Connect with us
Marisqueue Bali
Dicky Bisinglasi/Cultura

Food & Drink

Menikmati Seafood Ala Portugis di Marisqueira Bali

Marisqueira mengadopsi cara memasak ala Portugis atau Eropa daratan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Canggu dikenal sebagai salah satu kawasan pariwisata di Bali yang relatif baru, namun masih bergeliat selama pandemi Covid-19. Kawasan Kuta, Legian dan Seminyak telah terpukul cukup parah. Banyak bisnis pariwisata tutup semenjak pandemi melanda Bali. Di Canggu masih banyak eskpatriat yang masih bertahan. Hal ini mempengaruhi bisnis pariwisata yang juga masih bisa bertahan walaupun tidak signifikan.

Marisqueira Bali

Marisqueira Bali (Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura)

Adalah Jorge Nunes dan Cinta Ramlan Nunes, pasangan Portugal-Indonesia. Dulunya, Jorge adalah manager sebuah restaurant di Seminyak, dan Cinta adalah seorang Marketing Communication. Namun semenjak kehilangan pekerjaan selama pandemi Covid-19, mereka memutuskan untuk membuka resto di kawasan Berawa, Canggu, Bali bernama Marisqueira yang eksis sejak 14 Juli 2020.

Dalam rumpun Bahasa Galacian/Galasia, Marisqueira berarti kerang-kerangan (shellfish) atau seafood. Maka Marisqueira berarti tempat makan seafood. Analogi bahasa yang sama seperti pizza-pizzeria atau baker-bakery. Rumpun Bahasa Galasia mengakomodir bahasa Portugis, Spanyol dan Italia.

Marisqueira

Jorge & Cinta Ramlan Nunes

Cinta mengatakan semua restaurant di Portugal menggunakan nama yang sama; yakni Marisqueira. Kata ini memiliki homograf yang sama persis dengan Bahasa Italia walaupun lafal pengucapannya berbeda. Dalam aksen pengucapan Bahasa Catalan Spanyol; yakni “Marisqueria”, hampir sebelas-dua belas memang. Para ekspatriat yang tinggal di Bali atau wisatawan dari Eropa sudah pasti paham jika nama Marisqueira adalah tentang seafood.

Bedanya dengan tempat makan seafood yang sudah ada, Marisqueira mengadopsi cara memasak ala Portugis atau Eropa daratan. “Seafood harus terasa seperti laut” terang Jorge. Cita rasa ini dapat dilihat dari cara memasaknya, yakni dengan menambahkan olive oil (minyak zaitun) yang dimasak dengan tingkat kematangan yang cukup, tidak terlalu matang. Contohnya kerang-kerangan, jika cangkangnya dimasak terlalu matang maka daging didalamnya akan kering, tidak juicy. Padahal kunci dari seafood adalah kesegaran bahan bakunya.

Seafood Marisqueira Bali

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Semua bahan mentah seafood direbus dalam air laut, sehingga rasa asinnya alami dari air laut. Sedangkan sajian saus dipping atau cocolan-nya ada banyak pilihan dari berbagai kultur. Sebut saja Sambal Matah Bali dan Sambal Dabu-Dabu Manado, Indonesia. Saus Tar-Tar dan Butter Garlic (Mentega dan Bawang) dari Eropa, hingga Chimicurri dari Uruguay, Amerika Latin.

Pilihan konsep ini akhirnya lebih fleksibel ketika berbicara konsumen. Market Marisqueira adalah siapapun. Tidak ada batasan khusus, baik lokal maupun mancanegara. Variasi luasnya market inilah alasan tersedianya bermacam-macam jenis dips (cocolan). Jika ingin lebih pedas, dips sambal-sambal Indonesia pilihannya. Untuk urusan karbohidrat, nasi, kentang atau roti juga tersedia sesuai selera lidah masing-masing.

Marisqueira Bali

Seafood Platter (Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura)

Cultura berkesempatan menikmati paket Seafood Platter (400K) yang terdiri dari 250 gram lobster, 500 gram oyster (tiram), 500 gram macam jenis kerang-kerangan, 250 gram udang prawn dan shrimp, 5 pilihan dips dan 2 pilihan sides. Dilengkapi dengan penyegar dahaga seteko Sangria (250K) lengkap dengan buah-buahan yang segar. Harga yang terjangkau untuk paket maksimal tiga orang ini cukup impresif jika dibandingkan dengan citarasanya yang khas, berbeda dari kebanyakan seafood yang kita temui selama ini.

Berbicara dekorasi baik eksterior maupun interior, Jorge dan Cinta memilih warna natural dan tema lautan. Dari warna pasir laut, aksen biru laut, hingga intalasi aquarium ikan hias air laut yang terdapat di teras restaurant ini. Tujuannya agar pengunjung nyaman dan terasa feel yang lengkap makanan laut dan nuansa lautnya. Di ruang utama juga terdapat aquarium air asin yang menampung bahan mentah seafood seperti kerang dan kepiting yang masih hidup, sehingga penyajiannya benar-benar fresh.

Marisqueira Bali

Photo: Dicky Bisinglasi/Cultura

Marisqueira bekerja bersama dan membangun komunitas lokal. Yang dimaksud adalah perpaduan antara warga lokal setempat, warga domestik pendatang, hingga para ekspatriat yang tinggal di sekitar kawasan ini. Tujuannya adalah agar mereka dapat tukar promosi dari mulut-ke mulut nantinya saat pariwisata kembali normal. Bahan-bahan mentah ini diorder setiap hari jadi kesegerannya masih terjaga. Dalam penyajian makanan, bahan baku ini diperoleh dari nelayan lokal dan kerang-kerangan dari budidaya farm Jawa dan Lombok.

Berkapasitas 35 orang, selama lebih dari dua bulan dibuka Marisqueira hampir selalu penuh ketika akhir minggu mulai hari Jumat, Sabtu hingga Minggu. Maka pengunjung harus reservasi dulu.

Marisqueira Bali
Jl. Pantai Berawa, Banjar Pelambingan No. 6
Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali

Opening Hours
Tuesday – Sunday
12PM – 10PM

Food & Drink 8/10
Atmosphere 8/10
Service 8/10

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect