Connect with us
Ghea Indrawari
Ghea Indrawari - Keajaiban MV

Music

Ghea Indrawari: Rasa Cinta Ini & Keajaiban Review

Rilis musik ganda yang mengindikasikan komitmen (dan ambisi) yang baru.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Meluncurkan karier seorang artis tidak pernah menjadi tantangan yang mudah. Lihat saja Ghea Indrawari. Jebolan Indonesian Idol musim ke-9 ini telah berhasil membangun fanbase berskala nasional, memiliki jumlah followers Instagram yang melampaui angka satu juta, dan mengukuhkan eksistensi yang konsisten sebagai public figure, TV personality, dan social influencer.

Akan tetapi, patut diakui bahwa tumbuh kembang Ghea–secara spesifik di industri musik–masih ‘ketinggalan kereta’ apabila dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya Marion Jola dan Brisia Jodie.

Pasca Indonesian Idol, Ghea memang telah meluncurkan beberapa single. “Rinduku” (2018) dan “Janji” (2019) adalah karya-karya yang cukup solid dan radio-friendly. Akan tetapi, baik Ghea maupun label Hits Records tidak bisa menyangkal bahwa rendahnya jumlah spin untuk kedua single tersebut telah menjelma menjadi lampu merah yang meresahkan.

Beberapa orang akan berpendapat bahwa popularitas hanya tinggal menunggu rezeki. Di sisi lain, para kritikus akan berpendapat bahwa Ghea dan label masih belum mengerahkan usaha terbaik mereka. Kini, Ghea Indrawari memutuskan untuk mencoba kembali dengan rilis single ganda: “Rasa Cinta Ini” dan “Keajaiban”.

“Rasa Cinta Ini” adalah balada pop romansa yang mengisahkan tentang cinta lama yang sesungguhnya adalah cinta sejati (“Aku tak pernah bisa, mengganti dirimu”/ “Dengan cinta yang lain”/ “Sungguh hanya hatimu, hati yang kucari”/ “Yang paling ku sayangi”). Formula pop yang nyaris “old-school” menjadi kompas untuk single yang satu ini. Vokal Ghea yang lebih powerful dari biasanya mengindikasikan bahwa mungkin Ghea lebih pantas bernaung di ranah traditional pop dan bukannya bubblegum pop ala “Rinduku”.

Dari segi produksi, “Rasa Cinta Ini” adalah single Ghea yang paling apik sejauh ini. Diproduseri oleh Lina Priscilla (yang turut memproduseri single Andmesh Kamaleng “Nyaman”) dan dikomposisi oleh Mario Kacang dan Bemby Noor (yang adalah keponakan Chrisye dan personil 3 Composers), produksi “Rasa Cinta Ini” lembut namun emosional mengingatkan pendengar dengan karya-karya awal Afgan dan Bunga Citra Lestari. “Slow-build” yang semakin lama semakin memuncak dari awal bait pertama hingga bridge terbukti efektif tanpa menjadi berlebihan.

Apabila ditarik kesimpulan, tampaknya Ghea mulai mengikuti blueprint yang sebelumnya menjadi acuan Marion Jola dan Brisia Jodie dalam menggarap karya-karya mereka. Ketika Marion Jola menggaet Laleilmanino dan Brisia Jodie menggaet Tohpati dan Yovie Widianto, maka Ghea Indrawari dan Bemby Noor hadir sebagai “dream team” yang baru.

Di sisi lain, “Keajaiban” menjadi pendamping yang menarik sekaligus janggal untuk “Rasa Cinta Ini”. Sebagai informasi, video klip “Keajaiban” telah dirilis akhir tahun 2019 yang lalu tanpa melibatkan rilis di streaming platform–sebuah langkah strategis yang patut menuai pertanyaan.

Dari segi lirik, “Keajaiban” seolah-olah menjadi bab coda untuk kisah yang dilantunkan “Rasa Cinta Ini”. Apabila “Rasa Cinta Ini” menyiratkan kerinduan, maka “Keajaiban” menyiratkan harapan akan kesempatan kedua (“Jika nanti kita bertemu, ingin aku sampaikan”/ “Aku menyayangimu, apakah engkau tahu?”/ “Aku percaya pada keajaiban”/ “Kau kan mencintaiku, lebih dari ku mencintaimu”).

Dari segi produksi, “Keajaiban” yang dikemas secara stripped-down menciptakan aura yang lebih melankolis namun kurang memorable apabila dibandingkan dengan “Rasa Cinta Ini”. Kali ini Ghea Indrawari mendapatkan sole credit sebagai komposer “Keajaiban” tanpa dukungan musisi veteran seperti Bemby Noor. Alhasil, meski pun “Keajaiban” lebih unggul dari segi lyrical content, produksi “Rasa Cinta Ini” relatif jauh lebih bersinar.

Sebagai catatan terakhir: rilis single ganda ini seyogyanya menjadi pelajaran penting bagi label Hits Records selaku payung musik seorang Ghea Indrawari. Sebagai major label, rasa-rasanya bukanlah ekspektasi yang berlebihan bagi Hits Records untuk memberikan push kepada artis nomor satu mereka (Andmesh Kamaleng) tanpa melupakan artis-artis lain yang sama (atau bahkan lebih) berbakat.

Semoga rilis single ganda ini menandakan komitmen yang baru antara label dan sang artis. Pada akhirnya, dua bintang bersinar jauh lebih menguntungkan daripada satu bintang tunggal.

IN A NUTSHELL:

+ “Rasa Cinta Ini” dan “Keajaiban” seolah-olah memperbaharui komitmen Ghea Indrawari sebagai seorang artis/musisi. Kolaborasi Ghea dengan komposer/produser veteran Bemby Noor terbukti berhasil
– Faktor produksi masih menjadi kekurangan yang perlu ditambal Ghea dan pihak label. Ada baiknya mereka lebih sering menggaet produser veteran demi tumbuh kembang Ghea sebagai songwriter

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect