Connect with us
Mencoba Virtual Photoshoot Selama di Rumah Aja
Photograph by Alessio Albi

Current Issue

Mencoba Virtual Photoshoot Selama di Rumah Aja

Virtual Photoshoot menjadi salah satu inovasi yang hadir di tengah pandemi.

Selama pandemi corona melanda dunia, ada banyak hal yang memengaruhi kebiasaan setiap orang, baik secara individu maupun secara institusi. Hal ini tidak mengherankan, karena corona sendiri berdampak besar pada banyak hal, misalnya ekonomi.

International Labour Organization memprediksi akan ada lebih dari 1 milyar orang di seluruh dunia yang akan mengalami pemutusan hubungan kerja. Di Indonesia sendiri, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran terbuka akan mencapai lebih dari 6 juta orang di Februari 2020. Dalam kondisi pandemi hingga Mei ini, tentu jumlah pengangguran di Indonesia akan terus bertambah dan melapui hasil cacatan yang dilakukan pemerintah.

Pada banyak orang yang terdampak hari ini, bermunculanlah berbagai inovasi untuk tetap menghidupkan pekerjaan mereka. Terutama pada berbagai sektor yang awalnya sangat mengedapankan intervensi langsung dan tatap muka. Misalnya, fotografi.

Virtual Photoshoot (pemotretan virtual) menjadi salah satu inovasi yang hadir di tengah pandemi ini. Pencetusnya adalah Alessio Albi seorang fotografer Italia. Portrait, seni rupa, dan fotografi komersial ataupun fashion merupakan spesialisasinya dalam dunia fotografi. Bermain dengan bentuk, warna, cahaya, dan fitur-fitur khusus dari model yang dijepretnya sekalipun dibatasi oleh layar, nyatanya tidak membatasai kreativitasnya.

Alessio Albi Virtual Photoshoot

Alessio Albi Virtual Photoshoot | via PetaPixel.com

Dari laman instagram @alessioalbi, ia pertama kali mengunggah foto virtual yang memotret Alice Pagani, seorang aktris dan model Italia pada 19 Maret yang lalu. Alice dipotret dengan menggunakan webcam.

Anjuran WHO tentang physical distancing yang kemudian diterapkan di seluruh dunia sebagai bagian dari langkah preventif dalam menghalau penyebaran virus corona adalah alasan kreativitas ini muncul.

Benar saja, virtual photoshoot, sesuai dengan namanya, sepenuhnya direncanakan, dirancang, dan dieksekusi melalui aplikasi, seperti FaceTime, webcam series, dll. Teknik pemotretan ini pun diadopsi oleh banyak fotografer di dunia.

Tim Dunks FaceTime Photoshoot

Tim Dunks FaceTime Photoshoot | via PetaPixel.com

Bagaimana Melakukan Pemotretan Virtual?

Di lansir dari PetaPixel, Tim Dunk, seorang wedding photographer di Inggris, berbagi kiat melakukan virtual photoshoot. Diantaranya dengan menggunakan aplikasi FaceTime di MacBook untuk mendapatkan hasil yang ideal. Macbook dipilih karena dianggap memiliki kamera yang lebih mumpuni dibanding beberapa perangkat yang lain.

Setelah itu, pastikan perangkat yang digunakan setidaknya beroperasi dengan iOS 11 atau yang paling terbaru. Lalu pastikan fitur aplikasi “FaceTime Live Photos” di perangkat yang digunakan telah diaktikfan, begitupun dengan pengunggahan foto secara otomatis ke iCloud. Setelah hal teknis telah dilakukan, saatnya bereksplorasi dengan cahaya ruangan dari model yang dipotret.

Selama pandemi ini, banyak orang telah mencoba untuk mendapatkan potret diri secara virtual. Diantaranya adalah Bella Hadid, Dayana Erappa, Anna Ben, Jacquiline Fernandez, dll. Di Indonesia, selama #DiRumahAja, beberapa aktris papan atas juga terlihat menggunggah hasil pemotretan virtualnya di media sosial. Seperti Isyana Sarasvati, Dian Sastrowardoyo, Angel Pieters, Chicco Jerikho, Nicta Ghyna bersama keluarga, dll.

Fotografi dari Waktu ke Waktu

Dalam Bahasa Yunani, photos berarti cahaya dan grafos berarti melukis. Dua kata ini yang kemudian dipadukan pada kata photography dalam bahasa Inggris yang berarti melukis dengan menggunakan cahaya.

Fotografi adalah proses menangkap cahaya untuk diolah menjadi satu gambar. Sesuai dengan kata dasarnya, photo atau cahaya dalam fotografi memegang peranan yang sangat penting.

Dalam berbagai perekaman sejarah, diketahui tonggak awal fotografi dapat ditelusuri hingga ke abad ke-5 Sebelum Masehi melalui penemuan awal kamera obscura oleh Mo Ti. Mo Ti melakukan pengamatan terhadap refleksi yang mucul dari lubang kecil dalam ruangan gelap.

Penemuan Mo Ti inilah yang mengilhami banyak orang untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Di tahun 1800, Thomas Wedgwood berhasil menggunakan kamera obscura untuk menghasilkan gambar. Hingga pada tahun 1838, Louis Daguerre menghasilkan gambar pertama yang menampilkan manusia di dalamnya. Selanjutnya, foto berwarna pertama kali ditemukan oleh James Clerk Maxwell di tahun 1861.

Baca Juga: Aditya Martodiharjo dan Analog di Era Digital

Inovasi dalam dunia fotografi ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Kamera sebagai perangkat yang digunakan untuk menangkap cahaya pun terus meningkat fitur-fiturnya. Mulai dari kamera Kodak, Single Lens Reflex (SLR), kamera polaroid, hingga mirrorless.

Bukan hanya dari segi perangkat yang berkembang. Namun juga dari segi teknik dan proses yang dipilih untuk menghasilkan satu gambar. Seperti yang sedang tren hari ini, virtual photoshoot.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect