Connect with us
Jeffrey Epstein Filthy Rich
Netflix

TV

Jeffrey Epstein: Filthy Rich Review

Upaya menghancurkan skema piramida seksual.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Courtney Wild, perempuan kulit putih berusia 30an, menatap reporter dan berkata, ”Saat itu Jeffrey minta dibawakan gadis sebanyak-banyaknya dengan usia semuda mungkin. Saya bawa banyak tapi itu tidak pernah cukup bagi dia.”

Courtney masih berusia 14 tahunan saat ia menjadi korban Jeffrey Eipstein, predator seksual yang pada 2019 tercatat memiliki kekayaan sekitar 580 juta dollar. Skema Piramida kerap kita dengar dipakai para marketer yang bergabung dalam dunia bisnis. Mulai 27 Mei, Netflix melalui Courtney dan beberapa korban lainnya mengungkapkan sebuah hal yang tidak umum: Skema piramida seksual yang digagas oleh seorang pedofil.

Jeffrey Epstein: Filthy Rich

Jeffrey Epstein: Filthy Rich

Minor spoiler warning – though we all know how this story ends.

‘Jeffrey Epstein: Filthy Rich’ terdiri dari 4 episode dengan durasi sekitar 1 jam sekali tayang. Serial dokumenter ini berawal dari sebuah artikel majalah Vanity Fair terbitan 2011. Disutradarai oleh Lysa Bryant, ‘Filthy Rich’ menggiring penonton untuk melihat pelecehan seksual secara psikologis sekaligus sistemik.

Jeffrey dikenal sebagai pengelola dana pensiun yang namanya kerap muncul saat pengamat ekonomi berbincang-bincang tentang Wall Street. Bagaimanapun, masa lalu dan jejak investasinya termasuk misterius. Informasi tentang dirinya sangat terbatas: Publik hanya mengetahuinya sebagai sahabat Donald Trump dan Bill Clinton. Ia juga dikenal dekat dengan Pangeran Andrew.

Trump memuji Jeff sebagai ‘a terrific guy’ dan mereka pernah berpesta bersama. “Kami sama-sama suka perempuan tapi kalau dia sukanya perempuan muda sih,” kata Trump sebelum kasus Jeeff mencuat. Adapun Clinton minimal pernah 26 kali terbang menggunakan pesawat pribadi Jeff, ‘The Lolita Express.’

Pedophile Island Jeff

Jeff sering melakukan pelecehan seksual di pulau pribadinya, ‘St. James Island.’ Korban menyebutnya sebagai ‘Pedophile Island.’ Pulau ini dilengkapi kamera di berbagai sudut dan memiliki sambungan telekomunikasi private.

Fakta bahwa ia triliuner dan berkawan karib dengan petinggi dunia memudahkan Jeff untuk memangsa anak-anak gadis. Matanya tajam saat memilih korban favoritnya. Perempuan berkulit putih, rapuh, butuh uang, berusia sekitar 14-17 tahun. Sebagian besar korbannya pernah mengalami trauma dan berasal dari keluarga berantakan.

Skema piramida seksual dibentuk Jeff dengan bantuan tangan kanannya, Ghislaine Maxwell. Perempuan lulusan Oxford University ini merekrut seorang gadis untuk memijit Jeff dengan bayaran US$200. Mudah ditebak, tentu saja statusnya pemijit plus plus. Lalu gadis itu diminta untuk merekrut temannya. Ia akan diberi US$200 sebagai rekruter dan temannya dibayar dalam jumlah sama sebagai pemijit. Begitu seterusnya.

Pada prinsipnya, Jeff bukan hanya seorang pedofil melainkan juga pelaku women trafficking. Jeff mempersilahkan kawan-kawannya melakukan hal yang sama kepada para korbannya. Katie Johnson, salah satu korban Jeff, saat berusia 13 tahun pernah diperkosa Trump di apartemen Jeff. Adapun Virginia Giuffre, salah satu gadis yang pernah memijit Jeff, pernah beberapa kali ‘dipinjamkan’ Jeff kepada Pangeran Andrew.

Beberapa korban tetap kembali kepada Jeff walau pada pertemuan awal mereka sudah merasa sangat tidak nyaman bahkan amat ketakutan. Masyarakat biasanya dengan semena-mena mencerca korban, ”Kalau terjadinya berkali-kali berarti suka sama suka.” Docuseries ini berhasil menyajikan kepada penonton mengapa korban begitu lemah posisinya.

Jeffrey Epstein Filthy Rich Review

Jeffrey Epstein :Filthy Rich

Dikisahkan juga kasus Jeff yang dilaporkan korban pada tahun 1996 tapi sempat tak ada tindak-lanjut sama sekali selama sekitar 10 tahun. Diuraikan secara gamblang bagaimana kekayaan Jeff berhasil mengubah pasal Undang-undang dan petugas hukum menjadi komoditi. Dengan bantuan Alexander Acosta, Jeff bahkan mampu bernegoisasi dengan negara.

Alexander adalah Menteri Tenaga Kerja era Trump yang mundur tahun 2019. Publik sangat marah karena pada 2008 ia membantu kasus hukum Jeff sehingga negara memberinya keringanan. Saat itu Alexander berstatus sebagai pengacara di Florida. Tentu Jeff tak hanya bekerja melalui Alex. Ia juga menyewa investigator pribadi yang meneror petugas FBI dan detektif swasta yang menyelidiki kasusnya.

Sebagian besar serial ini diisi oleh kesaksian korban. Rata-rata menceritakan hal yang sama: Bagaimana mereka direkrut dan apa perasaan mereka ketika itu. Sayang memang kenapa dalam 4 jam kisah serupa diungkapkan berkali-kali. Sangat sedikit alokasi waktu yang disediakan untuk menggali trauma korban, misalnya lewat wawancara dengan psikolog.

Trauma korban perlu diungkapkan bukan karena potensial mengekspoitasi kesedihan dan membuat film jadi laku. Trauma ini butuh untuk dituangkan sebagai alat edukasi bagi penonton terutama mereka yang juga korban dan belum berani untuk angkat bicara.

Trauma inilah yang membuat beberapa korban dalam ‘Filthy Rich’ bergerak untuk melawan. Mereka merasakan sendiri betapa gelapnya hidup selaku korban pemerkosaan atau pelecehan seksual. Mereka lalu bertekad agar perempuan lain tak mengalami hal yang sama. Sebagian sempat diam saja karena gentar melihat harta Jeff dan lingkaran pertemanannya.

Mereka menjadi berani setelah melihat #MeTooMovement, sebuah gerakan yang digagas pada 2006 oleh aktivis perempuan Amerika Serikat, Tarana Burke. Tahun 2017, Alyssa Milano membuat hashtag ini menjadi viral. Korban Jeff membaca twit Alyssa, berubah pikiran lalu kembali bergerak. Tak heran jika lantas kasus Jeff baru meraih perhatian internasional pada 2018. Suara korbanlah yang membuat dunia tersentak.

Twit Alyssa Milano yang membuat beberapa korban Jeff bergerak untuk melaporkan kejahatan Jeff ke polisi.

Twit Alyssa Milano yang membuat beberapa korban Jeff bergerak untuk melaporkan kejahatan Jeff ke polisi.

Sebenarnya sebelum 2018 kasus Jeff sudah diproses, namun #MeTooMovement memicu beberapa korban Jeff untuk bergerak dengan lebih agresif. Sosok yang mereka hadapi termasuk kebal hukum. Wajar jika mereka harus bergerak bersama-sama.

Sayang, saat hukum sudah berpihak pada mereka, pada 10 Agustus 2019 ketika berada dalam masa penantian sidang, Jeff bunuh diri di penjara.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect