Connect with us
Japan Sinks 2020
Netflix

TV

Japan Sinks 2020 Review: Jepang dan Terror Bencana Gempa Bumi

Ketika malapetaka mempersatukan sebuah keluarga.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Jepang memiliki nasib yang sama seperti Indonesia jika dilihat dari letak negaranya. Keduanya berada di atas zona Cincin Api Pasifik. Hal tersebut menyebabkan Jepang dan Indonesia sering kali mengalami bencana gempa bumi atau letusan gunung berapi.

Premis inilah yang digunakkan oleh Masaaki Yuasa saat menciptakan serial animasi Japan Sinks: 2020. Serial animasi original Netflix ini baru saja tayang bulan Juli.

japan sinks 2020

Netflix

Japan Sinks ternyata merupakan judul dari sebuah novel fiksi karya Sakyo Komatsu yang dirilis pada tahun 1973. Masaaki Yuasa mengadaptasi novel ini menjadi sebuah serial animasi, namun dengan latar waktu tahun 2020. Pemilihan latar waktu di masa kini dipilih oleh Masaaki Yuasa agar penonton dapat terhubung dan ikut merasakan kengerian bencana alam dalam serial ini.

Menceritakan Kisah Tragis Sebuah Keluarga

Episode pertama dibuka dengan Jepang yang masih dalam keadaan baik. Seluruh warganya menjalankan hari seperti biasanya. Begitu juga dengan Ayumu Mutoh (Reina Ueda) yang memilih untuk menjalankan rutinitas latihan larinya. Ayumu merupakan atlet lari di sekolahnya. Sore itu ia menghabiskan waktu bersama teman-teman dan juga pelatihnya.

Anggota keluarga Mutoh yang lain juga sedang melakukan kegiatannya masing-masing. Sama seperti anak-anak kebanyakan, Go Mutoh (Tomo Muranaka) sedang asik memainkan game online sore itu. Kesibukkan kedua orangtuanya membuat Go terbiasa tinggal sendirian di rumah.

Bekerja di sebuah konstruksi membuat ayahnya, Koichiro Mutoh (Masaki Terasoma), sering pulang larut malam. Ibunya sering bepergian ke luar negeri, namun, sore itu rencananya sang ibu, Mari Mutoh (Yuko Sasaki), akan sampai di Jepang setelah berkunjung dari sebuah negara.

Tiba-tiba sebuah gempa berskala cukup besar terjadi sore itu. Gempa tersebut terjadi dalam waktu yang singkat, namun kepanikan tetap dialami oleh Ayumu dan teman-temannya. Sesi latihan hari itu akhirnya selesai dan mereka bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

Saat sedang di ruang ganti baju, seketika seluruh ponsel berdering. Ayumu dan teman-temannya mendapatkan pemberitahuan bahwa gempa telah terjadi. Hanya beberapa detik berselang saat tiba-tiba sebuah gempa dengan skala yang lebih besar kembali mengguncang wilayah itu.

japan sinks 2020 netflix

Netflix

Ayumu cukup beruntung karena selamat dari bencana, namun trauma menyerang Ayumu. Ia harus menyaksikan langsung keadaan mengenaskan teman-temannya yang tidak bisa ia selamatkan.

Keberuntungan Ayumu tidak sampai di situ. Ternyata, seluruh anggota keluarganya, yaitu Go, sang ayah, dan ibu berhasil menyelamatkan diri mereka dari bencana. Keluarga itupun bersatu dan bersama-sama bertahan di tengah kehancuran yang diakibatkan oleh gempa bumi.

Cerita yang Terkesan Berulang-ulang

Keluarga Mutoh digambarkan sebagai keluarga yang selalu positif dan optimis. Alih-alih merasa sedih dan ketakutan, anggota Keluarga Mutoh tidak pernah kehilangan senyum dan semangat mereka dalam bertahan hidup.

Energi positif yang dimiliki oleh keluarga ini ternyata tidak menutup nasib buruk yang malah menimpa mereka terus-menerus. Hampir di setiap episode selalu ada kisah tragis yang dialami oleh keluarga ini. Rasanya seperti kesialan sedang membayang-bayangi Keluarga Mutoh.

Cerita tragis yang menimpa Keluarga Mutoh terkesan berulang-ulang, sehingga membuat atmosfer ngeri dalam serial ini terasa hilang dan berubah menjadi membosankan. Apalagi ketika kesialan yang dirasakan oleh Keluarga Mutoh bukan diakibatkan oleh gempa bumi atau bencana alam lainnya, namun karena kebodohan dan kesalahan tokoh itu sendiri.

Japan Sinks 2020

Netflix

Pengembangan karakter setiap tokoh dalam serial ini sama sekali tidak dirasakan. Setiap tokoh memiliki karakter yang sama dari episode awal sampai akhir, padahal banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan karakter para tokoh. Karakter tokoh yang terkesan statis membuat penonton dapat dengan mudah menebak kelanjutan kisah dan nasib dari tiap tokoh.

Mampu Menggambarkan Kengerian Bencana Alam Melalui Animasi

Hal yang pertama kali disadari saat melihat serial animasi ini adalah animasi setiap tokoh yang dibuat sederhana. Kontras dengan sederhananya kualitas penggambaran tokoh, penggambaran latar tempat dalam serial ini dibuat sangat rapi dan mendetail. Mungkin hal tersebut dilakukan agar penonton lebih fokus dengan kehancuran Jepang setelah dilanda bencana gempa bumi.

Science Saru sebagai rumah produksi animasi ini sukses menyampaikan kengerian bencana alam melalui animasi. Jalan-jalan yang terbelah, rumah dan gedung yang roboh, serta penggambaran korban-korban yang tewas akibat gempa digambarkan dengan sangat baik.

Gambar grafis yang eksplisit dan banyaknya momen mengerikan dalam serial ini membuat Japan Sinks: 2020 hanya dapat dinikmati oleh penonton berumur 18 tahun keatas.

Secara keseluruhan, Japan Sinks: 2020 merupakan sebuah serial animasi yang berpotensi, namun masih memiliki kekurangan dalam naskah ceritanya yang terkesan membosankan. Untungnya hal tersebut dapat ditutupi oleh kualitas animasi yang mengesankan.

Japan Sinks: 2020 sangat cocok dinikmati oleh penikmat film bergenre disaster dan science fiction. Durasi yang pendek di tiap episodenya membuat serial animasi ini dapat dinikmati dalam waktu yang singkat. Kengerian, namun tetap lekat dengan nuansa kekeluargaan dapat kita rasakan dalam Japan Sinks: 2020.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect