Connect with us
‘John Wick: Chapter 4’ Review
Cr. Lionsgate

Film

John Wick: Chapter 4 Review – Opsi Akhir Mencari Kebebasan

Tampilkan aksi menggugah dengan dunia yang semakin luas.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Bagi pecinta film action, seri ‘John Wick’ harusnya bukan merupakan hal asing. Muncul dalam industri sinema dunia sejak 2014, seri aksi ini populer melalui kemunculan Keanu Reeves yang membabi buta di tengah deret konflik dari masa lalu karakternya dengan laga penuh adrenalin. Berusia hampir satu dekade, seri ini kembali lagi dengan ‘John Wick Chapter 4’ yang sedang mengudara di bioskop.

‘John Wick Chapter 4’ merupakan film action arahan Chad Stahelski yang memboyong kembali Keanu Reeves bersama bintang-bintang ternama lain seperti Donnie Yen, Bill Skarsgard, hingga Hiroyuki Sanada.

Sebagai sekuel dari ‘John Wick Chapter 3: Parabellum’, film ini melanjutkan kisah John Wick yang masih kabur dari kejaran High Table dan mengancam para relasinya. Meski sudah menemukan cara untuk mendapatkan kebebasannya kembali, ia harus melawan Marquis de Gramont yang ingin dirinya mati dan Caine yang direkrut untuk membunuhnya.

John Wick: Chapter 4 Review

Secara narasi, ‘John Wick Chapter 4’ tetap beralur linear mengenai kisah baru dalam dunia kriminal naungan High Table yang memburu sang karakter titular. Narasi yang diusung tetap simpel, mengenai John Wick yang kembali harus menyelesaikan masalahnya seperti judul-judul sebelumnya. Pakem linear plot ini yang membuat filmnya straightforward tanpa bertele-tele.

Seperti prekuelnya 2019 lalu, ‘John Wick Chapter 4’ kembali berusaha untuk memperluas lore mengenai High Table yang sudah di-establish sejak ‘John Wick Chapter 2’. Ini pula yang mendorong munculnya deretan karakter baru seiring 169 menit pemutarannya, seperti The Harbinger, de Gramont, hingga Caine. Namun tentu saja, minimnya pengenalan eksplisit terkait High Table membuat eksistensinya terasa terlalu luas dan sulit untuk mempedulikan kehadirannya sebagai supreme power.

John Wick: Chapter 4

Setidaknya, ‘John Wick Chapter 4’ masih mampu memanjakan penonton dengan munculnya ragam karakter baru yang unik. Munculnya de Gramont sebagai adversary dari John Wick, Caine yang ulung dalam membunuh terlepas dari kebutaannya, hingga Tracker yang memiliki karakteristik ala Sofia dari ‘John Wick Chapter 3: Parabellum’ membuat dunianya terasa kaya.

Namun, yang patut disayangkan adalah representasi backstory yang sepenuhnya ditampilkan mengenai eksposisi, membuat eksistensi mereka minim makna. Belum lagi dengan tak dimunculkannya beberapa karakter yang sebelumnya memiliki peran penting, memberikan kesan bahwa kontinuitas dari karakternya dipandang sebelah mata pada franchise ini.

Layaknya tiga prekuelnya, ‘John Wick Chapter 4’ tetap memanjakan melalui ragam sajian laganya. Koreografinya ditampilkan dengan sangat mulus melalui shot yang sangat steady.

Tak hanya itu, sinematografi yang diusung terasa lebih grand dibanding judul-judul pendahulunya, salah satu yang paling kentara adalah overhead shot sebagai langkah bagus dalam menampilkan aksi non-stop penuh adrenalin. Di samping itu, scoring penuh dentuman memberikan kesan seru secara keseluruhan bagi film ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cultura Magazine (@culturamagz)

Akhir kata, ‘John Wick Chapter 4’ adalah cerita baru yang sangat linear dengan dunia yang semakin diekspansi. Meski begitu, sajian laga penuh adrenalinnya tetap berhasil memanjakan penonton seiring durasinya yang hampir mencapai 3 jam.

No More Bets No More Bets

No More Bets: Kisah Korban Penipuan dan Judi Online

Film

The Day Before the Wedding The Day Before the Wedding

The Day Before the Wedding: Balada Persahabatan Cosplayer Pengantin

Film

Arthur the King Arthur the King

Arthur the King: Cukup Menyentuh Walau Klise

Film

Lost in Translation & Her: Kesepian dan Perpisahan dari Dua Perspektif

Film

Connect