Connect with us

Film

Broker Review: Abu-abu Tindak Kriminal

Broker membawa penonton dalam drama menggugah hati dan memancing kontemplasi terkait tindak kriminal dari berbagai sisi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Hidup tidak selamanya hitam dan putih. Dalam berbagai skenario, selalu ada zona abu-abu yang kerap dipertanyakan dalam berbagai tindakan seseorang pada satu waktu. Mengenai hal ini, Hirokazu Kore-eda membawa hal tersebut dalam film terbarunya yang diberi judul ‘Broker’.

‘Broker’ merupakan film drama Korea yang disutradarai oleh Hirokazu Kore-eda. Film yang mendapat nominasi Palme d’Or di ajang 2022 Cannes Film Festival ini dibintangi oleh beragam pemeran ternama sinema Korea, seperti Song Kang-ho, Gang Dong-won, dan Bae Doona.

Film yang menjadi debut akting dari IU ini berfokus pada Sang-hyeon dan Dong-soo, dua pria yang memiliki usaha penatu. Akan tetapi, mereka juga melakukan perdagangan bayi yang telah ditinggalkan oleh para ibu di suatu gereja. Di lain sisi, So-young menemukan dua orang tersebut setelah membuang bayinya dan memutuskan untuk ikut dalam mencari orang tua adopsi yang cocok untuk sang bayi. Tanpa sadar, dua detektif berusaha menangkap basah berbagai pihak yang terlibat dengan perdagangan bayi, memberikan ancaman seiring perjalanan mereka.

Secara narasi, ‘Broker’ mengusung drama yang dibalut dengan road-trip seiring durasi 129 menitnya. Hirokazu Kore-eda secara perlahan membawa penonton dalam kisah para karakternya, yang sepenuhnya beralur maju tanpa adanya flashback. Temponya yang pelan tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk mengelaborasikan kisah dan karakterisasi para karakternya, dan tentunya akan sangat rewarding bagi penonton yang tidak terdistraksi kala menontonnya.

Layaknya ‘Shoplifters’ pada 2018 lalu, Hirokazu Kore-eda ingin menguji moralitas penonton terkait konflik yang diusung dalam ‘Broker’ ini. Berbagai adegan dan dialognya seakan ingin menunjukkan berbagai sisi humanis dari satu tindak kriminal, walau kali ini kemasannya terasa lebih light-hearted ketimbang ‘Shoplifters’ yang terlihat jauh lebih dark.

Para karakter di dalam ‘Broker’ ini juga ditampilkan secara merata. Setiap pemeran tampak diberi porsi setara untuk bersinar, sehingga semuanya terasa berimbang. Belum lagi dengan karakterisasinya yang tampak manusiawi, membuat penonton pasti akan mudah peduli dengan berbagai karakter dan terketuk kalbunya.

Di sisi lain, segi teknis dari film ‘Broker’ juga tak main-main. Permainan kamera yang lowkey menawan, scoring yang secara baik melebur dengan berbagai scene, hingga set design rasa urban bernuansa vivid juga sangat memanjakan penonton kala menikmatinya di layar lebar.

Akhir kata, ‘Broker’ adalah satu tontonan yang wajib ditonton pada 2022 ini. Dengan berbagai aspek yang ditampilkan dengan ciamik, sinema Hirokazu Kore-eda ini tidak boleh dilewatkan, terutama bila masih tersedia di format layar lebar.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect