Connect with us
Perfect Blue 1997 Review
Perfect Blue (1997)

Film

Perfect Blue Review: Anime Thriller Terbaik yang Pernah Ada

Petualangan psikologi seorang idola Jepang yang memutar otak.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Perfect Blue merupakan film animasi Jepang (anime) karya Satoshi Kon yang rilis pada tahun 1997. Film ini bisa dibilang sebagai karya terbaik dari Kon yang masih masuk dalam daftar film anime terbaik hingga saat ini.

Buat yang bukan penggemar anime, Perfect Blue dijamin tetap memberikan kesan karena storyboard-nya yang didesain serius ala film-film suspense thriller Hollywood. Film anime ini memiliki vibe yang sama dengan Black Swan (2010) dan Shutter Island (2010).

Perfect Blue

Perfect Blue | IMDb

Mima Kirigoe adalah seorang idol dari sebuah grup bernama CHAM! Ingin mengubah image-nya sebagai wanita dewasa, Ia pun memutuskan untuk meninggalkan grup tersebut dan memulai karir di dunia akting dan modeling. Namun, transisi karir yang dialami Mima ternyata berubah menjadi situasi yang mengguncang batin dan jiwanya. Situasi semakin memburuk ketika Ia menyadari bahwa dirinya memiliki stalker dan munculnya berbagai kasus pembunuhan sadis yang secara aneh memiliki kaitan dengan dirinya.

Animasi Bergaya Aesthetic 90an dan Editing yang Memukau

Satoshi Kon terkenal sebagai animator 2D yang memiliki gaya menggambar setiap frame menarik. Dengan genre suspense thriller yang memutar otak, tak hanya ceritanya yang akan mempengaruhi pikiran. Banyak juga adegan yang didesain secara menarik.

Perlahan tapi pasti, teknik animasi yang membingungkan akan semakin intens menuju babak terakhir dari anime ini. Kita akan dibuat bingung antara kenyataan, halusinasi, hingga mimpi dari sudut pandang Mima Kirigoe. Menonton film ini bisa menjadi pengalaman menarik dan membuat kita terpukau bagaimana film animasi 2D memiliki unsur teknikal yang patut diapresiasi lebih.

Perfect Blue

via IMDb

Meski pergerakan karakter dan background masih kaku dan tidak selues animasi jaman sekarang, hal tersebut justru memberikan nilai estetika 90an yang masih hype hingga saat ini.

Pemilihan tone warna yang dihadirkan memadukan nuansa feminim yang dipadukan dengan nuansa suram, menciptakan gaya film femme fatale yang ikonik. Sesuai dengan temanya yang memperlihatkan sisi gelap dunia hiburan Jepang yang tampak manis di permukaan.

Memahami Sisi Gelap Dunia Hiburan Bagi Seorang Perempuan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kita akan merasakan petualangan psikologi melalui sudut pandang Mima Kirigoe. Mulai dari sosok idol yang imut, manis, dan optimis, hingga akhirnya menuju kegilaan dan frustasi.

Ada konten-konten mengganggu dan traumatis yang disuguhkan. Kita bisa melihat masalah-masalah yang harus dihadapi oleh seorang artis muda. Mulai dari teror tidak jelas, kengerian diikuti oleh stalker, hingga dipaksa untuk melakukan adegan atau pemotretan yang membuatnya merasa tidak nyaman. Isu ini pasti masih relevan diangkat hingga saat ini. Tak hanya di Jepang, krisis ini juga pasti banyak dialami oleh gadis muda di penjuru dunia ketika hendak mencoba peruntungan di industri hiburan.

Sentuhan Thriller yang Memberikan Rasa Terteror

Tak hanya permasalahan psikologi yang sudah pelik, Mima juga harus menghadapi berbagai kasus pembunuhan aneh di sekitarnya. Tak hanya mengandung adegan vulgar dan sensual, Perfect Blue (1997) juga menampilkan beberapa adegan gore yang cukup bikin ngilu. Ada juga beberapa adegan kekerasan.

Mungkin awalnya kita hanya berpikir bahwa film ini hanya film animasi, tak akan semengerikan film live action. Namun, Perfect Blue memiliki berbagai adegan mengerikan yang didukung dengan scoring tepat. Kita akan merasakan ketakutan dan rasa trauma yang juga dialami oleh Mima.

Secara keseluruhan, Perfect Blue merupakan film anime fiksi dengan referensi berdasarkan fakta yang relevan sepanjang masa. Anime ini merupakan salah satu yang ikonik karena kisah dan estetika yang ditampilkan secara visual, lepas dari segala keterbatasannya. Perfect Blue bisa dibilang merupakan karya terbaik dari Satoshi Kon yang wajib untuk ditonton.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect