Connect with us
Niki Moonchild
Photo via Press

Music

Niki: Moonchild Album Review

Niki menjadi pemeran utama dalam dongeng yang Ia tulis sendiri.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Nicole Zefanya banyak menghabiskan waktu begadang untuk menulis lagu. Ia menyadari bahwa dirinya lebih berenergi dan terstimulasi di malam hari dibandingkan pada siang hari. Oleh karena itulah musisi yang lebih dikenal sebagai Niki ini menyebut dirinya sebagai ‘anak bulan’. “Saya mulai membayangkan seluruh alam semesta fiksi di kepala saya. Menghidupkan kisah-kisah itu terasa bagai roller coaster!”, ungkap Niki menceritakan awal mula dirinya mengerjakan full album pertamanya, “Moonchild”.

Niki telah menghabiskan waktu selama dua tahun dalam mengerjakan album pertamanya ini. Dibantu dengan Jacob Ray dalam menulis lagu dan sebagai produser, Niki akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk meluncurkan album dengan konsep dongeng dan alam semesta yang Ia ciptakan sendiri.

Niki Moonchild

Niki – Moonchild

Menggunakan persona Moonchild, musisi 21 tahun ini mengeksplorasi materi lagu dengan tiga fase bulan. Dimulai dari bulan sabit sebagai simbol kepolosan, rasa ingin tahu, dan permulaan. Kemudian gerhana bulan mempresentasikan perasaan kecewa dan kehilangan. Hingga pada akhirnya bulan purnama yang melambangkan kekuatan dan penemuan jati diri.

Konsep alam semesta fiksi yang indah tersebut merupakan kemasan dari kisah nyata perjuangan sebagai wanita Asia yang memulai kehidupan di Amerika Serikat. Dimana gaya hidup dan budayanya merupakan dunia baru bagi Niki yang kala itu masih 18 tahun.

Sebelum memulai petualangan di dunia yang baru, ‘Wide Open (Foreword)’ menjadi semacam prolog dari kisah Niki. Dengan aransemen musik alternative pop, berpadu dengan aransemen orkestra yang membangun nuansa negeri dongeng yang sakral. Pada track pembuka ini, karakter utama seakan mendapat berbagai nasehat dan peringatan sebagai bekal sebelum menyebrang ke semesta baru pada track ‘Switchblade’.

Tempo dan mood lagu terasa semakin meningkat, menggambarkan rasa semangat dan rasa penasaran pada dunia yang baru. Bayangkan perasaan kita ketika mendatangi sebuah lokasi, kota, atau negara baru untuk pertama kalinya. Semuanya terasa mempesona dan mengugah, menimbulkan euforia karena diri kita yang masih naif dan optimis. Perasaan tersebut terbentuk sempurna melalui penulisan lirik dan komposisi musik pop glitch dan pop synth yang terdengar magical pada track ‘Switchblade’.

‘What is this place? The skies are vast and no one’s a familiar face/ But I’m not afraid’

‘Nightcrawlers’ menjadi awal dari realita di dunia baru yang sedang ditinggali oleh protagonis dalam kisah ini. Pada awalnya musik terdengar seperti lagu pengantar tidur yang menghanyutkan, sayangnya lagu ini mengandung realita bahwa semua orang tak pernah berhenti bekerja dan tak pernah tidur. We always fall for love and desire, ketika bertemu dengan sosok yang menggoda ‘Selene’ menjadi track R&B, jazz sensual yang menggambarkan perasaan tersebut.

Mengeksplorasi kehidupan baru dengan segala adrenalin, rasa penasaran, dan kebebasan tak hanya memberikan euforia, namun juga luka dan pengalaman buruk. ‘Tide’ menjadi awal dari pengalaman buruk dalam kisah “Moonchild”. Memiliki lirik yang padat tentang segala perasaan sedih, kecewa, dan rasa waspada tinggi karena tak ingin terluka lagi. Track satu ini menjadi lagu transisi dengan aransemen pop yang eksperimental. Memiliki konsep komposisi yang cukup serupa dengan ‘Wide Open (Foreword)’, namun memiliki nuansa yang lebih gelap.

‘Pandemonium’ menjadi syair yang menggambarkan seseorang dengan berbagai pengalaman dalam kehidupan dan mengalami perubahan cara melihat dunia. Dibawakan dengan musik pop synth yang menenangkan dan lembut, menemani fakta bahwa kita semua tidak sedang baik-baik saja. Sementara ‘Lose’ menjadi babak baru dalam kesedihan yang tak lagi menyiksa, namun merelakan. Track yang menjadi salah satu single dari album ini dibawakan dengan aransemen pop ballad. Didominasi dengan komposisi piano berpadu dengan instrumen string. Mengiringi kualitas vokal Niki yang merdu dan syaduh.

Kisah “Moonchild” akhirnya mendapatkan ‘Plot Twist’, ketika cinta baru datang di musim yang telah berganti. Diiringi dengan aransemen musik ala xylophone yang memancarkan nada-nada ceria penuh harapan baru. ‘If There’s Nothing Left…’ menjadi kelanjutan kisah cinta yang ternyata berkembang ke arah yang lebih baik. Track yang dibawakan dengan vokal R&B Niki kembali menampilkan aransemen eksperimental dengan pola yang tidak biasa. Memadukan instrumen orkestra dengan sentuhan electro beat, synth, yang menambah kemegahan dari track ini. Rintangan telah ditaklukan, optimisme kembali muncul, namun tak lagi naif, melainkan lebih kuat dengan jati diri yang sudah terbentuk. ‘Drive On’ menjadi penanda akhir bahagia dari kisah “Moonchild”, dibawakan dengan lagu pop yang dreamy.

‘‘Cause the beasts have scattered/ Our story stains the ground/ The bloodbath’s over now/ So drive on”

“Moonchild” merupakan konsep album yang menghadirkan dongeng, dimana Niki menjadi pemeran utamanya. Gagasan awal untuk mencipatakan album yang mengandung cerita dieksekusi dengan artistik. Dimana Niki menjadi ‘anak bulan’, tracklist sebagai kronologi cerita, dan kisah yang terkandung dalam setiap lagu di album ini.

Dari segi aransemen musik keseluruhan, Niki jelas keluar dari zona nyaman dan sangat eksperimental. Setiap track memberikan kesan yang lebih berdampak dibandingkan dengan karya-karya Niki sebelumnya yang lebih easy listening dan mainstream. Kisah “Moonchild” mungkin telah berakhir seiring kita selesai mendengar track terakhir, namun album ini menjadi awal dari pembuktian Niki sebagai musisi yang lihai dalam meracik konsep album.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect