Connect with us
Café Society
Lionsgate

Film

Café Society Review

Great Gatsby versi membosankan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Kristen Stewart sempat mendapatkan hujatan publik karena ia memutuskan bekerja sama dengan Woody Allen dalam Café Society. Ini karena kontroversi Woody Allen terhadap tuduhan kekerasan seksual yang diberikan oleh putrinya sendiri, Dylan Farrow. Saudara lelaki Dylan, Ronan, mengaku mendukungnya. Ronan juga salah satu jurnalis yang membongkar kasus predator seksual Harvey Weinstein.

Allen sendiri berpisah dari Mia Farrow, ibu Dylan dan Ronan, karena berselingkuh dengan anak angkat mereka sendiri yaitu Soon Yi. Namun Soon Yi membantah kalau Allen melecehkan Dylan dan menganggap suaminya itu orang yang naïf serta dapat dipercaya. Tapi ketika Allen berkali-kali menggambarkan karakter lelaki berumur dengan perempuan yang jauh lebih muda dalam filmnya, orang-orang menjadi semakin sadar. Allen nampaknya menampilkan fetishnya sendiri dalam film-film yang ia buat.

Café Society

Lionsgate

Tak hanya karakter lelaki berumur dan perempuan yang jauh lebih muda, ada ciri khas lain yang ia tampilkan secara hampir konsisten. Karakter perempuan dalam filmnya cenderung beragam (sehingga Blake Lively menyebutnya empowering). Karakter lelakinya sendiri cenderung lemah.

Tentunya para aktor dan aktris papan atas ini menjadi terbelah dua. Beberapa memboikot Allen, sebagian lagi merasa tak perlu ikut-ikutan. Namun di luar isu fetish ini, apalagi yang menganggu dari Café Society?

Bobby Dorfman (Jesse Eisenberg) adalah putra bungsu dari sebuah keluarga Yahudi. Ia pergi ke Hollywood untuk meminta pekerjaan pada pamannya, Phil (Steve Carell). Ia lalu menjadi pesuruh Phil. Veronica alias Vonnie (Kristen Stewart) adalah sekretaris Phil. Ia diminta untuk membantu Bobby beradaptasi di Hollywood. Bobby yang jatuh cinta pada Vonnie akhirnya patah hati ketika si gadis mengaku sudah memiliki kekasih. Namun Vonnie tidak menjaga jarak dengan Bobby. Ia menjadikan lelaki itu cadangan.

Ketika Bobby merasa bahwa hubungannya dengan Vonnie berakhir, ia justru bertemu dengan perempuan lain yang juga bernama Veronica (Blake Lively). Mereka pun berkeluarga. Ketika Bobby sudah sukses ia dipertemukan kembali dengan Vonnie. Mereka menjalin hubungan di balik punggung pasangan resmi masing-masing. Veronica sendiri sempat merasa bahwa sang suami tidak setia.

Phil adalah salah satu karakter langganan yang kerap muncul dalam film-film Allen yaitu pria paruh baya yang tergila-gila dengan perempuan muda. Phil berselingkuh bukan karena ia tidak bahagia dengan pernikahannya. Ditambah lagi sikapnya yang maju mundur menunjukkan bahwa ia juga tidak tahu sebenarnya mana yang akan lebih baik untuk dijalani. Walau akhirnya ia memilih dan bersikap superior atas pilihannya, ia tak menang. Sebenarnya ia juga dipermainkan balik.

Café Society

Lionsgate

Dalam salah satu scene Phil mengangkat dagu terlihat menyombongkan diri pada Bobby. Sebenarnya scene ini bisa lebih baik jika dipoles. Sayangnya malah terlihat biasa saja. Begitu pula dengan karakter Vonnie. Kstew selalu dituduh hanya memiliki ekspresi yang itu-itu saja seperti perannya dalam Twilight (2008) ataupun Snow White and The Huntsman (2012). Ketika memainkan Vonnie, ia memberikan sentuhan flirty tapi juga boyish. Percaya diri tapi juga ragu-ragu.

Jesse pun juga nampaknya berusaha keras ketika mendapatkan peran sebagai Bobby. Saat masih miskin gesture Bobby terlihat tidak percaya diri. Sedikit membungkuk dan bicara dengan canggung. Namun ketika telah sukses ia terlihat jauh lebih percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri. Hanya saja ia kurang memiliki chemistry dengan sang istri, Veronica. Atau mungkin memang sengaja digambarkan demikian karena ia tergila-gila pada Vonnie.

Café Society memiliki kemiripan yang terlihat jelas dengan Great Gatsby. Mulai dari penggambaran yang glamour pada era itu, cara para tokoh perempuan berpakaian, hingga bagaimana karakter lelakinya mengalami cinta tak berbalas.

Kalaupun Jay Gatsby terlihat berusaha mati-matian untuk mendapatkan Daisy maka tidak demikian dengan Bobby. Ditambah lagi percakapan antara Bobby dan Vonnie justru cenderung membosankan. Sebaliknya yang paling hidup di sini adalah ekspresi Veronica.

Selain gagal menggambarkan cinta yang indah—atau menarik—sisi glamour dalam film ini pun kurang dieksplor dan terasa nanggung. Begitu pula dengan sinematografinya yang kalah aestetik disbanding Great Gatsby.

Café Society sendiri bergenre drama komedi namun hampir tak ada scene yang mampu membuat kita tertawa. Humor repetitif mengenai kaum Yahudi yang ditampilkan terasa datar-datar saja.

Bahkan bila dibandingkan dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013) yang juga dianggap mirip dengan Great Gatsby, Café Society masih kalah. Tentu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck kurang jauh dari sisi setting.

Namun kemenangannya dari Café Society adalah emosi yang ingin ditampilkan. Akting para aktor dan aktrisnya tidak berhasil memoles film ini agar tampak lebih baik lagi. Mungkin bila dialog-dialog yang membosankan atau scene yang tak perlu dibuang, film ini dapat diselamatkan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect