Connect with us
Pengabdi Setan Review
Rapi Films

Film

Pengabdi Setan Review: Menegangkan Walau Cakupan Kecil

Joko Anwar memberikan standar modern dalam sinema horor Indonesia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Horor merupakan salah satu genre yang paling populer di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tak heran jika film yang mengusung genre tersebut lebih disukai kala perilisannya. Populernya horor juga hadir karena deretan film berkualitas, salah satunya ‘Pengabdi Setan’ yang tayang pada 2017 lalu.

‘Pengabdi Setan’ merupakan film horor produksi Rapi Films arahan Joko Anwar. Menjadi reboot dari film berjudul sama rilisan 1980 silam, film ini berkisah tentang keluarga miskin yang berduka setelah Ibu meninggal dunia. Tak lama kemudian, keluarga tersebut mulai diteror dengan hal-hal mistis dan harus menyelesaikannya sebelum hal buruk mengancam mereka semua.

Pengabdi Setan Review

Secara narasi, versi reboot mengusung kisah serupa mengenai keluarga yang diteror oleh hal-hal mistis setelah kematian sosok Ibu. Namun, ada berbagai perubahan yang diberikan Joko Anwar dalam film box office pertamanya tersebut.

Salah satunya yang paling kentara adalah karakterisasi sentralnya diubah menjadi keluarga miskin, alih-alih keluarga kaya raya dengan gaya hidup hedonisme dan duniawi. Tak hanya itu, ‘Pengabdi Setan’ versi Joko Anwar juga memberikan bumbu-bumbu konspirasi yang membuat konfliknya terasa besar dan sekaligus menjadikannya seakan terkait dengan berbagai karya terdahulu sang sutradara.

Akan tetapi, versi baru ini tetap memberikan homage pada source material. Selain latar waktunya yang berada di tahun 1980an serta kehadiran sosok Ibu, film ini juga sedikit menyisipkan peran agama dalam menghadapi berbagai hal mistis di sekitar yang diberi modifikasi sedemikian rupa. Tidak hanya itu, film ini menyematkan pula misteri di penghujung yang membuatnya memiliki indirect connection pada ‘Pengabdi Setan’ versi 1980.

Pengabdi Setan Review

Dari segi horor, ‘Pengabdi Setan’ tampil maksimal dalam menakuti penontonnya. Selain menggunakan atmospheric horror dan berbagai ghost prosthetic mengerikan, Joko Anwar juga menyematkan elemen jumpscare pada beberapa adegannya. Hal tersebut terasa cukup efektif dan membuat film ini terasa lebih modern ala film-film dengan genre serupa di masa kini.

Secara kuantitas, film ‘Pengabdi Setan’ versi baru menghadirkan keluarga yang jauh lebih besar dan diimbangi dengan berbagai karakter sampingan yang terkait di dalamnya. Akan tetapi, banyaknya karakter ini terasa sia-sia karena dangkalnya pengembangan karakter, membuat penonton akan sulit peduli dengan konflik yang melibatkan karakter di dalamnya.

Walau begitu, ensemble cast dari ‘Pengabdi Setan’ tampil menawan dengan berbagai perannya. Selain Ayu Laksmi yang memikat sebagai Ibu, aktor cilik Muhammad Adhiyat memberikan pesona tersendiri dengan karakternya sebagai anak bungsu yang bisu sepanjang durasi film.

Pada ranah teknis, ‘Pengabdi Setan’ versi Joko Anwar direpresentasikan dengan baik. Permainan kameranya yang cenderung halus, set design di sekitar hutan yang berhasil mengundang kesan horor, color tone bertema warm yang menggambarkan nuansa 80an, serta scoring-nya diimplementasikan dengan baik untuk mengamplifikasi momen-momen horornya.

Akhir kata, ‘Pengabdi Setan’ adalah horror fest yang seru untuk dinikmati, terutama di layar lebar dan audio yang bagus. Akan tetapi, narasi dan karakterisasinya terasa hanya difungsikan sebagai elemen selingan, membuatnya tak serta-merta lebih baik dibanding versi original-nya.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect