Connect with us
Don’t Kill Me
Netflix

Film

Don’t Kill Me Review

Bukan film percintaan dengan zombie-vampir hibrida yang romantis. 

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Don’t Kill Me” (2021) merupakan film thriller horor yang sempat trending di Netflix Indonesia. Film Italia ini disutradarai oleh Andrea De Sica, diadaptasi dari novel karya Chiara Palazzolo. Mirta (Alice Pagani) dan Robin (Rocco Fasano) adalah sepasang kekasih muda yang sedang dimabuk cinta, berjanji untuk hidup bahagia selamanya. 

Awal dari segalanya harus ditandai dengan kematian keduanya karena mengalami overdosis obat terlarang. Mirta akhirnya bangkit dari liang kubur, hanya untuk menemukan bahwa Robin tak kembali bangkit di sisinya. Tak paham dengan apa yang terjadi dengan dirinya, Mirta menemukan kehidupan lain yang selama ini tidak pernah Ia ketahui. Film thriller ini memiliki ekspektasi sebagai sajian romansa yang kelam ala “Twilight” saga yang populer.

Don’t Kill Me

Kehidupan Baru Mirta sebagai Zombie-Vampir Hibrida

Bukan zombie, bukan vampir, namun perpaduan antara keduanya yang disebut sebagai Overdead dalam semesta “Don’t Kill Me”. Kita akan disuguhi metode transformasi baru versi kisah ini dengan menjadi makhluk abadi dengan kekuatan di atas rata-rata manusia biasa.

Dalam kisah ini, kita akan mengikuti cerita dari sudut pandang protagonis perempuan, Mirta. Ia jatuh cinta dengan Robin yang tak bisa dipungkiri akan mengingatkan kita pada sosok Edward Cullen (terutama secara penampilan fisik). Sementara Mirta tampil sebagai perempuan muda yang tampak naif dan hanya mengikuti kemauan Robin sebagai kekasihnya. 

Kita tidak akan melihat banyak adegan dimana Mirta merangkai kenangan romantis bersama Robin. Dimana hal tersebut pastinya menjadi ekspektasi pertama bagi penonton yang memutuskan menonton karena mendengar kisah cinta antara makhluk yang bukan manusia. Oleh karena itu, kita tidak akan merasakan chemistry di antara dua pasangan yang seharusnya menjadi bintang dalam film ini. 

“Don’t Kill Me” lebih didominasi dengan kisah Mirta dalam memulai hidup sebagai Overdead. Namun, Mirta pun tidak dibekali dengan perkembangan karakter yang mantap. Kita hanya akan melihat Mirta bertransformasi dari perempuan manis, naif, dan penurut secara cepat berubah menjadi sosok perempuan kuat dan memiliki prinsip sendiri. Ia memang berubah menjadi makhluk lain, namun tak lantas penulis naskah memberikan perkembangan karakter instan pada protagonisnya. 

Bukannya Adegan Romantis, Justru Penuh Adegan Aksi dan Gore

Akan ada beberapa cuplikan flashback yang menunjukan sedikit sejarah cinta yang terjalin antara Mirta dan Robin. Kenangan tersebut mungkin berarti bagi Mista, namun tak berhasil menyakinkan penonton untuk ikut emosional ketika menyaksikannya. Pada akhirnya, adegan-adegan romantis tersebut tidak terlalu berkontribusi banyak dalam cerita utama yang sedan berlangsung. 

Kita akan mengikuti Mirta yang kehilangan arah setelah bangkit dari kubur, kemudian menjadi target pengejaran dari sebuah organisasi misterius. Pada dasarnya, itulah yang menjadi plot keseluruhan dari “Don’t Kill Me”. Dengan plot tersebut, ada banyak adegan laga dan Mirta yang ‘beraksi’ dengan kekuatan barunya. Film ini akan sangat gelap, penuh dengan adegan kekerasan hingga visual gore yang cukup ekstrem. 

Bukan Kisah Cinta yang Romantis dan Kelam sesuai Ekspektasi

Melihat lagi deskripsi di Netflix, “Don’t Kill Me” sebetulnya tidak mencantumkan bahwa film ini adalah film romance. Premisnya saja yang cukup misleading buat para penonton yang hanya ingin menonton film percintaan dengan vampir atau zombie.

Bagi penggemar film horor bertema transformasi manusia menjadi makhluk lain, film ini bisa jadi cukup menghibur. Namun dengan sentuhan romantis dan bumbu adegan vulgar, film ini tidak bisa dibilang sepenuhnya akan menghibur penonton yang hanya ingin melihat adegan aksi atau konten thriller horor yang gore. Begitu pula dengan penonton dengan ekspektasi sekuen adegan romansa Mirta dan Robin, film ini hanya akan memberikan sedikit dari harapan tersebut. Eksekusi film “Don’t Kill Me” pada akhirnya memiliki desain produksi yang nanggung. 

“Don’t Kill Me” bukan film romance antara Mirta dan Robin, melainkan kisah Mirta sebagai makhluk hibrida zombie-vampir yang disebut dengan Overdead. Meski dengan premis tersebut, kisah Mirta bukan salah satu yang menarik untuk kita ikuti sebagai film horor thriller.

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

Connect