Connect with us
Spirited Away
Studio Ghibli

Film

Spirited Away: Animasi Legendaris Studio Ghibli yang Filosofis dan Penuh Makna

Dongeng mempesona yang membawa kritik tajam tentang kehidupan masyarakat modern.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Di usianya yang sudah lebih dari dua puluh tahun, “Spirited Away” (2001) masih menjadi salah satu film animasi yang selalu direkomendasikan banyak orang. Karya besar dari Hayao Miyazaki ini menceritakan perjalanan fantasi sekaligus spiritual seorang gadis cilik ke sebuah tempat misterius.

“Spirited Away” dianggap sebagai salah satu film animasi terbaik yang bisa membius para penonton, baik dari segi cerita, penggambaran karakter, simbolisme kehidupan, hingga teknik pembuatan animasinya yang masih sangat orisinil. Tidak heran jika film ini banyak mendapat perhatian, selain menuai beragam kritik positif juga memborong banyak penghargaan bergengsi, salah satunya sebagai Best Animated Feature di Academy Awards ke-75.

Spirited Away

Perjalanan Paling Berkesan ke Sebuah Tempat Misterius

“Spirited Away” membawa cerita tentang perjalanan Chihiro (Rumi Hiiragi) yang tersesat ke tempat misterius setelah memasuki terowongan di tengah hutan, ia harus berpisah dengan kedua orang tuanya yang berubah menjadi seekor babi karena serakah melahap makanan dari tempat asing.

Dalam perjalanannya, Chihiro bertemu dengan Haku (Miyu Irino) remaja lelaki yang menjadi jelmaan roh Sungai Kohaku. Haku membantu Chihiro untuk bertahan di dunia antah berantah yang tidak dikenalnya dengan menyarankannya untuk bekerja di tempat pemandian milik Yubaba (Natsuki).

Karena Chihiro ingin membawa pulang dan merubah kedua orang tuanya menjadi seperti semula, ia melakukan segala cara untuk bisa bertahan, dari mulai merelakan dirinya bekerja sebagai seorang pelayan di tempat pemandian untuk roh-roh para Dewa, hingga harus menghapus dan melupakan sebagian namanya.

Chihiro kini hidup dengan nama barunya “Sen”, Ia memulai petualangan barunya. Ia dihadapkan dengan Yubaba, pemilik pemandian yang selalu semena-mena dan berkuasa. Belum lagi, Sen juga harus siap sedia melayani tamu-tamu aneh dengan bentuk dan rupa yang janggal seperti Stink Spirit dan No-Face atau juga lebih dikenal dengan nama Kaonashi (Akio Nakamura).

Dalam kehidupan barunya, apakah Sen akan tinggal dan terjebak dalam belenggu Yubaba, si penyihir jahat yang penuh tipu daya? Atau dia akan ingat tujuan awalnya dan menemukan jalan pulang?

Selain menceritakan perjalanan panjang Sen, film ini juga akan menuntun penonton menemukan jawaban dari hal-hal yang juga menjadi misteri untuk Chihiro.

Spirited Away

Mengurai Setiap Karakter Sebagai Simbolisme Kehidupan

Perjalanan panjang Chihiro ke tempat misterius dalam film ini, bukan hanya sebuah dongeng dangkal yang menyajikan kisah jagoan cilik yang kuat dan pemberani. “Spirited Away” hadir sebagai antitesis dari kisah pahlawan yang memiliki kekuatan super. Chihiro dibuat lebih sederhana tanpa kemampuan khusus, ia hanya gadis berumur 10 tahun biasa yang berusaha keras tidak melupakan identitas dirinya dan teguh pada tujuan hidup yang diyakini.

Keberadaan tokoh Haku sebagai jelmaan roh Sungai Kohaku juga bukan tanpa alasan, ia datang sebagai kiasan hancurnya ekosistem alam karena ulah manusia. Haku yang malang, ia melupakan identitasnya sebagai sungai yang jernih, dan kini tempatnya beralih fungsi sebagai apartemen dan gedung-gedung pencakar langit.

Simbolisme tentang keserakahan manusia juga digambarkan dari kehidupan Stink Spirit yang bisa menelan apa saja, dari mulai sepeda, sampah, hingga ban mobil. Ia berbau busuk dan menjijikan. Namun, jika dilihat lebih dekat pada akhirnya Stink Spirit berhasil ditolong oleh Chihiro untuk mengeluarkan benda-benda aneh dari dalam tubuhnya. Ia mengingatkan pada penampakan lingkungan tercemar yang disebabkan oleh manusia. Membuang sampah sembarangan, berperilaku konsumtif, dan tidak peduli dengan alam.

Karakter No-Face atau Kaonashi yang penampilannya sangat ikonik dan selalu dijadikan inspirasi cosplay oleh banyak orang, juga menjadi salah satu simbol nyata tentang keberadaan orang-orang yang hilang arah, ia akan mengikuti dan menelan mentah-mentah apa saja yang dilihatnya. Persis seperti watak sebagian besar orang, mudah dihasut dan tidak memiliki pendirian.

Sedangkan Yubaba dan kerajaan bisnisnya adalah representasi dari budaya kapitalisme dan potret kehidupan pekerja buruh yang tidak memiliki banyak pilihan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti Chihiro dan Haku yang selalu bekerja keras setiap hari dengan harapan kosong, mereka melakukan perintah Yubaba sampai hampir kehilangan identitas dan tujuan hidupnya. Bukankah hal semacam itu yang sering dialami oleh para pekerja yang mengabdikan hidupnya pada korporat?

Fantasi Penuh Makna yang Selalu Relevan Sampai Kapanpun

“Spirited Away” adalah film animasi yang selalu memiliki pergeseran makna saat ditonton pada umur yang terus bertambah. Di usia sepuluh tahun, film ini mungkin akan dilihat sebagai film petualangan di dunia fantasi yang seru, dengan monster-monster yang unik dan beberapa antagonis yang menyeramkan.

Namun, jika film ini ditonton di umur 25 tahun atau setelahnya, beberapa orang akan menyadari bahwa ini bukan hanya sebuah perjalanan fantasi biasa, tapi banyak pelajaran hidup yang sangat relevan dengan kehidupan orang dewasa saat ini. Ada cerita tentang pencarian arah dan tujuan hidup, konsumerisme, kapitalisme, budaya kerja yang salah, keserakahan manusia, kerusakan alam, dan jika diperhatikan secara seksama ada cerita tentang perjalanan spiritual yang sangat personal.

Selain menjadi gerbang untuk memperkenalkan banyaknya filosofi kehidupan masyarakat Jepang kepada dunia, dan membawa kritik tajam tentang kehidupan masyarakat modern yang serakah serta abai terhadap lingkungan, “Spirited Away” juga berkembang mempengaruhi dunia untuk melihat film-film animasi yang bukan hanya keluaran Disney saja.

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023 10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

Cultura Lists

Balada Si Roy Balada Si Roy

Balada Si Roy Review: Lika-liku Perusuh Tatanan

Film

Elvis Elvis

Elvis Review: Kisah Jatuh Bangun King of Rock and Roll 

Film

Autobiography Autobiography

Autobiography Review: Kelam dalam Dambaan

Film

Connect