Connect with us
Happiest Season
Hulu

Film

Happiest Season Review

Tentang cinta dan keluarga disfungsional saat liburan Natal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Abby (Kristen Stewart) memiliki pengalaman buruk dengan Natal yang menghancurkan masa remajanya. Namun, Ia memiliki kesempatan untuk mengukir kenangan baru di Hari Natal ketika kekasihnya, Harper (Mackenzie Davis), mengajak berlibur ke rumah orang tuanya.

Masalah baru muncul ketika Harper mengungkapkan bahwa keluarganya belum tahu kalau Ia memiliki pacar perempuan. Mampukah Abby dan Harper berpura-pura menjadi teman dalam liburan Natal dalam keluarga yang kompetitif dan judgemental?

Rilis pada 2019, “Happiest Season” merupakan film Natal terbaik pada musimnya. Beberapa tahun belakangan, Kristen Stewart kerap bermain dalam film yang berkualitas, termasuk yang satu ini. Film ini memuat kisah tentang keterkaitan antara isu keluarga dengan percintaan.

Happiest Season

Satu Paket Kisah Keluarga Disfungsional dan Problem Pasangan Sesama Gender

Porsi cerita antara drama keluarga dan percintaan dalam naskah “Happiest Season” mengandung komposisi yang tepat. Kemudian diberi bumbu-bumbu cerita tentang pertemanan, masa kecil, dan materi humor untuk melengkapi film drama yang termasuk ringan ini.

Konflik utama yang hendak diekspos dalam kisahnya sendiri adalah tentang ekspektasi keluarga sempurna terhadap anak-anaknya yang juga sempurna. Namun, sebetulnya setiap dari anggota keluarga menyembunyikan jati diri mereka karena takut tidak dapat diterima. Dalam kasus Harper, Ia takut dengan identitasnya yang berpacaran dengan sesama wanita.

Meski dengan materi keluarga disfungsional yang serius, penulis naskah secara pintar mampu membuat beberapa adegan menjadi lucu. Bagi kita yang menyukai materi black comedy atau sarkasme, dijamin akan tertawa menonton film ini. Perlu diakui bahwa cukup sulit membuat film komedi di masa ini, ketika banyak orang mudah tersinggung dengan materi humor yang disalah artikan sebagai perundungan. “Happiest Season” tahu betul kapan harus serius dan kapan boleh bercanda dalam menulis naskahnya.

Happiest Season

Setiap Karakter Memiliki Kontribusi dalam Cerita

Dalam film yang memiliki banyak karakter, biasanya ada yang terlupakan setelah film berakhir. “Happiest Season” memiliki sederet karakter yang masing-masing memiliki peran dan kontribusi pada cerita. Bahkan mantan Harper yang hanya muncul sekali dua kali saja juga mempengaruhi perkembangan cerita.

Tidak ada adegan maupun dialog yang kita kira hanya gimmick komedi, tidak memberikan dampak pada kelanjutan cerita. Seperti halnya John yang diperankan oleh Dan Levy, Ia menjadi sosok teman yang menjadi “badut” sekaligus sosok yang bijak ketika Harper dan Abby tak tahu harus berbuat apa.

Meski bisa dikatakan film ini selevel dengan popcorn-flick movie yang ringan, setiap aktor memberikan penampilan terbaiknya. Tidak ada yang tampil kikuk atau cringe setiap kali melontarkan dialog humor. Naskah juga tetap fokus dalam perkembangan hubungan Abby dan Harper, dengan pengaruh situasi keluarga yang rumit.

Beberapa karakter pendukung yang muncul juga memberikan kejelasan secara bertahap tentang Harper, membuat Abby mempertanyakan hubungan mereka selama ini.

Tipikal Popcorn-Flick yang Klise, Namun Tetap Seru Sebagai Tonton Romantis Natal

Ada banyak elemen yang cukup klise dalam film ini. Mulai dari pertemuan-pertemuan tidak terduga, urgensi yang bikin penonton panik, dan sejenisnya. Namun hal tersebut sangat bisa ditoleransi karena naskah yang disajikan sangat menghibur dan bermakna.

Tak perlu khawatir juga, “Happiest Season” akan menjadi tontonan yang menguras perasaan di awal saja, namun akan berakhir dengan skenario yang memuaskan. Film ini juga bisa dikategorikan cukup aman untuk ditonton bersama keluarga karena hanya mengandung sedikit adegan romantis.

“Happiest Season” bisa menjadi film Natal klasik di masa depan, layaknya “Love Actually” (2003) dan “The Holiday” (2006). Film yang disutradarai oleh Clea DuVall ini sekarang sudah bisa streaming di Netflix.

One Piece Film: Red One Piece Film: Red

One Piece Film: Red Review – Drama Bajak Laut Berbalut Musikal

Film

Drifting Home Drifting Home

Drifting Home Review: Ketika Tempat Menyimpan Berbagai Kenangan dan Trauma

Film

Woman King Woman King

Rekomendasi Film Terbaru Oktober 2022

Cultura Lists

blonde review blonde review

Blonde Review: Biopik Suram Marilyn Monroe yang Tidak Mencerahkan

Film

Connect