Connect with us
Cek Toko Sebelah 2
Starvision Plus

Film

Cek Toko Sebelah 2 Review: Memahami Trauma dalam Keluarga

Berusaha menampilkan trauma lampau orang tua yang memberikan dampak dalam keluarga.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam keluarga, orang tua kerap dianggap sebagai figur yang seharusnya bijak di mata anak-anaknya. Akan tetapi, orang tua juga merupakan manusia yang tetap memiliki ketakutannya sendiri dari trauma mereka dan memberikan dampak pada anggota keluarga lainnya. Setidaknya, itu yang ingin diangkat pada ‘Cek Toko Sebelah 2’.

‘Cek Toko Sebelah 2’ merupakan film drama komedi produksi Starvision Plus yang disutradarai oleh Ernest Prakasa. Dibintangi sutradara sendiri beserta beberapa bintang kenamaan seperti Laura Basuki, Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, hingga Chew Kin Wah dan Maya Hasan.

Film ini berkisah tentang drama yang dialami oleh Koh Afuk dan dua anaknya, Erwin dan Yohan. Dua lelaki ini memiliki masalah baru, yakni Erwin dengan calon mertuanya yang otoriter dan Yohan dengan beban dari Koh Afuk untuk menimang cucu. Sembari menata diri, keduanya berusaha untuk menemukan jalan keluar atas masalah di depan mata.

Secara narasi, sekuel dari ‘Cek Toko Sebelah’ ini hadir dengan alur maju yang cenderung linear. Berbeda dengan prekuel yang terlihat lebih simpel, konflik yang hadir pada film kedua ini terasa lebih kompleks dengan masalah yang berlapis dan overlapping pada beberapa titik. Karena itu, akan banyak sekali transisi antara satu plot dengan lainnya, yang sayangnya dieksekusi dengan kurang halus. Belum lagi dengan hadirnya flashback yang diposisikan sebagai eksposisi semata secara berulang, menjadikan narasi terasa berpola dan menyebalkan seiring waktu.

Tema besar yang tampaknya ingin disajikan oleh Ernest Prakasa dalam ‘Cek Toko Sebelah 2’ adalah orang tua dengan segala desakannya. Desakan ini yang kemudian memberi dampak pada anak, bahkan ketika mereka akan dan sudah berkeluarga sekalipun.

Hadir dengan tema yang tetap grounded seperti film pertamanya, sekuel ini sebenarnya berpotensi untuk hadir memberikan refleksi penuh kehangatan. Namun, penyelesaian konfliknya yang menempatkan antagonis yang mencoba merefleksikan tindakan dan masa lalu mereka membuatnya terasa instan, menjadikan protagonis serasa menyia-nyiakan segala build-up yang dibeberkan sepanjang film.

‘Cek Toko Sebelah 2’ sejatinya adalah film komedi, dan ada beragam kelucuan yang berusaha dihadirkan oleh Ernest Prakasa dalam film ketujuh arahannya ini. Secara eksekusi, pembangunan komedi di dalamnya terlihat menyerupai apa yang sudah ditampilkan pada film pertamanya yang tayang 2016 lalu dengan penggeseran konteks yang cenderung menyerempet kaum dewasa. Tak heran, eksekusinya terasa hit-and-miss meski tak jarang mampu mengundang gelak tawa pada beberapa kesempatan.

Mengusung berbagai bintang kenamaan dalam industri sinema Indonesia, ‘Cek Toko Sebelah 2’ berhasil memukau dengan penampilan para pemerannya. Laura Basuki, Adinia Wirasti, dan Dion Wiyoko berhasil memikat penonton dengan representasi penuh cakupan emosi pada porsi mereka. Akan tetapi, hadirnya Chew Kin Wah dan Maya Hasan yang berhasil membuat dramanya lebih hidup melalui penampilan keduanya.

Sebagai sekuel, ‘Cek Toko Sebelah 2’ hadir dengan teknis yang lebih baik pada sebagian besar aspeknya. Penggunaan scoring yang lebih lembut serta color tone yang konsisten antara warm dan vivid sekaligus sebagai pembeda kelas sosial membuat film terasa lebih hidup. Akan tetapi, sinematografi masih tampak experimental, terutama ketika disajikan rotating scene yang justru mengendurkan tense dari konflik di dalamnya.

Akhir kata, ‘Cek Toko Sebelah 2’ adalah kisah lanjutan yang masih lebih inferior dibandingkan prekuelnya. Setidaknya, film ini masih terselamatkan melalui performa menawan Chew Kin Wah dan Maya Hasan serta komedi yang tetap mampu mengundang tawa.

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023 10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

Cultura Lists

Balada Si Roy Balada Si Roy

Balada Si Roy Review: Lika-liku Perusuh Tatanan

Film

Elvis Elvis

Elvis Review: Kisah Jatuh Bangun King of Rock and Roll 

Film

Spirited Away Spirited Away

Spirited Away: Animasi Legendaris Studio Ghibli yang Filosofis dan Penuh Makna

Film

Connect