Connect with us
Lamb of God
Photo via Loudwire.com

Music

Lamb of God: Lamb of God Album Review

Bukti dari Lamb of God yang berkomitmen untuk tetap berkarya di tengah gelombang dan gejolak.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Bukan suatu kebetulan jika musik metal diakui secara internasional. Lamb of God adalah salah satu buktinya. Sekarang Lamb of God telah membuat 10 lagu dengan ledakan yang berkekuatan tinggi. Kekuatan itu tertuang dalam album “Lamb of God”.

Album ini masih tetap mengikuti gaya dan pengaruh yang sama seperti sebelumnya. Coba saja didengarkan sejak awal album dari lagu yang berjudul ‘Memento Mori’ dan ‘Checkmate’.

Dua lagu itu menawarkan kecepatan dan esensi kepada para pendengarnya yang bahkan video clipnya sudah bisa disaksikan di YouTube. Album ini juga memiliki beberapa unsur revolusi agresif. Seperti tentang masalah politik yang dipadukan dalam peristiwa dibalut melalui lagu metal. Di antaranya adalah lagu berjudul ‘Gears’, ‘Reality Bath’ dan ‘New Colossal Hate’ yang memiliki paduan suara cukup berat.

Ada juga beberapa lagu kolaborasi bersama Chuck Billy dari Testament pada lagu ‘Routes’. Selain itu, kolaborasi dengan kecepatan vokal Jamey Jasta dari Hatebreed juga memicu suara yang agresif pada lagu ‘Poison Dream’. Sementara suara vokal Randy Blythe tetap terdengar dengan aura kemarahan yang dituangkan secara khas di setiap album Lamb of God.

Begitu pun dengan suara gitar dari Mark Morton dan Willie Adler bisa sangat terasa, terutama pada lagu ‘Resurrection Man’ dan ‘Bloodshot Eyes’. Mereka mampu menciptakan groove dan trash dengan agresi yang bertubi-tubi.

Suara bass dari John campbell pun tidak kalah menambahkan dinding suara yang membuat setiap lagu terdengar agresif. Lalu bagaimana dengan Art Cruz selaku drummer baru Lamb of God? Tidak perlu diragukan lagi karena ia berhasil mewujudkan esensi dari band ini.

Seperti yang diharapkan para penggemar, unsur-unsur itu membuat Lamb of God terus melancarkan serangan secara habis-habisan dan tanpa ada hentinya. Artinya, ada suatu aliran yang benar-benar bisa dinikmati dari awal sampai akhir dengan baik pada album ini. Mereka telah mampu menyalurkan lebih banyak energi di setiap lagu berikutnya. Bahkan masih terasa sampai ‘On the Hook’ yang merupakan lagu terakhir pada album ini.

Orang-orang yang menyukai jenis musik ini jelas akan selalu datang untuk kembali mendengarkan album “Lamb of God”. Tapi yang paling diskukai pada album ini adalah energi yang terasa seperti gelombang pasang meski pola dan strukturnya relatif belum sempurna.

Seperti album-album sebelumnnya, Lamb of God selalu membawa unsur kekuatan, keberanian dan harapan dari sebuah karya seni brilian yang diciptakan oleh kebencian. Maka dari itu setiap album Lamb of God selalu menghasilkan kekuatan yang tak terbendung dan mewakili para pendengarnya.

Tidak heran juga mengapa album ini diberikan nama bandnya sendiri. Inilah puncak karir yang mengesankan untuk materi-materi mereka berikutnya. Sekaligus menjadi bukti dari Lamb of God yang tetap berkomitmen untuk tetap berkarya di tengah gelombang, gejolak dan beberapa kendala cukup besar. Album inilah yang juga membuat Lamb of God bisa memuaskan penggemarnya dan menjauhkan diri dari para pencela.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect