Connect with us
Encanto
Disney

Film

Encanto Review: Tentang Tradisi & Ekspektasi Keluarga

Semarak secara visual, sajikan kisah tentang menerima anggota keluarga apa adanya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Keluarga Madrigal adalah keluarga yang dianugerahi oleh kekuatan magis untuk melindungi pemukiman yang dilindungi oleh perbukitan Kolombia, bernama Encanto. Mirabel Madrigal sayangnya tidak dikaruniai kekuatan seperti keluarga besarnya. Meski telah berusah dengan maksimal untuk membuat keluarganya bangga, Mirabel harus menemukan ramalan bahwa dirinya berpotensi menjadi penyebab hancurnya keajaiban di Encanto.

Sekilas “Encanto” menghadirkan nuansa yang serupa dengan “Coco” (2017). Sama-sama terinspirasi dari budaya Amerika Latin, jika “Coco” mengadaptasi budaya Meksiko, “Encanto” berlatar di negara Kolombia, memengaruhi desain karakter dengan kulit kecoklatan dan rambut gelap berombak.

Film animasi ini juga mengandung kisah tentang keluarga, bagaimana protagonis mempengaruhi sebuah keluarga dalam skala besar. Namun, ada beberapa perbedaan dan kisah baru yang patut kita saksikan dalam “Encanto”, yang kini sudah bisa ditonton di Disney+.

Film Animasi dengan Visual Semarak dan Desain Karakter Menarik

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian penonton, dengan segmentasi anak-anak, adalah visualnya yang warna-warni dan vibrant. Berlatar di pemukiman Kolombia yang masih dekat dengan alam. Menampilkan panorama desa, hutan, dan perbukitan yang indah. Kalau soal animasi 3D Walt Disney Studio, sudah tidak perlu diragukan kualitasnya.

Semenjak memasuki era 2010-an, setiap film terbaru dari studio ini selalu menampilkan perkembang signifikan. Mulai dari detail background, detil karakter, hingga animasi tarian maupun aksen untuk membuat sebuah adegan musikal terasa lebih menstimulasi mata penonton.

Tampaknya Disney sedang memasuki masa demam karakter dengan kekuatan ajaib. Bisa jadi terpengaruh dengan meledaknya “Frozen” dengan Elsa yang dikaruniai kekuatan es ajaib. Tak hanya satu, namun hampir semua anggota keluarga Madrigal memiliki kekuatan yang membuat masing-masing karakter jadi unik.

Mulai dari Luisa yang kuat, Isabela yang menawan dengan kekuatan bunganya, Julieta, ibu Mirabel yang bisa menyembuhkan melalui masakannya, dan masih ada tante, nenek, dan sepupu Mirabel lainnya yang memiliki kekuatan unik. Setiap karakter dipresentasikan dengan baik, terutama melalui lagu pembuka, “The Family Madrigal”, menjadi prolog instant namun informatif untuk mengajak kita mengenal keluarga Madrigal.

Sederet Original Soundtrack yang Semarak, Namun Tidak Terlalu Berkesan untuk Diingat

Original Soundtrack “Encanto” merupakan hasil komposisi Lin-Manuel Miranda. Sebagai komposer musikal Broadway, banyak kebanyakan lagu yang diciptakan merupakan ‘character song’ atau lagu-lagu dengan lirik narasi yang mendukung naskah secara keseluruhan. Dimana hal tersebut merupakan nilai plus untuk sebuah animasi musikal.

“The Family Madrigal” merupakan salah satu lagu terbaik dalam film ini, tak hanya informatif, namun juga catchy dan membangkitkan semangat penonton di awal film. Kemudian ada ‘character-song’ seperti “We Don’t Talk About Bruno”, “Surface Pressure” untuk Luisa, hingga “What Else I Can do?” untuk Isabela. Kebanyakan lagu memperdengarkan alunan musik bertema Amerika Latin, beberapa diselipkan sentuhan pop hingga hip hop yang kekinian.

Tak terpungkiri bahwa lagu-lagu yang diperdengarkan sangat catchy dan membangkitkan emosi penonton saat film berlangsung. Terutama karena didampingi dengan animasi visual yang sangat menggugah. Namun, “Encanto” tidak menghasilkan hits ikonik yang akan kita ingat setelah film berakhir.

Film animasi Disney terkenal dengan lagu-lagu original yang akan diingat oleh penontonnya hingga dewasa. Seperti “Circle of Life” dari “The Lion King”, “Remember Me” dari “Coco”, hingga yang masih menjadi favorit anak-anak hingga saat ini, “Let It Go” dan “Into the Unknown” dari “Frozen”.

Melawan Ekspektasi Keluarga yang Terkadang Bisa Mengintimidasi

“Encanto” menjadi judul generasi terbaru Disney yang mengandung isu cukup mendalam tentang keluarga. Dalam segi penulisan plot cerita, protagonis kita tak lagi memiliki satu objektif dengan nilai moral yang mudah dipahami oleh anak-anak. Ketika kita berpikir objektif Mirabel telah ditemukan, ada objektif lain yang harus dituntaskan dengan nilai moral berlapis.

Gaya penulisan yang semakin kompleks ini juga sudah terlihat pada beberapa film Disney generasi terbaru seperti “Frozen 2” (2019) dan animasi Pixar “Soul” (2020). Karena faktanya, tak hanya anak-anak, penonton dewasa pun juga memiliki antusiasme tinggi untuk film-film Disney.

Dalam kisah ini, cerita ingin mengeksplorasi isu keluarga dengan ekspektasi pada turunannya yang tak jarang menjadi intimidasi. Terkadang hal itu tidak disadari oleh para anggota keluarga yang lebih tua. Menggunakan metafora kekuatan magis yang dimiliki setiap anggota keluarga, tak ada bedanya dengan bakat dan pencapaian kita sebagai manusia di dunia nyata, di mata keluarga kita.

“Encanto” bisa menjadi tonton keluarga yang seru, dengan animasi dan visual yang menggugah, diiringi dengan lagu-lagu yang mendukung plot. Bukan judul terbaik yang bisa menandingi beberapa film terbaru Disney, namun tetap menyajikan animasi anak-anak yang menghibur dan semarak.

Click to comment

Into The Wild Into The Wild

Into The Wild Review: Biopik Perjalanan Christopher McCandless yang Penuh Refleksi

Film

Petite Maman Review Petite Maman Review

Petite Maman Review: Perjumpaan Seorang Anak dengan Sosok Ibu di Masa Lalu

Film

The Silent Forest Review: Membongkar Budaya Pelecehan Seksual di Sekolah Tuli

Film

Doctor Strange in the Multiverse of Madness Review: Pengantar Lanjutan Multisemesta Bernuansa Horor

Film

Advertisement
Connect