Connect with us
Pieces of a Woman
Netflix

Film

Pieces of a Woman Review: Duka Dalam Kesunyian Pasca Kehilangan Bayi

Akting terbaik dari Vanessa Kirby, namun naskah kurang bercerita.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Pieces of a Woman” merupakan film drama terbaru karya sutradara Kornel Mundruczo, dibintangi oleh Vanessa Kirby dan Shia LaBeouf. Film ini merupakan salah satu yang paling diantisipasi akhir tahun 2020 lalu, akhirnya sudah bisa streaming mulai 7 Januari 2021 di Netflix.

Martha dan Sean adalah pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran bayi perempuan mereka. Keduanya memutuskan untuk melakukan persalinan di rumah dengan bantuan seorang bidan. Ketika persalinan tidak berjalan sesuai rencana, Martha mengalami masa duka yang menciptakan jurang antara suami dan keluarganya. Melalui film ini, kita diharapkan mampu memahami kesedihan yang dirasakan seorang ibu ketika kehilangan bayinya yang belum lama lahir. Namun, apakah “Pieces of a Woman” berhasil menyampaikan perasaan tersebut?

Pieces of a Woman

Netflix

Akting Vanessa Kirby yang Menantang Secara Fisik dan Emosi

Penampilan akting Vanessa Kirby patut menjadi highlight dari “Pieces of a Woman”. Film ini memberikan porsi yang besar untuk sang aktris mengeksplorasi akting yang menantang secara fisik dan emosi. Pada 30 menit pertama, kita akan menyaksikan prolog dimana Martha sedang bersiap untuk bersalin. Kita akan melihat setiap detik perkembangan kontraksi dan proses bersalin yang eksplisit dan cukup menggelisahkan.

Dalam durasi yang cukup panjang ini, Vanessa mampu secara stabil menampilkan akting yang menyakinkan secara fisik maupun ekspresi. Kita akan ikut merasa gelisah melihat Martha kesakitan dan kualahan. Pada adegan ini, directing sinematografi disajikan menggunakan teknik one-long-shot yang terasa sangat otentik.

Sebetulnya hanya sekitar dua atau tiga adegan yang menjadi statement dari film ini. Dalam setiap adegan itu, Vanessa menggunakan momen tersebut untuk menampilkan akting terbaiknya. Sebagai seorang wanita yang sedang berduka, lepas dari segala drama dan kepentingan duniawi yang akhirnya muncul karena tragedi ini, Martha hanya merasa sedih harus kehilangan bayi yang Ia impikan.

Sebagai seorang aktris yang belum memiliki pengalaman bersalin apalagi memiliki anak, Vanessa Kirby berhasil memberikan kualitas terbaik yang menyakinkan. Bisa jadi merupakan penampilan akting terbaik sang aktris sepanjang karirnya sejauh ini.

Pieces of a Woman

Netflix

Membuat Kita Mengerti Sebuah Peristiwa, Namun Tidak Terlalu Menimbulkan Empati

Film ini tampak sekali hendak menyajikan materi yang otentik dan dekat dengan realita. Hal tersebut terlihat dari narasi plot yang hanya mengandalkan sinematografi dan eksekusi akting para aktornya. Namun, narasi terasa sunyi dan hanya memperlihatkan agenda tertentu, bukan perasaan dari karakter utama. Kita sekedar melihat proses persalinan yang mendebarkan, acara makan malam keluarga yang kikuk, bagaimana Martha melanjutkan rutinitas meski masih berduka, atau momen-momen kecil dimana Ia melihat anak-anak di tempat umum.

Kita tahu apa yang sedang dialami Martha, bagaimana perasaannya ketika Ia akhirnya angkat bicara, namun tidak cukup untuk membuat kita memahami kompleksitas akan kesedihan dan amarah yang Martha rasakan. Kita tidak akan terlalu paham mengapa Ia menjaga jarak dari Sean, suaminya, tanpa ada penjelasan apa pernikahan mereka memang tidak harmonis bahkan sebelum musibah. Begitu juga dengan ibunya, apa ada mother-issue yang dialami oleh Martha? Pada sisi ini, Martha jadi terlihat menyebalkan lepas dari musibah yang sedang menimpanya. Ia seperti tidak menolak segala bantuan dari orang terdekatnya.

Perkembangan Plot Terlalu Lambat, Banyak Babak Terasa Kosong

“Pieces of a Woman” dibuka dengan 30 menit yang tidak akan kita lupakan. Mulai dari penulisan, pengarahan kamera, hingga penampilan akting dari setiap aktor sangat sempurna, 30 menit paling sempurna dari film ini. Sayangnya, setelah prolog berlalu, tidak akan ada banyak adegan yang menjaga antusiasme kita sebagai penonton. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, narasi hening dalam film ini terlalu sunyi untuk membuat kita mengerti. Kita tidak paham mengapa karakter ini memutuskan untuk bertindak seperti ini, dan karakter lain bertindak seperti itu.

Meski sesuai keterangan ada lompatan tanggal yang terjadi dalam penyampaian kisah Martha, film ini terasa terlalu lama dan membosankan pada beberapa titik. 2 jam terasa terlalu lama untuk film ini, seharusnya bisa lebih pendek. Karena pada akhirnya juga, adegan pertama dan mendekati akhir saja yang terasa menarik perhatian kita kembali ke layar.

Secara keseluruhan, “Pieces of a Woman” kurang berhasil memberikan kita kompleksitas kesedihan dari seorang wanita yang kehilangan bayinya saat bersalin. Hal tersebut karena narasi yang terlalu kosong dan penulisan yang kurang maksimal secara emosi. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa akting Vanessa Kirby menjadi unsur terbaik dari film ini.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect