Connect with us
Review Mortal Kombat
Photo via IMDb

Film

Mortal Kombat Review: Fanservice Minim Esensi

Meski ditujukan untuk fans setia dan penikmat baru, reboot Mortal Kombat ini tidak selamanya dapat memuaskan semuanya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Banyak sekali game yang kerap diadaptasi ke layar lebar. Mengusung berbagai elemen dari sumber aslinya, film adaptasi dari hiburan tersebut umumnya ditujukan untuk menggaet berbagai kalangan, baik fans setia sampai ke penonton awam. Inilah yang berusaha untuk dilakukan oleh film reboot dari Mortal Kombat yang sudah bisa disaksikan lebih dulu di Indonesia mulai 14 April lalu.

Reboot dari Mortal Kombat ini menjadi film kesekian dari Warner Bros. Pictures yang rilis tahun ini. Sejatinya, film tersebut menjadi debut penyutradaraan dari seorang Simon McQuoid. Film dengan genre action fantasy adaptasi game berjudul sama ini bertabur banyak bintang lintas negara, seperti Lewis Tan, Jessica McNamee, Ludi Lin, Josh Lawson, Tadanobu Asano, Max Huang, sampai Joe Taslim yang berasal dari Indonesia.

Review Mortal Kombat

Cerita yang diusung dalam Mortal Kombat cukup berbeda dari versi game-nya, di mana kisahnya berpusat pada Cole Young yang merupakan mantan juara MMA namun saat ini hanya menjadi petarung jalanan. Suatu hari, Cole dan keluarganya diserang oleh assassin dengan kekuatan es, membuatnya berusaha menghentikan hal tersebut dan sekaligus mencari tahu asal-usul dari tanda naga yang menempel di tubuhnya.

Premis yang dibawa tersebut sebenarnya sangatlah generic, mengisahkan tentang seseorang dengan potensi besar yang kemudian terjebak dalam situasi berbahaya, baik pada dirinya dan orang-orang sekitarnya. Hal ini memang cukup jauh berbeda dengan penceritaan dari game-nya, yang umumnya lebih berfokus pada perseteruan para karakter lintas realm dalam turnamen Mortal Kombat.

Premis generic tersebut juga terasa semakin membosankan karena film seakan memaksakan untuk memberikan backstory pada para karakter dari Earthrealm yang muncul di sini. Niatan seperti itu bukanlah hal yang buruk, akan tetapi akan jauh lebih baik bila eksekusinya tidak terlihat setengah hati dan demi memperpanjang runtime semata.

Sebagai film adaptasi game, film Mortal Kombat versi reboot menyelipkan beragam hal yang berkaitan dengan sang source material. Jadi tak heran akan ada banyak sekali karakter dari franchise terkait dan dibarengi sekelumit easter egg yang tak terhitung jumlahnya.

Namun sayang, penyelipan ragam hal yang ditujukan sebagai fanservice bagi penikmat setia dari game-nya tersebut tidak selamanya dapat memberikan kesan puas. Ketidak-puasan ini muncul bukan karena jumlah selipannya yang bejibun, tapi karena hal yang bertebaran ini hadir tanpa memberikan bobot besar bagi aspek narrative-nya.

Karakter yang muncul dalam Mortal Kombat juga tentu tak asing terdengar, seperti Liu Kang, Sonya Blade, Jax, Raiden, Sub-Zero, Scorpion, sampai Shang Tsung yang populer dalam franchise tersebut. Walau muncul dengan rentetan outfit yang bisa dibilang game-accurate, personality dari sebagian besarnya justru melenceng jauh dari sifat asli mereka. Dari sekian banyaknya, hanya Kano yang seakan jadi spotlight, menjadi spotlight dan depiction-nya yang terasa sangat akurat dengan versi game.

Hanya ada Cole Young yang hadir sebagai original character dalam film ini. Kehadirannya bisa jadi memberikan angin segar di dalamnya, namun karena character development-nya yang terasa super minim menjadikan karakter yang diperankan Lewis Tan tersebut terasa sangat passable.

Hal terbaik dalam Mortal Kombat terletak dalam segmen fighting-nya. Adegan berantemnya di sini sangat memanjakan mata melalui alunan koreografi dan tingkat kesadisannya yang cukup memuaskan. Namun hal ini juga sedikit tersandung karena sensornya yang sangat kentara di bioskop Indonesia, membuat viewing experience perlahan menyebalkan.

Selain itu, segi teknis pada Mortal Kombat mampu tampil apik. Sinematografi ciamik pada fight scene, scoring yang peletakannya terasa pas, sampai ke set-nya yang fantasi banget dan eye-candy, membuat film ini sangat megah, terutama bila dinikmati pada layar lebar di studio bioskop.

Pada akhirnya, Mortal Kombat adalah film action fantasy yang berusaha untuk memuaskan fans setia dan penonton baru. Walau begitu, usaha ini mungkin akan lebih berhasil apabila tidak menyelipkan nama franchise kenamaan tersebut karena depiction-nya yang banyak namun minim esensi. Selebihnya, film ini bakal cocok untuk yang hanya ingin dipuaskan dengan adegan pertarungannya yang brutal dan penuh darah.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect