Connect with us
Out Of My League Review
Netflix

Film

Out Of My League Review: Percintaan Gadis Quirky dengan Remaja Borjuis

Naskah romansa generik dengan kemasan quirky yang sudah tidak asing lagi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Marta (Ludovica Francesconi) adalah seorang gadis dengan penyakit kelainan genetik. Meski memiliki harapan hidup yang tidak menentu, Marta tetap optimis dalam memenuhi ‘daftar’ yang Ia buat, salah satunya dalam meraih cinta. Arturo (Giuseppe Maggio) merupakan laki-laki rupawan dari keluarga kaya dan terkenal di kota. Dari liga sosial yang berbeda, mampukah Marta dan Arturo menjadi pasangan serasi?

“Out Of My League” merupakan film romantis komedi dari Italia karya sutradara Alice Filippi. Dari judul dan penokohan dua karakter utama, film ini memberikan ekspektasi akan hubungan pasangan dari dua kelas sosial berbeda. Sudah bukan hal yang baru bagi kita, apakah “Out Of My League” benar-benar menyuguhkan sesuatu yang sayang jika terlewatkan?

Menyatukan Berbagai Referensi Film Romansa dan Sinematografi yang Sudah Ada

“Out Of My League” sekilas tampak seperti film romansa quirky dengan sinematografi ala arthouse yang memikat. Sayangnya, keindahan visual yang kita lihat dalam film ini jauh dari kata original. Marta akan langsung mengingatkan kita pada “Amelie” (2001), namun dengan modifikasi penokohan agar tidak terlalu mirip.

Sinematografi warna pastel cenderung hangat dan angle kamera tegak lurus dalam beberapa frame jelas mirip dengan ciri khas sutradara Wes Anderson. Namun, eksekusinya tidak terlalu terkonsep untuk menghindari kemiripan seratus persen.

Out Of My League

Dalam segi penokohan dan cerita juga terlalu banyak referensi dari formula film romantis yang sudah ada. “Out Of My League” terasa seperti satu kuali besar yang mengandung berbagai elemen; karakter protagonis yang unik, laki-laki tampan dari keluarga kaya, isu cinta dengan kesenjangan sosial, protagonis dengan penyakit kronis, montage berbagai ide kencan yang unik, dan masih banyak lagi.

Semua dijadikan satu, berharap untuk melahirkan karya hybrid yang baru. Formula ini justru membuat “Out Of My League” jauh dari kata original dan kreatif.

Percintaan Ala Dongeng Klasik Disney yang Tak Mendasar

Mari mulai dari protagonis dalam film ini yaitu Marta. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Marta secara fisik akan langsung mengingatkan kita pada Amelie; unik, kikuk, namun kreatif dan banyak akal. Sayangnya, keahlian Marta harus digunakan untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak wajar dalam mengejar Arturo.

Sangat aneh bahwa dalam skenario ini, kegiatan stalking yang cukup ekstrim bisa terasa sangat “wajar” sebagai sentuhan quirky semata. Motivasi Marta sebetulnya juga tidak terlalu jelas dalam kisah ini. Disebutkan bahwa dirinya memiliki ‘daftar’ untuk menjalani hidupnya yang tak tertebak, namun kita tak akan melihat Marta melakukan hal lain selain menjalani hubungan dengan Arturo.

Arturo sebagai karakter utama laki-laki juga tak kalah “kosong” penokohannya. Disebutkan bahwa dirinya tak pernah jatuh cinta sebelumnya dan hanya hidup menurut kemauan orang tuanya yang kaya raya. Namun, latar belakang Arturo sama sekali tidak dikembangkan sesuai dengan premisnya.

Digambarkan sebagai sosok yang sulit jatuh cinta, Ia sebetulnya juga tidak memiliki motivasi yang sangat kuat dan mendasar untuk mencintai gadis seaneh Marta. Hubungan serba cepat antara Marta dan Arturo terasa linear dan hampa layaknya kisah romansa klasik Disney yang kerap dipertanyakan dasarnya.

Bukan Film yang Original dan Berkesan, Namun Cukup Menghibur

Meski memiliki berbagai aspek produksi, penokohan, dan naskah yang tidak original, “Out Of My League” masih bisa dikategorikan sebagai film yang cukup menghibur.

Kita memang tidak akan dibuat terkesan atau memasukan film ini dalam daftar favorit, namun cukup untuk mengisi waktu luang kita yang secara umum penggemar film drama romansa. Setidaknya beberapa adegan komedi yang diselipkan cukup mengundang tawa sejak adegan pembuka.

Banyak film drama romantis rating rendah kerap memiliki jalan cerita yang menguras emosi dan bikin kesal penonton. Setidaknya film romansa Italia satu ini tidak memiliki plot dinamis.

Beberapa dari kita mungkin bisa menebak alur cerita dari film ini, sehingga tidak terlalu kaget selama menonton.ton. Basically, “Out Of My League” merupakan film dengan kemasan cukup menarik namun isinya membosankan.

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review: Mengenang Damai Diri dalam Racun Maskulinitas

Film

Advertisement
Connect