Connect with us
The Dig 2021
Netflix

Film

The Dig Review: Menggali Kisah Basil Brown yang Terpendam

Film sejarah penuh makna dan informatif seputar arkeologi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada tahun 1939, Edith Pretty mempekerjakan Basil Brown untuk menggali gundukan di lahannya, di lokasi bersejarah Sutton Hoo. Basil Brown, seorang tukang gali sekaligus arkeolog otodidak, akhirnya menemukan apa yang sudah menjadi dugaannya dari awal; kapal milik peradaban Anglo-Saxon.

Karena dianggap tidak kompeten dan sekadar tukang gali tak bergelar, proyek besar tersebut akhirnya diklaim oleh arkeolog British Museum. Nama Basil Brown pun tidak dicantumkan dalam proyek penggalian yang membuka pengetahuan kita akan Zaman Kegelapan (Dark Ages) tersebut.

“The Dig” merupakan Netflix Original Movie yang akan mengajak kita menggali kisah sejarah dari arkeolog dengan bakat alami, Basil Brown. Sosok yang seharusnya mendapat pengakuan tertinggi dalam proyek penggalian kapal Anglo-Saxon. Film ini disutradarai oleh Simon Stone. Naskah ditulis oleh Moira Buffini, diadaptasi dari novel berjudul serupa karya John Preston.

The Dig Netflix

Netflix

Sinematografi yang Menggugah, Membuat Kita Rindu Layar Lebar

“The Dig” disajikan dengan sinematografi yang menggugah sesuai arahan Mike Eley. Didominasi dengan warna-warna earth tone yang hangat, mengeksploitasi keindahan latar syuting yang sebagian besar diambil di Suffolk, nyaris berdekatan dengan situs penggalian asli dalam kisah ini. Ada banyak frame wide angle yang membuat kita rindu bioskop. “The Dig” merupakan salah satu jenis film yang patut ditonton di layar lebar untuk pengalaman maksimal.

Ada salah satu adegan yang diambil dari sudut pandang langit, memperlihatkan perbandingan antara setiap karakter dengan situs galian berbentuk relung kapal. Adegan tersebut pastinya akan lebih berkesan jika ditampilkan seakan-akan ukuran sebetulnya dengan tayang di layar lebar.

Sinematografi dengan tema warna yang hangat dipadukan dengan scoring musik klasik dari Stefan Gregory. Tidak terlalu memorable, namun cukup membangkitan emosi tertentu selama kita menonton film drama bermuatan sejarah ini.

The Dig

Netflix

Memahami Profesi Arkeolog Dengan Hasrat dan Ketertarikan Tersendiri

Melalui karakter Basil Brown yang diperankan oleh Ralph Fiennes, kita akan memahami bagaimana dunia arkeologi juga mengandung hasrat dan hal menarik. Sama halnya ketika kita punya passion untuk menjadi penulis atau passion sebagai barista, seorang arkeolog juga punya passion.

Sebagai “outsider” dalam dunia arkeologis, kita akan mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk memiliki rasa empati pada Basil sebagai arkeolog otodidak. Ia tidak punya ijazah maupun gelar tinggi, namun hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan bahwa Ia tidak berhak atas pengakuan sebagai penemu artefak kapal Anglo-Saxon.

Kita juga akan menyaksikan proses galian dengan teknik khusus dengan berbagai kuas. Bahwa profesi ini tidak sekadar menggali, perlu ketelitian dan kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakan maupun secara tidak sengaja merusak artefak ratusan tahun yang rentan. Kita juga akan dibuat excited dan ikutan senang ketika penggalian mendapatkan penemuan besar.

“The Dig” akan sangat menghibur sekaligus informatif buat kita yang menyukai film bertema sejarah. “The Dig” memang tidak memuat momen besar seperti biografi Winston Churchill dalam film “Darkest Hour” atau kekejaman holocaust pada “Schindler’s List”, segmentasinya lebih spesifik untuk para fans hardcore dari konten sejarah.

The Dig

Netflix

Selalu Ada Momen Dramatis untuk Variasi Mood, Namun Tetap Natural

Film ini tidak bisa dibilang memiliki plot yang lambat dan tipikal film drama yang terasa sunyi. Selalu ada hal-hal dramatis tidak terduga terjadi pada setiap babaknya. Menciptakan variasi emosi dan mood pada penonton agar tidak cepat bosan.

“The Dig” juga memuat cukup banyak side story dari agenda utamanya. Mulai dari kisah Edith Pretty (Carey Mulligans) dan anaknya (Archie Barnes), kedua aktor ini juga menampilkan akting berkualitas yang menyentuh hati. Melihat nama Carey Mulligans, yang terlintas dibenak kita pastinya penampilan sweet-sadistic-nya pada film Promising Young Woman (2020) yang sempat hype beberapa waktu belakangan. Dalam film ini, Carey akan menampilkan cita rasa akting yang sangat berbeda, namun satu hal yang akhirnya kita akan akui; Carey Mulligans adalah aktris berbakat.

Ada juga sentuhan kisah cinta kompleks pada karakter Peggy Piggott yang diperankan oleh Lily James. Kisah yang berlatar pada masa Perang Dunia II juga ditampilkan sebagai latar yang hidup. Film ini mampu mengeksekusi plot dramatis dengan cara paling natural.

“The Dig” merupakan film bersejarah yang tidak hanya akan meninggalkan kesan pada penontonnya, namun berarti untuk sosok Basil Brown yang sudah sepatutnya mendapatkan pengakuan akan penemuan sejarahnya.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect