Connect with us
Metro Boomin
Photo via Publicist

Music

Metro Boomin: HEROES & VILLAINS Album Review

Kembalinya produser rap dalam tema pahlawan super yang intimidatif.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Produser dan DJ asal Amerika Serikat, Metro Boomin, kembali merilis album terbarunya dengan judul ‘HEROES AND VILLAINS’ pada 2 Desember 2022 kemarin.

Metro dikenal sebagai produser rap yang terkenal dengan tag “Metro Boomin want some more, n***a” dalam lagu-lagu yang ditanganinya. Album keduanya ini adalah sekuel dari ‘Not All Heroes Wear Capes’ (2018) dalam proyek trilogi.

Album ini terdiri dari 15 lagu dan dibagi dalam dua sisi, yaitu ‘Hero’ dan ‘Villain’. Versi deluxe dari album ini (heroes version) rilis pada 5 Desember 2022 yang terdiri dari seluruh daftar lagu-lagu dan versi instrumennya. Sesuai judulnya, Metro mengusung konsep comic superhero dalam album. Konsep ini sepintas mengingatkan kepada MF DOOM yang mengadopsi karakter Dr. Doom. Akan tetapi, Metro cenderung mengadaptasi konsep superhero secara naratif dalam album ini.

Teaser album ini sudah tampil dalam bentuk short film yang sinematik. Terlihat pengaruh film “The Dark Knight” hingga “Zack Snyder’s Justice League” di teaser ini.

Selain mengajak Morgan Freeman sebagai narator sekaligus sosok advisor layaknya Alfred, Metro juga mempunyai mansion dan bamobile-nya sendiri layaknya Batman dalam kota bernama Metopolis. Lakeith Stanfield tampil sebagai villain yang menggunakan mobil damkar untuk mengacaukan kota. Metro harus kembali menjadi pahlawan dengan rap sebagai kekuatan supernya.

‘On Time’ menjadi lagu pembuka dalam album ini dengan konsep featuring dengan John Legend. Iringan instrumen biola dan backing vokal ala gospel mengiringi suaranya yang memukau. Morgan Freeman melanjutkan dengan monolognya. Lagu ini pun ditutup dengan sampling dari monolog Homelander dalam serial “The Boys”.

‘Superhero (Heores and Villains)’ melanjutkan instrumen dari lagu sebelumnya. Metro mengajak Future dengan rapnya dan ditutup dengan vokal ala R&B dari Chris Brown. Future kembali dalam lagu berikutnya, ‘Too Many Nights’. Akan tetapi, Don Toliver lebih dahulu mengawali dengan vokal autotune yang khas.

Rapper terkenal lain yang mengisi album ini adalah Travis Scott. Dalam ‘Raindrops (Insane)’, Travis membawakan rap dengan tempo yang pelan dan gaya psychedelic-nya. ‘Umbrella’ menjadi pintu masuk bagi 21 Savage dan Young Nudy dalam album ini dengan instrumen piano yang menghantui. ‘Trance’ kembali dibawakan oleh Travis Scott dan Young Thug dalam lirik yang menggoda, seperti “I’m in a trance, its givin her”.

‘Around Me’ menjadi lagu kedua yang dibawakan oleh Don Toliver. Vokalnya seolah adaptif dengan beat ala Metro yang intensif. Lagu ini berusaha merayu dengan lirik-liriknya, seperti “I see too many worlds and I want you to be my girl and I”. Morgan Freeman menutup lagu ini dengan monolognya yang kembali membicarakan konsep pahlawan.

‘Metro Spider’ dibawakan oleh Young Thug dengan rapnya yang terlihat kurang harmonis dengan tempo dari Metro. Akan tetapi, rapnya secara khas tetap dikenal secara unik. Instrumen lagu ini terhubung dengan interlude berikutnya, ‘I Cant Save You’. Future dan Don Toliver kembali tampil dalam interlude ini dengan konsep featuring.

Metro Boomin

‘Creepin’ terasa sebagai ballad yang dibawakan oleh The Weeknd dan 21 Savage. Verse yang dibawakan oleh The Weeknd sendiri adalah interpolasi dari ‘I Don’t Wanna Know’ oleh Mario Winans. Lirik-liriknya berkutat masalah hubungan toksik, seperti dalam “I don’t wanna know, if you’re playing with me. Keep it on the low”.

‘Niagara Falls (Foot or 2)’ dibawakan oleh Traviss Scott dan 21 Savage dengan trap yang konsisten. Morgan kembali menutup dengan monolognya. ‘Walk Em Down (Don’t Kill Civilians)’ kembali dibawakan oleh 21 Savage. Liriknya terasa intimidatif seolah mengancam villain yang ditemuinya agar segera menyerah, seperti “Walk that nigga down. Put Your man down better not make a sound”. Mustafa mengisi verse berikutnya dengan vokalnya yang menghanyutkan.

‘Lock on Me’ kembali menghadirkan Travis Scott dan Future dengan instrumen gitar yang pelan. ‘Feel the Fiyaaaah’ menjadi satu-satunya lagu yang dibawakan oleh ASAP Rocky dan Takeoff dengan iringan gospel dan pola sampling yang konsisten. Sebagai bonus track, Gunna membawakan ‘All the Money’. Lagu ini mengembalikan beat dan instrumen yang intimidatif sebagai penutup album.

Best Tracks

‘On Time’ dan ‘Superhero’ dengan instrumennya yang intimidatif terbukti tampil dengan ikonik. Instrumen khas dari Metro ini terlihat populer dengan diadaptasi untuk berbagai monolog karakter villain di media sosial.

Beberapa rapper yang tampil dominan adalah Future dalam ‘Superhero’ dan ‘Too Many Nights’, Travis Scott dalam ‘Niagara Falls’ dan ‘Raindrops (Insane)’, dan Don Toliver dalam ‘Around Me’. Meskipun demikian, ‘Creepin’ juga tidak kalah ikonik sejak dibawakan oleh The Weeknd dan 21 Savage.

Album ini secara keseluruhan menampilkan produksi Metro Boomin yang menonjolkan rap gaya psychedelic. Meskipun dibawakan oleh berbagai rapper dan penyanyi terkenal dalam ranah rap hingga R&B, ciri khas Metro tetap menonjol dalam instrumen yang intimidatif, mudah diikuti, dan tema superhero yang lekat di tengah-tengahnya.

Whatever People Say I Am, That's What I’m Not Whatever People Say I Am, That's What I’m Not

Arctic Monkeys: Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not Album Review

Music

Phoebe Bridgers Phoebe Bridgers

Phoebe Bridgers: Punisher Album Review

Music

SZA SOS SZA SOS

SZA: SOS Album Review

Music

Album Musik Terbaik 2022 Album Musik Terbaik 2022

Cultura Best 2022: Album Musik Terbaik

Cultura Best

Connect