “The Last Duel” juga maksimal dalam menghidupkan latar kerajaan Prancis medieval dalam film ini. Mulai dari lokasi syuting, hairdo dan makeup, hingga desain kostum.

Kemudian eksekusi dengan sinematografi dan musik bermutu dari Harry Gregson-Williams. “The Last Duel” juga menghadirkan deretan aktor ternama. Selain Matt Damon dan Ben Affleck, ada Adam Driver, Jodie Comer, dan aktor muda yang sedang naik daun, Alex Lawther sebagai Raja Charles VI.

“The Last Duel” memiliki segalanya untuk menjadi film terbaik dengan penghasilan Box Office yang sukses. Dengan budget 100 juta USD, “The Last Duel” sayangnya hanya meraup 30,6 juta USD saja di Box Office. Pada titik ini, kita tidak bisa selalu menyalahkan pandemi yang membatasi penonton untuk mengunjungi bioskop.

Film kolosal ini memiliki kelemahan dalam aspek promosinya. Ini era-nya media sosial, dimana sebuah konten harus viral untuk menjadi komoditas laris dan menguntungkan. Layaknya sebuah film kolosal yang sudah lama kita rindukan dari era millennium, film ini juga masih mengadaptasi metode promosi yang sudah ketinggalan zaman.

Sangat disayangkan, “The Last Duel” seharusnya tidak layak masuk dalam jajaran film flopped dari 2021, yang akhirnya kini sudah bisa kita tonton di Disney+.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Connect