Connect with us
Netflix

Film

June & Kopi Review: Film Keluarga Dengan Anjing yang Menghibur

Film tentang persahabatan manusia dan anjing yang masih jarang di Indonesia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Film dengan tema persahabatan manusia dan anjing sudah menjadi komoditi populer di Hollywood. Mulai dari anjing setia nan atletis dalam film “Air Bud” yang populer pada tahun 90-an, hingga kisah menyentuh dari seorang penulis kolom dengan anjing hiperaktifnya dalam “Marley & Me” (2008).

Kalau di industri film lokal, film yang memuat persahabatan antara manusia dengan anjing masih sangat jarang. “Boni dan Nancy” menjadi film pertama Indonesia bertema anjing yang rilis pada tahun 1974 silam. Hingga akhirnya tahun ini ada film baru berjudul “June & Kopi” karya sutradara Noviandra Santosa yang juga seorang pecinta anjing.

“June & Kopi” dibintangi oleh Acha Septriasa dan Ryan Delon, dimana keduanya berperan sebagai pasangan suami istri sekaligus majikan dari dua anjing lucu bernama June dan Kopi. Namun film ini lebih condong menceritakan kisah June, anjing jalanan yang diadopsi dengan hubungan naik turun dalam keluarga Aya dan Ale. Jika boleh disandingkan, konsepnya cukup serupa dengan “Marley & Me”, namun dengan plot dan perkembangan kisah yang berbeda.

June & Kopi

Netflix

Penokohan June Sebagai Anjing Protagonis yang Lucu dan Penyayang

Sebagai tokoh anjing protagonis, June sudah mendominasi film dari adegan pertama. Disajikan sudut pandang June sebagai anjing jalanan yang berlarian di gang, kemudian menghadapi rintangan yang akhirnya memberikan karakter pada tokoh anjing ini. Mulai dari sifatnya yang agresif, spontan, dan takut pada anak-anak. Hingga pada akhirnya Ia justru akrab dengan anak majikan dan menjadi semacam malaikat penjaga yang setia dan bikin penonton tersentuh.

Tak hanya June, Kopi sebagai karakter anjing pendukung dalam kisah ini juga memiliki penokohan jelas. Meski tampilannya lebih garang dari June, Kopi memiliki karakter anjing rumahan yang lebih tenang dan terlatih, serta selalu bisa diandalkan. Kedua anjing dalam film ini juga terlatih dengan baik, jadi setiap adegan terasa natural dan tidak canggung.

Sedikit fakta menarik, June dan Kopi adalah anjing dari penampungan yang dipilih untuk menjadi bintang utama dalam film ini. Sebelum syuting, keduanya menjalani pelatihan profesional selama dua hingga tiga bulan. Sepertinya sudah menjadi salah satu tujuan film ini untuk mengkampanyekan pada penonton lebih baik mengadopsi anjing terlantar daripada membeli.

Netflix

Interaksi Keluarga dengan Anjing-Anjingnya yang Menghibur Sekaligus Menyentuh

Satu lagi aspek yang tidak terlihat canggung adalah interaksi antara anjing-anjing dalam film ini dengan para aktor. Acha Septriasa dan Ryan Delon sebagai majikan kedua anjing berhasil membangun chemistry yang meyakinkan. Begitu juga interaksi antara June dengan Karin yang diperankan oleh aktris cilik Makayla Rose Hilli. Kualitas akting aktris cilik ini juga sudah pas dan tidak berlebihan.

Hubungan yang diceritakan juga memiliki perkembangan yang menarik, tidak sekadar menunjukan interaksi harmonis antara anjing dengan pemiliknya. Dalam kisah ini, Ale sebetulnya menentang keberadaan June yang merupakan anjing jalanan. Ale juga sempat skeptik untuk membiarkan June bermain dengan anaknya, Karin. Namun, kedepannya akan perkembangan hubungan yang dijamin bakal bikin tersentuh dengan detail kecil yang awalnya lucu, ada akhirnya menjadi adegan yang mengundang air mata.

Tingkah June dan Kopi juga selalu ada saja yang mengundang tawa dan kagum. Mulai dari pose-pose aneh yang konyol, hingga trik-trik cerdas yang dieksekusi oleh keduanya. “June & Kopi” benar-benar film keluarga drama yang dijamin menghibur, terutama buat kita yang pecinta anjing.

Dramatisir dan Adegan Tidak Masuk Akal yang Masih Sering Dijumpai Pada Film dengan Anjing

Dramatisir cerita dan adegan klise yang tak masuk akal sepertinya sudah dilepaskan dari film bertema hewan. Hal tersebut sudah menjadi usaha yang harus diselipkan untuk memberikan cerita dan perkembangan plot yang lebih dinamis. Hal ini menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi ketika melibatkan hewan dalam sebuah naskah film. Meski dalam film “June & Kopi” ada beberapa adegan yang terlalu tidak masuk akal, seperti polisi yang dimintai bantuan dan memberikan alasan yang tidak bijak, hingga kesengajaan tertentu yang tampak dipaksakan.

Namun, apa sebetulnya tujuan utama sutradara membuat film bertema hubungan anjing dengan manusia? Kebanyakan tujuan mereka tidak terlalu teknikal; hanya hendak menghibur dan menyentuh hati penonton dengan kisah keluarga yang hangat. Sesederhana itu. Jika itu tujuannya, “June & Kopi” telah berhasil menjadi film drama keluarga yang menghibur dan mengharukan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect