Connect with us
Like & Share Review
Starvision

Film

Like & Share Review: Tentang Korban dan Sahabatnya

Sajikan realita korban sexual abuse dengan representasi bold dan sensual.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sexual abuse merupakan salah satu dari sekian banyak tindak kriminal yang kerap terjadi, terutama pada remaja perempuan. Terlepas dari banyaknya jumlah kasus ini yang terjadi, masih banyak pula korban maupun penyintasnya yang belum berani untuk speak-up terkait hal tersebut. Melalui realita itu, hadir beragam media yang mengangkatnya sebagai highlight, termasuk ‘Like & Share’ yang tayang di bioskop pada Desember ini.

‘Like & Share’ merupakan film drama remaja produksi Starvision dan Wahana Kreator yang disutradarai oleh Gina S. Noer. Menempatkan Aurora Ribero dan Arawinda Kirana sebagai pasangan pemeran utamanya, film ini berfokus pada kehidupan remaja Lisa dan Sarah penuh warna dan rasa penasaran akan berbagai hal baru sembari menjalankan impian mereka melalui konten ASMR-nya. Walau begitu, semuanya berbeda ketika Lisa hanyut dalam fantasinya dan Sarah dengan asmara yang tak seindah angan-angan.

Like & Share

Layaknya dua film arahan Gina S. Noer sebelumnya, ‘Like & Share’ hadir pula dengan alur maju tanpa berpaku pada flashback. Dengan begitu, penonton dapat menikmati main plot tanpa terbebani dengan berbagai exposition tidak penting sepanjang filmnya. Tak hanya itu, pacing yang cenderung slow membuatnya mudah untuk diserap dalam durasi 112 menitnya.

Berbeda dengan ‘Dua Garis Biru’ dan ‘Cinta Pertama, Kedua & Ketiga’ sebelumnya, ‘Like & Share’ muncul dengan representasi yang jauh lebih bold dan sensual. Bermacam-macam imagery bermakna seksual banyak disajikan seiring durasinya. Walau begitu, beragam selipan berbau sex tersebut hadir sebagai perwujudan dari moral decline yang dialami oleh Lisa dan Sarah dalam plot-nya, membuatnya terasa coherent dengan bigger picture yang ingin diusung oleh Gina S. Noer untuk film ini.

Sedari awal, ‘Like & Share’ ingin menampilkan decline yang dialami oleh remaja, utamanya pada perempuan. Tentang bagaimana remaja menjadi lebih terbuka dan mulai memiliki rasa penasaran yang terlampau besar, namun di saat yang sama justru dipandang berpotensi menjadi deviant bagi para baby boomer.

Selain itu, pertengahan kedua membawa penonton dalam lika-liku sexual abuse dari sisi korban yang tampaknya sudah sering dibawa pada berbagai media lokal, baik dalam format series maupun film. Akan tetapi, build up dari plot dan eksekusinya membuat film Gina S. Noer ini terlihat unik melalui style dari representasinya yang colorful dan provocative namun tetap on point.

Like & Share Review

Fokus dari ‘Like & Share’ ini terletak pada Aurora Ribero sebagai Lisa dan Arawinda Kirana sebagai Sarah. Terlepas dari kasus yang melanda salah satu pemerannya, akting keduanya tampak menawan dan terasa lebih luwes dalam membawa karakter masing-masing. Di samping itu, hadirnya deretan pemeran lain seperti Aulia Sarah dan Jerome Kurnia membuat film drama remaja ini terlihat faithful dengan realistic take mengenai kekerasan seksual sebagai sorotan utamanya.

Selain itu, aspek teknis yang diusung dalam film ketiga Gina S. Noer terlihat lebih superior ketimbang dua film arahannya yang lain. Melalui sinematografi yang mulus, color tone yang cenderung cool dan colorful pada beberapa bagian, hingga scoring bernuansa ASMR membuatnya lebih grand dan memanjakan indera penonton.

‘Like & Share’ merupakan film arahan Gina S. Noer yang berusaha mendobrak pakem teen drama di industri sinema lokal melalui representasi yang bold, sensual, serta lebih sensitive.

Meski film ini tak boleh dilewatkan selagi di bioskop, dibutuhkan pikiran terbuka karena ada beberapa scene yang dapat memancing trauma penonton seiring penayangannya.

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023 10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

Cultura Lists

Balada Si Roy Balada Si Roy

Balada Si Roy Review: Lika-liku Perusuh Tatanan

Film

Elvis Elvis

Elvis Review: Kisah Jatuh Bangun King of Rock and Roll 

Film

Spirited Away Spirited Away

Spirited Away: Animasi Legendaris Studio Ghibli yang Filosofis dan Penuh Makna

Film

Connect