Connect with us
Photo via Press

Music

Marion Jola, Danilla, Ramengvrl: Don’t Touch Me Single Review

Kolaborasi musisi perempuan lintas genre dengan pesan women empowerment.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Marion Jola, Danilla, dan Ramengvrl berkolaborasi dalam single terbaru bertajuk “Don’t Touch Me” yang rilis pada 11 Juni 2021. Bekerja sama di bawah naungan Universal Music Indonesia, ketiganya menulis lirik bersama tentang women empowerment.

Isu tersebut sangat dekat dengan kehidupan mereka bertiga sebagai perempuan. Ada tiga cerita kemarahan dari mereka masing-masing sebagai penegasan dari isi pesan yang ingin disampaikan.

Masih banyak perempuan di dunia harus menghadapi stereotip tradisional yang dilabelkan pada keluarga dan lingkungan mereka. Sudah sepantasnya perempuan memiliki self-worth, rasa percaya diri, dan kebebasan untuk membuat pilihan sendiri. Begitulah pesan yang hendak disampaikan melalui single “Don’t Touch Me”.

Dalam segi penulisan lirik, “Don’t Touch Me” memiliki tiga babak cerita dari masing-masing musisi. Dibuka dengan Marion Jola yang mengungkapkan kekesalan akan laki-laki yang kerap menggoda perempuan. Dengan stigma bahwa perempuan yang sebetulnya adalah korban bagaimanapun juga merupakan pihak yang salah karena dianggap telah memancing laki-laki untuk menggoda mereka.

Kemudian Ramengvrl masuk dengan lirik rap yang lebih vulgar dengan umpatan dan sumpah serapah pada kaum Adam dan siapapun yang masih kerap menghakimi perempuan hanya karena mereka memiliki jiwa yang bebas.

Masuk pada bagian Danilla, kalian pasti langsung familiar dengan nuansa indie dan edgy dari dara satu ini, melantunkan dilema pribadi sebagai perempuan yang seharusnya bisa mencintai diri sendiri namun judgement dari lingkungan sekitar kerap mengintimidasi.

Dalam segi aransemen musik, lagu memperdengarkan genre blues pada bagian awal yang dibawakan oleh Marion Jola. Dari sini langsung terasa perpaduan antara Marion Jola dengan bendera R&B-nya, bersama Danilla yang lebih indie rock. Penggabungan rasa dari keduanya menghasilkan musik bernuansa swing dan blues yang pas.

Cita rasa Danila sangat terasa terutama karena aransemen gitar yang Ia bawakan, kemudian berpadu dengan bass yang serasi. Ada ekspektasi tinggi setelah mendengar permulaan dari lagu ini, namun babak berikutnya akan membawa kita ke penilaian yang berbeda.

Alunan musik yang lembut tiba-tiba digampar oleh Ramengvrl yang masuk dengan bagian rap diiringi dengan beat hip hop yang lebih agresif. Pada titik ini, terjadi transisi yang akan mengejutkan pendengar. Tak hanya kontras dalam aransemen, namun juga dalam segi lirik. Kemudian tempo kembali turun memasuki bagian Danilla dengan musik indie rock-nya khas.

Setelah transisi pertama, “Don’t Touch Me” seakan kehilangan arah untuk mengakhiri apa yang telah mereka mulai. Akhirnya tercipta sebuah komposisi lagu yang terasa seperti medley atau mashup dari Marion Jola, Ramengvrl, dan Danilla. Perbedaan genre dari masing-masing musisi dalam project ini tidak terasa harmonis dan kurang menyatu satu sama lainnya.

Ada terlalu banyak hal yang Ingin disampaikan, namun hasilnya terasa overwhelming dan tidak padu. Padahal aransemen musik dari setiap representasi sudah bagus dan sesuai dengan kepribadian. Namun, inti dari kolaborasi adalah bagaimana ketiganya mampu bersatu dan melebur dalam musik yang harmoni.

Pada akhirnya, “Don’t Touch Me” merupakan kolaborasi lintas genre yang ambisius, baik dalam segi pesan akan women empowerment dan perpaduan genre musik.

Meski telah memberikan harapan yang manis dengan aransemen pembuka yang mengundang, “Don’t Touch Me” berakhir sebagai lagu yang terasa seperti mashup dari Marion Jola, Danilla, dan Ramengvrl.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect