Connect with us
Photo via testnadie.com

Music

Darksovls: Kahar Single Review

Karya lainnya dari mantan personel Deadsquad yang lebih gelap, padat, dan sinikal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Selepas memberi “warna-warni” lewat Bonga Bonga, Daniel dan Bonny lantas membuat unit metal lain yang juga layak diantisipasi, Darksovls. Berbeda dengan Bonga Bonga, grup musik yang juga beranggotakan Andyan Ghorust dan Coki Bollemeyer ini punya warna yang lebih gelap.

“Kahar” menjadi rilisan pertama untuk kuartet metal satu ini. Berdurasi 5 menit 2 detik, lagu ini diawali intro yang begitu mengalun. Mengingatkan kita akan nuansa lagu Deadsquad pada era Horror Vision.

Selepas intro, Daniel lantas menghentak dengan vokal growl-nya, disusul dengan aransemen musik yang padat dan intens dari Coki, Bonny, dan Andyan.

Coki betul-betul mengeksplorasi sisi metal di dalam dirinya lewat lagu ini. Hal itu bisa dilihat dari variatifnya riff gitar yang dia masukkan di lagu ini sejak intro. Sedangkan Bony dan Andyan berhasil membangun rhythm section yang solid di lagu ini.

Di sektor lirik, Daniel kembali menunjukkan ciri khas liriknya yang tajam dengan sedikit metafor di sana-sini. Di dalam liriknya, Daniel bertutur soal terciptanya Darksovls, sindiran untuk band lamanya, serta fenomena di media sosial.

Salah satu part favorit di lagu ini adalah bagian outro-nya. Part tersebut seolah menjadi epilog di lagu ini, sekaligus sebagai subliminal message untuk siapa pun yang merasa tersindir (“Karma akan mengalir/Hingga embrio terakhir”).

Seperti halnya “Suara Sudra” Bonga Bonga, “Kahar” Darksovls juga dipromosikan via video lirik. Video lirik “Kahar” sendiri diawali dengan logo “Darksovls” yang kental dengan warna hitam dan ungu. Saat lagu masuk ke menit 1:15, kita akan disuguhkan tampilan gambar sesosok pria bermata empat, bertangan empat, berbadan ungu, punya sayap kuning keemasan, serta punya lambang pentagram di sebelah kanan. Seolah merepresentasikan lirik awal lagu ini (“Empat pasang mata disatukan bencana”).

Lewat “Kahar”, Darksovls menyajikan musik metal yang gelap, padat, lirik yang sinikal, serta punya sedikit vibes ala Horror Vision. Namun, tentunya dengan bentuk yang lebih fresh. Kita tunggu saja bagaimana kiprah dari kuartet metal asal Jakarta ini nantinya.

MTV Unplugged in New York - Nirvana MTV Unplugged in New York - Nirvana

10 Album Musik Ikonik 30 Tahun di 2024

Cultura Lists

Hozier - Unreal Unearth Hozier - Unreal Unearth

Cultura Best 2023: Album Musik Terbaik

Cultura Best

Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You

Caroline Polachek: Desire, I Want to Turn Into You Album Review

Music

Paramore: This is Why Album Paramore: This is Why Album

Paramore: This is Why Album Review

Music

Connect