Connect with us

Entertainment

Isu Propaganda dalam film Iron Man

Pesan anti perang yang tidak semudah itu untuk dipahami.

Pada tahun 2008 adalah momen bersejarah bagi Marvel karena di waktu film “Iron Man” rilis dan menjadi awal dari perjalanan panjang Marvel Cinematic Universe. Di waktu itu film “Iron Man” bisa dibilang bukanlah film yang diramalkan akan menjadi film besar terutama karena mengangkat karakter baru dan masih asing didengar untuk kalangan penonton awam (bukan pembaca komik Marvel).

Nama Jon Favreau sebagai sutradara bukanlah nama besar terutama karena Jon sebelumnya selalu bermain di film independen. Memasang Robert Downey Jr sebagai Tony Stark juga sempat ditentang oleh studio karena kasus narkoba Downey sebelumnya. Tapi semua itu berubah ketika film “Iron Man” justru mendapat respon yang positif dan meledak hingga akhirnya dibuat sekuel dan berikutnya menjadi sejarah kebangkitan MCU.

Dibalik semua itu, Jon Favreau menyisipkan pesan penting yang mungkin bisa dipahami jika kita melihat film “Iron Man”(2008) tidak hanya sekadar sebagai tontonan menghibur. Berikut adalah pembahasan tentang pesan Jon Favreau yang ingin disampaikan melalu film “Iron Man”.

Iron Man

Berlatar belakang pasca peristiwa 9/11

Film “Iron Man” mengalami pergeseran latar karakter dari komiknya. Di komiknya Iron Man lahir karena diculik oleh prajurit Viet Cong ketika Amerika berperang melawan Vietnam di tahun 1960an. Kemunculan komik Iron Man sendiri juga merupakan salah satu produk propaganda dari Amerika Serikat untuk menggalang simpati perang mereka melawan Vietnam.

Peristiwa peperangan di Vietnam oleh Jon Favreau dirubah menjadi ketika Amerika Serikat tengah berperang dengan negara Afghanistan. Perang tersebut dipicu karena kejadian yang mengubah sejarah Amerika Serikat yaitu peristiwa 9/11 atau pengeboman di Gedung WTC. Jon Favreau merasa jika “Iron Man” dibuat seperti di komik, film ini akan menjadi terasa usang karena harus menunjukkan latar waktu jaman dulu. Jon Favreau paham bahwa Iron Man adalah lambang perang.

Pembukaan film diperlihatkan bagaimana Tony Stark bersama konvoi pasukan Amerika Serikat setelah percobaan senjata baru keluaran Stark Industries untuk pasukan Amerika Serikat.

Adegan tersebut jika dilihat lebih seksama akan terlihat betapa Jon Favreau berusaha untuk sedetail mungkin membuat penegasan bahwa film “Iron Man” merupakan film dengan latar belakang perang Afghanistan. Penegasan itu bisa terlihat dari kostum perang yang dipakai, mobil Humvee yang dikendarai dan tentu saja lokasi di padang pasir seperti layaknya di Afghanistan.

Isu Propaganda dalam film Iron Man

Penggambaran Taliban dalam wujud pasukan Ten Rings

Setelah konvoi yang berujung pada serangan mendadak, Tony Stark diculik dan direkam oleh para pasukan Ten Rings. Hal ini menjadi penting karena adegan tersebut sangat menyiratkan bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pasukan Taliban ketika menangkap prajurit Amerika sebagai bentuk terror.

Tony akhirnya disekap dan disuruh untuk membuat senjata kepada Ten Rings. Menariknya adalah di dalam gua tempat Tony disekap terdapat banyak persenjataan dari perusahaan dia Stark Industries. Hal ini menjadikan suatu asumsi bahwa ada permainan di belakang perang tersebut. Bagaimana pasukan Ten Rings bisa mendapatkan persenjataan dalam jumlah besar. Jon Favreau seperti ingin menegaskan bahwa dalam peperangan tersebut tidak lah murni serangan teroris dari pihak Taliban tapi Favreau merasa ada campur tangan dari pihak-pihak tertentu untuk melancarkan aksi tersebut.

Penggambaran pasukan Ten Rings diibaratkan dengan Taliban juga merupakan bukti pergeseran latar sejarah dari komiknya. Di komiknya sendiri Ten Rings merupakan lambang dari karakter Mandarin yang merupakan orang komunis Tionghoa (keturunan dari Raja Genghis Khan) yang tentu saja menjadi bagian dari perang di Vietnam. Di dalam filmnya, Favreau mengubahnya menjadi sekumpulan pasukan berpakaian seperti orang-orang Taliban.

Propaganda dalam Propaganda

Ketika di penghujung cerita penonton akan diperlihatkan bahwa ternyata pemasok utama persenjataan pasukan Ten Rings adalah dari Obadiah Staine. Obadiah mendapatkan keuntungan besar ketika menjual senjatanya ke Ten Rings, oleh karena itulah ia termasuk salah satu pihak yang tidak terima ketika Tony menutup bisnis persenjataan di Stark Industries.

Dari adegan tersebut tersirat bahwa sebenarnya peristiwa 9/11 seperti tidak semata-semata memang dilakukan oleh Taliban justru sebenarnya ada suatu pihak yang mencipatkan Taliban agar bisa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Terkesan kontroversial tapi jika melihat filmnya penonton akan merasakan hal tersebut.

Sehingga di permukaan film “Iron Man” terkesan sebagai kritik dari Favreau bahwa sebenarnya teroris itu hanyalah akal-akalan saja. Terutama ketika menjadikan negara-negara Timur Tengah mendapatkan label teroris. Tapi ada satu fakta menarik dari film “Iron Man” bahwa film ini mendapat dukungan langsung dari Pentagon. Itulah kenapa terdapat pesawat F-22 Raptor asli di dalam filmnya.

Jika film ini memang didukung langsung oleh Pentagon yang tentu saja naskah filmnya akan diperiksa oleh mereka untuk berjaga-jaga jika ada suatu hal yang nantinya akan mengancam stabilitas politik di Amerika. Maka akan muncul sebuah pertanyaan; apakah film ini sebenarnya merupakan propaganda dalam propaganda yang diluncurkan oleh Pentagon untuk membersihkan isu-isu bahwa Pentagon sendirilah yang menciptakan karakter Taliban?

Bisa kita akui bahwa film “Iron Man” memang tidaklah sekadar menghibur tapi film ini memberikan banyak pandangan-pandangan baru jika kita menonton kembali. Konteks 9/11 memang tidak berhenti di film “Iron Man” tapi juga berlanjut di film “The Avengers” (2012) dan “Iron Man 3” (2013).

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Violent Night Violent Night

Violent Night Review: Kisah Santa Claus yang Hangat Namun Brutal

Film

Disenchanted Disenchanted

Disenchanted Review: Reuni Semarak yang Kehilangan Keajaiban Musikalnya

Film

Connect