Connect with us
Inuyashiki Live Action Review

Film

Inuyashiki Live Action Review

Action, sci-fi, dan drama isu kemanusian dalam satu paket film.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Inuyashiki” merupakan anime adaptasi manga bergenre seinen karya Hiroya Oku. Anime ini memiliki banyak unsur genre yang memengaruhi kompleksitas cerita. Mulai dari action, suspense, sci-fi, hingga drama isu kemanusiaan yang dekat dengan realita gelap kehidupan manusia urban.

Cerita “Inuyashiki” berpusat pada dua karakter utama; seorang ayah sekaligus pegawai kantor biasa bernama Ichiro Inuyashiki, dan seorang pelajar laki-laki, Hiro Shishigami. Keduanya tidak memiliki kehidupan yang bahagia, hingga suatu hari mereka terkena ledakan misterius yang membuat mereka memiliki kekuatan super sebagai manusia cyborg. Dengan kekuatan yang sama, siapa yang akan menjadi pahlawan dan villain dalam kisah ini?

Anime “Inuyashiki” merupakan salah satu yang terbaik dalam frekuensi seinen, sayangnya tidak terlalu terkenal dan semeledak judul-judul besar lainnya. Shinsuke Sato sebagai sutradara untuk film adaptasi live action ini memiliki tugas besar untuk membuat “Inuyashiki” lebih relevan untuk penikmat film maupun serial anime.

Inuyashiki

Film Superhero yang Heroik dengan Materi Kemanusian Realistis

Inuyashiki (2018) sudah mengandung berbagai macam unsur sebagai bekal film superhero komplit. Aksinya dapat, dramanya juga dapat. Pada babak-babak pertama, kita akan diperkenalkan dengan Ichiro Inuyashiki (Noritake Kinashi) sebagai seorang bapak yang tidak dipedulikan oleh keluarganya. I

nuyashiki juga tidak punya harga diri di kantor, ditindas dan dipermalukan. Semuanya terlihat seperti tipikal kehidupan pegawai kantoran di Jepang yang sudah bukan rahasia lagi betapa kerasnya. Hingga akhirnya Ia mendapatkan kekuatan bersama Hiro Shishigami (Takeru Satoh).

Lalu kita diajak mengikuti kehidupan Hiro sebagai remaja yang tak kalah suramnya. Banyak penggemar anime yang sempat menyamakan Hiro dengan Light Yagami, karakter utama dalam manga/anime terbaik dan terpopuler, “Death Note”. Padahal kalau dianalisa kembali, Hiro jelas memiliki latar belakang dan prinsip yang sangat berbeda dengan Light.

Justru yang membuat “Inuyashiki” lebih relevan adalah kemampuan kedua karakter utama yang standar sebagai manusia. Inuyashiki bukan detektif jenius dengan IQ tinggi, begitu juga dengan Hiro yang tidak secerdas dan seberbakat Light. Ini adalah pertarungan antara remaja laki-laki yang dikecewakan oleh kehidupan dan seorang bapak pekerjaan kantoran biasa. Membuat setiap pilihan dan prinsip yang terbentuk pada kedua karakter terasa lebih dekat dengan kita.

Inuyashiki Review

Perkembangan Plot yang Ngebut Namun Tetap Fokus

Sebagai film dengan durasi kurang lebih 2 jam, “Inuyashiki” memiliki plot yang terasa ngebut. Dieksekusi secara kronologis, menghilangkan beberapa adegan dan dialog yang lebih detail dari veri manga/anime-nya. Hal ini akan lebih disadari oleh penonton yang sudah mengikuti manga/anime “Inuyashiki” sebelumnya, namun plot utama tetap bisa dipahami dengan baik untuk penonton baru.

Kita mungkin tidak akan terlalu mengenal sedalam-dalamnya tentang kedua karakter utama, serta latar kehidupan masyarakat urban dalam dunia “Inuyashiki”. Naskah “Inuyashiki” ibaratan rangkuman dari serial yang hanya mempresentasikan poin-poin utama dari manga.

Adegan apa saja yang penting, pesan dan nilai apa saja yang harus dimuat untuk mendukung penokohan karakter utama. Dengan dua tokoh utama yang dekat dengan kehidupan dan sudah banyak diadaptasi dalam film-film lainnya, tidak sulit untuk memahami motivasi dari Inuyashiki dan Hiro.

Sinematografi Terlalu Gelap, Efek CGI Mendukung Adegan Aksi yang Dinamis

Salah satu kelemahan dari film ini secara teknis adalah beberapa adegan yang sangat gelap. Bukan berarti memuat kisah yang suram dan depresif harus didekorasi dengan sinematografi yang gelap. Pada beberapa adegan dengan dialog, terasa sangat mengganggu ketika kita tidak bisa melihat wajah setiap karakter dengan lebih jelas.

Lepas dari itu, gaya sinematografi “Inuyashiki” terlihat seperti film superhero budget besar pada umumnya. Salah satu efek CGI yang paling penting pastinya tubuh cyborg yang dimiliki Inuyashiki dan Hiro. Mulai dari animasi transformasi hingga detail tubuh cyborg yang kompleks sudah sangat bagus. Tak kalah dengan film-film Marvel. Hanya ada sedikit beberapa adegan yang masih terlihat dirender semampunya, namun eksekusi momentumnya bisa menutupi kelemahan tersebut.

“Inuyashiki” juga memiliki porsi yang pas untuk setiap unsur genre yang dijanjikan dalam film ini. Akan tiba waktunya kita melihat adegan aksi penuh ledakan dan pertarungan seru. Setiap adegan terbang yang saling bermanuver dan ledakan-ledakan memiliki arahan yang dinamis. Kemudian didukung dengan sound efek yang semakin membuat adegan aksi menggugah.

“Inuyashiki” memiliki eksekusi yang tepat dalam merangkum dan memuat berbagai unsur genre dalam satu film. Jika belum puas dengan eksplorasi kedua karakter yang menarik dalam film ini, kita akhirnya tertarik untuk binge anime-nya atau membaca manga-nya.

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect