Connect with us
Free guy
Photo: Alan Markfield/20th Century Studios

Film

Free Guy Review: Petualangan Guy Dalam Free City

Film aksi komedi yang masuk nominasi Oscar 2022.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Menjalani hidup yang monoton sebagai teller bank, Guy tidak menyadari bahwa dirinya merupakan NPC (Non-Player Character) dari suatu game dekstop bernama ‘Free City’. Hingga suatu hari seorang gadis yang ia kira selama ini hanya imajinasi datang dan menghidupkannya. Sejak saat itu hidupnya tidak lagi membosankan. Merasa terlahir kembali, Guy mulai menikmati kehidupan barunya.

Di tengah persaingan ketat industri global perfilman 2021, “Free Guy” tampil cukup menonjol. Film ini digarap oleh Shawn Levy yang sebelumnya dikenal dengan serial suksesnya berjudul “Stranger Things”. Film ini menggabungkan unsur pengetahuan ilmiah yang berkaitan dengan Artificial Intelligence, aksi yang memukau, dan komedi yang ringan dalam durasi kurang dari dua jam.

Free Guy Review

Dunia Game vs Dunia Nyata

“Free Guy” memiliki dua latar tempat yang jauh berbeda, yaitu dunia nyata dan game. Film ini memberikan perbedaan tone yang cukup kontras untuk membedakan sinematografi antar dua dunia itu. Dunia game digambarkan dengan kesan futuristik yang sangat kuat, bangunan yang monoton, dan tone yang cenderung dingin. Berbanding terbalik dengan dunia nyata yang tone-nya cukup hangat dan realistik.

Efek CGI digunakan cukup maksimal dalam menggambarkan gim petualangan tempat Guy dan NPC lainnya hidup. Didukung dengan kostum para pemain yang cukup unik, penonton seakan diajak masuk pada dunia game yang sebenarnya.  “Free Guy” juga dilengkapi dengan efek suara yang orisinal yang menambah keseruan penonton dalam mengikuti pertualangan Guy.

Free Guy Review

Karakterisasi yang Unik dan Menghibur

Ryan Reynold berhasil membawa karakter yang cerah dan unik milik Guy dalam dirinya. Sebagai NPC, karakter Guy juga mendapatkan sedikit character development pada pertengahan cerita. Kita dibuat  lupa akan fakta bahwa lelaki periang itu tidak nyata dengan perubahan emosi yang ia miliki. Walaupun Guy memang tidak dinarasikan dengan kompleks, hal ini cukup masuk akal sebagai kecerdasan buatan yang terbatas pada data.

Karakter pendukung seperti para pemain game dan streamer juga memberikan kesan yang cukup berkesan. Walaupun kebanyakan karakter tersebut bersifat flat character, hal ini tidak mengurangi keseruan di dalamnya.

Tampil Unik,  Mengajari, dan Menghibur

“Free Guy” menawarkan plot yang cukup ringan dan mudah dipahami. Walaupun tidak memiliki twist yang sempurna, film ini mampu membuat penonton bertahan dengan komedinya yang fresh. Kita akan dibuat tergelak dengan tingkah Guy yang sedikit sembrono atau tingkahnya saat salah tingkah ketika berada di samping gadis pujaan. Film ini merupakan salah satu film yang berhasil mengemas jokes dengan baik dan bisa disandingkan dengan film komedi terbaik lainnya.

Dialog mungkin adalah salah satu komponen kuat yang membawa penonton menikmati film. “Free Guy” cenderung mengemas dialognya dengan santai dan alami, seperti pembicaraan antar teman. Oleh karena itu, film ini mampu membuktikan bahwa amanat film juga bisa disampaikan dengan bahasa yang santai dan cenderung alami.

Ketika menonton “Free Guy” kemungkinan kita tidak menyadari bahwa film ini juga menyisipkan momen yang mengharukan antar sahabat. Tidak peduli apa yang terjadi di luar sana atau kebohongan macam apa yang kita temukan. Momen bersama sahabat adalah nyata dan berharga. Dunia memang kadang mencekik kita, seakan tak memberikan kita kesempatan untuk bernafas. Tapi dengan seseorang yang tepat, kita bisa bertahan dan saling menguatkan.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect