Connect with us
raw movie

Film

Raw Review: Coming of Age dan Kanibalisme

Film tentang kanibalisme yang tidak mengeksploitasi konten gore.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Raw merupakan film karya sutradara Julia Ducournau yang rilis pada tahun 2016 silam. Dibintangi oleh Garance Marillier sebagai Justine, film ini merupakan penampilan debut bagi aktris muda tersebut.

Bercerita tentang Justine, remaja vegetarian yang memulai tahun pertamanya sebagai mahasiswa jurusan dokter hewan. Setelah memakan daging untuk pertama kalinya, Justine menyadari bahwa dirinya memiliki hasrat besar yang tersimpan dalam dirinya.

Sempat diputar dalam Toronto International Film Festival 2016, Raw membuat crew festival harus memanggil ambulan karena adanya penonton yang pingsan dalam midnight screening film ini.

raw movie

Raw (2016)

Dilansir dari Indiewire, ada beberapa penonton yang tampaknya tidak kuat dengan adegan kanibalisme dalam film drama horror asal Prancis ini. Film ini memang mengandung beberapa adegan yang bikin ngilu, namun secara keseluruhan, Raw sebetulnya tidak terlalu mengeksploitasi konten gore. Film drama ini ingin mengeksplorasi tema kanibalisme dengan perspektif yang baru.

Ketika Kanibalisme Merupakan Bagian Dari Kehidupan

Masih ingat sosok Sumanto? Sosok satu ini sempat menggemparkan masyarakat kita ketika kasusnya dimuat di berbagai media Indonesia pada tahun 2003 silam. Kisahnya pun sudah difilmkan oleh Christ Helwedery pada tahun 2004. Raw kurang lebih memiliki kisah yang sama, yaitu tentang kanibal yang hidup di tengah masyarakat. Tapi tenang saja, kalau film ini merupakan kisah fiksi yang naskahnya ditulis juga oleh Julia Ducournau.

Film tentang kanibal pada umumnya merupakan ajang eksploitasi konten sadis, gore, dan kekerasan. Biasanya karakter secara sengaja dibuat menakutkan dan secara sadar memburu manusia untuk memenuhi hasratnya. Berbeda dengan Raw, film ini memiliki penulisan naskah yang realistis dan tidak dilebih-lebihkan. Dimana Justine, gadis 16 tahun yang akhirnya masuk universitas dan tinggal di asrama.

Raw 2016

Raw (2016)

Seperti halnya anak remaja yang memulai hidup baru menuju kedewasaan, akan ada banyak hal baru yang ia eksplorasi. Mulai dari lingkaran perteman baru, hingga hal yang bersifat personal seperti menghadapi hawa nafsu terhadap lawan jenis. Tanpa Justine sadari, gejolak yang ia rasakan lebih dari sekadar keinginan untuk berhubungan intim, melainkan hasrat yang lebih besar lagi; untuk memakan daging manusia.

Perpaduan antara kisah coming of age dan kanibalisme dalam film ini menyatu dengan baik. Membuat kisah ini terasa realistis, original, dan menarik untuk disimak.

Adegan Gore yang Memiliki Esensi

Kita tak akan melihat Justine merobek daging manusia dengan mulutnya atau adegan darah yang berlebihan dalam film ini. Mungkin hanya ada dua atau tiga adegan kanibalisme yang cukup bikin penonton ngilu. Adegan-adegan tersebut pun hadir karena memiliki esensi dan berpengaruh besar pada perkembangan cerita. Secara mengerikan dihadirkan dengan ketenangan dan situasi yang tidak didramatisir, namun justru menimbulkan ketakutan baru bagi penonton.

Ada banyak penjelasan yang dijelaskan secara visual ketimbang melalui dialog dalam film ini. Setiap gelagat dan tindak tanduk Justine patut kita perhatikan dalam setiap adegan karena memiliki makna tersirat. Seperti puzzle yang harus kita satukan untuk menuju kesimpulan akhir.

Secara keseluruhan, Raw merupakan salah satu film terbaik yang patut kita tonton minimal sekali saja. Konten kanibalisme yang menjadi label pada film ini dibawakan dalam kemasan drama yang realistis dan bermakna, tak sekedar memenuhi hasrat kita akan konten gore.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect