Connect with us
GOT The Bells Review
Image: HBO

Film

Game of Thrones Season 8 Episode 5: “The Bells” Review

Season 8 terbukti gagal memuaskan penonton dan menjadi musim terburuk di serial Game of Thrones.

Episode kelima Game of Thrones yang berjudul “The Bells” akhirnya hadir dan memperlihatkan usaha perebutan King’s Landing yang dilakukan oleh Daenerys. Sayangnya, episode ini bisa dibilang mengecewakan dan gagal memuaskan penonton. David Benioff dan D.B. Weiss showrunner sekaligus penulis dari serial ini terbukti tidak mampu memegang beban untuk menyelesaikan serial Game of Thrones secara memuaskan tanpa didasari oleh materi novel karangan G.R.R Martin.

Episode ini dimulai dengan kematian salah satu karakter krusial yaitu Lord Varys. Di episode sebelumnya, Lord Varys memutuskan untuk berkhianat kepada Daenerys karena mengetahui identitas Jon Snow yang sebenarnya. Seharusnya informasi baru yang didapatkan Lord Varys ini dapat menjadi sebuah tensi baru yang membuat penonton penasaran terhadap aksi apa yang akan dilakukan Varys. Sayangnya, baru sekitar sepuluh menit pertama di episode kelima, Lord Varys ditangkap dan dieksekusi oleh Daenerys. Sia-sia rasanya tensi yang dibangun di episode 4 karena langsung dihilangkan di awal episode 5. Padahal setup yang dibangun berpotensi membuat cerita menjadi jauh lebih menarik.

Game of Thrones Season 8 Episode 5: “The Bells” Review

Golden Company (Image: HBO)

Setelah kematian Lord Varys, penonton langsung diperlihatkan kondisi King’s Landing. Terlihat pasukan Cersei yang sudah siap mempertahankan King’s Landing. The Goldan Company berdiri dalam formasi di depan gerbang sedangkan armada laut pimpinan Euron berlayar mengelilingi King’s Landing. Secara mengejutkan tiba-tiba Daenerys muncul dari langit sambil menunggangi Drogon dan menghancurkan seluruh armada Euron. Adegan ini terasa sangat tidak masuk akal mengingat episode sebelumnya kekuatan Daenerys dan naganya begitu terancam karena ballista yang dimiliki oleh kapal milik Euron. Secara mendadak seluruh pasukan armada laut Euron kehilangan akurasi dan tidak ada satu pun panah ballista yang mengenai Drogon. Tidak ada perubahan atau bahkan taktik baru yang digunakan Daenerys tetapi hanya dalam satu episode tiba-tiba Daenerys dan Drogon dapat menaklukkan seluruh pasukan Euron seorang diri. Apa perubahan atau taktik yang Daenerys lakukan sehingga dapat mengalahkan armada Euron? Tidak ada. Lalu kenapa terjadi perubahan kekuatan secara signifikan? Rasanya kematian Rhaegal pada episode sebelumnya menjadi sia-sia melihat seberapa mudahnya di episode ini armada laut Euron dihancurkan.

Selain itu, seluruh ballista atau scorpion yang disiapkan Cersei mengelilingi King’s Landing juga langsung dihancurkan oleh Drogon. Tensi yang dibangun mengenai bahaya Scorpion langsung hilang begitu saja tanpa alasan yang kuat. Secara canggung lagi-lagi para pasukan Cersei kehilangan akurasi dan tidak berhasil menjatuhkan Drogon. Seluruh tensi yang dibangun mengenai perang ini mendadak hilang karena penyelesaian yang diberikan hanya dengan Daenerys menunggangi Drogon dan menghancurkan King’s Landing. Untuk apa kemarin para penonton dibuat menunggu perang terkahir ini jika solusi yang diberikan begitu dangkal? Penonton tentunya sudah berekspektasi ada sebuah permainan pikiran serta adu taktik antara Cersei dan Daenerys, bukan penyelesaian secara barbar yang diperlihatkan di episode ini.

Game of Thrones The Bells Review

Daenerys (Image: HBO)

Di sisi lain, Tyrion berusaha menyelesaikan peperangan dengan meminimalisir kematian warga sipil. Tyrion membebaskan Jaime dan memintanya untuk meyakinkan Cersei untuk membunyikan bel tanda menyerah kepada Daenerys. Perkembangan karakter Jaime yang kembali pada Cersei juga kembali menghancurkan tensi yang sudah dibuat di akhir musim sebelumnya. Di akhir musim ketujuh sebetulnya perkembangan karakter Jaime menjadi menarik, ia pergi meninggalkan Cersei yang sudah lama ia dukung karena sadar bahwa Cersei sudah kelewat batas. Tanpa alasan serta perubahan yang terjadi, keputusan Jaime untuk kembali ke Cersei terasa begitu tiba-tiba dan tidak didukung oleh motivasi yang kuat. Kenapa tiba-tiba Jaime kembali terhipnotis dan memutuskan untuk kembali pada Cersei? Pembangunan karakter Jaime dari musim awal hingga musim ini nampaknya dilupakan dan diabaikan begitu saja.

Salah satu momen paling kontroversial yang terjadi di episode ini adalah keputusan Daenerys untuk terus menghancurkan King’s Landing tanpa mempedulikan bel yang sudah berbunyi tanda bahwa Cersei sudah menyerah. Daenerys secara brutal membakar King’s Landing serta warga sipil yang tidak bersalah. Banyak penggemar yang marah karena merasa dikhianati atas perubahan karakter Daenerys ini. Sebetulnya perubahan karakter Daenerys ini tidak akan menjadi masalah jika telah disetup dengan baik. Kemarahan penonton terasa wajar karena perubahan karakter yang terasa begitu mendadak. Sepertinya David Benioff dan D.B Weiss lebih memilih membuat sebuah elemen kejutan tanpa memikirkan keutuhan perkembangan karakter Daenerys.

Game of Thrones The Bells Review

Cleganebowl (Image: HBO)

Di tengah kehancuran King’s Landing, penonton diperlihatkan pertarungan antara The Hound dan The Mountain. Pertarungan yang mendapat julukan Cleganebowl ini tentunya sudah lama ditunggu oleh penggemar Game of Thrones. Dilengkapi dengan aksi yang cukup menarik, Cleganebowl memberikan sedikit hiburan di tengah kekacauan King’s Landing. Ada satu kekurangan yang cukup krusial pada Cleganebowl yaitu kurangnya dampak emosional yang diberikan pada penonton sehingga pertarungan keduanya terasa hambar. Cleganebowl berakhir dengan kematian kedua karakter ketika The Hound mengorbankan nyawanya sendiri mendorong The Mountain ke bara api. Perkembangan karakter The Hound selama ini terasa anti-klimatik dan berakhir begitu saja.

Game of Thrones Season 8 Episode 5: “The Bells” Review

Cersei GoT (Image: HBO)

Salah satu momen paling mengecewakan di episode ini adalah penggunaan karakter Cersei. Sebagai salah satu karakter paling pintar di dunia Game of Thrones, kehadiran Cersei di musim ini terasa tidak ada gunanya. Ekspektasi penonton terhadap aksi yang akan dilakukan Cersei tidak terjawab, tidak ada rencana atau taktik luar biasa yang digunakan oleh Cersei. Sepanjang invasi yang dilakukan Daenerys, Cersei hanya berdiri tidak berdaya sambal mengamati kehancuran King’s Landing. Wajar rasanya bila penggemar Game of Thrones merasa terkhianati karena perubahan karakter yang dialami oleh Cersei. Untuk apa pada episode sebelumnya karakter Cersei dibuat begitu percaya diri dan sombong? Padahal pada akhirnya dia tidak memiliki taktik atau rencana apa pun dan hanya bisa terdiam melihat kehancuran King’s Landing. Tensi serta setup yang telah dibangun selama ini tidak mendapatkan sebuah penutup yang adil dan memuaskan.

Sebagai salah satu karakter penting di Game of Thrones, kematian Cersei dapat dibilang jauh dari memuaskan. Reuni Cersei dan Jaime terasa begitu hambar karena tidak didasari oleh motivasi yang kuat dan masuk akal. Keduanya gagal kabur dari Red Keep dan harus menerima nasib mereka menjadi korban reruntuhan Red Keep. Sangat disayangkan kematian dua karakter favorit tersebut tidak memberikan dampak emosional serta dramatik yang seharusnya dapat memuaskan penonton. Tanpa ada adegan yang membangun momen tersebut bisa dibilang kematian Cersei dan Jaime merupakan salah satu adegan kematian terburuk yang ada di Game of Thrones.

Game of Thrones Season 8 Episode 5: “The Bells” Review

Arya di King’s Landing (Image: HBO)

Kehadiran Arya di King’s Landing juga terasa tidak ada gunanya. Jika dari awal The Hound tidak ingin Arya berakhir pada jalan yang sama dengannya, kenapa tidak sejak dari Winterfell The Hound menyuruh Arya untuk pulang? Perjalanan Arya ke King’s Landing sepertinya hanya digunakan David Benioff dan D.B Weiss untuk mengisi karakter yang akan digunakan untuk memperlihatkan sudut pandang lain dari kehancuran King’s Landing. Penggunaan karakter Arya sebagai prespektif lain kehancuran King’s Landing dapat dibilang gagal karena keberadaannya terasa canggung bagi penonton.

Secara keseluruhan episode kelima ini dapat dibilang mengecewakan apalagi bagi penggemar setia Game of Thrones yang sudah mengikuti serial ini selama bertahun-tahun. Banyak setup yang diberikan di musim sebelumnya berakhir tanpa payoff yang sepantasnya. Sebaliknya, banyak payoff yang terasa sangat tiba-tiba karena tidak didukung oleh setup yang telah diberikan sebelumnya. Aksi beberapa karakter patut dipertanyakan karena tidak logis dan tidak sejalan dengan bagaimana karakter tersebut dibuat pada musim-musim sebelumnya. Dijanjikan sebagai perang luar biasa yang akan melebihi The Great War melawan Night King, penyerbuan di King’s Landing ini dapat dibilang sangat jauh dari ekspektasi penonton. Sangat disayangkan sebetulnya melihat salah satu serial terbaik ini mendapatkan sebuah akhir yang anti-klimatik dan gagal memuaskan penonton. Masih ada satu buah episode terakhir yang akan menjadi penutup serial GoT tetapi akan sulit rasanya episode terakhir ini memuaskan penonton karena musim kedelapan ini terbukti menjadi musim terburuk di serial Game of Thrones.

Season 8 Reviews

Episode 1 – Winterfell

Episode 2 – A Knight of The Seven Kingdoms

Episode 3 – The Long Night

Episode 4 – The Last of The Stark

Siapa Yang Akan Memenangkan Perebutan Takhta di Season Terakhir?

Click to comment

Leave a Reply

Connect