Connect with us
ASI booster
Image via @davidoclubb

Culture

Bisnis ASI Booster yang Sedang Moncer

Digemari ibu, diyakini berhasil meningkatkan produksi susu.

Sudah bosan menerima undangan pernikahan? Tenang saja, masa-masa undangan pernikahan itu akan berganti dengan undangan akikahan. Generasi 90-an saat ini sedang banyak melangsungkan pernikahan dan tentu saja, memiliki anak. Ketika membuka lini masa medsos, foto-foto bayi bertebaran. Ada satu hal yang juga sering tampil di medsos para mamah muda. Ya, produk ASI booster. Produk susu yang diolah dari berbagai bahan berkualitas tinggi, menghasilkan resep jitu untuk meningkatkan produksi susu. Apalagi rasanya enak, tidak pahit seperti jamu.

Sebenarnya produk ASI booster tidak hanya berupa susu. Ada juga yang berupa teh maupun camilan lezat siap santap. Semua produk ini baru saja menjadi tren beberapa tahun belakangan. Tentu saja bukan karena ibu-ibu zaman sekarang kesulitan memproduksi ASI. Tetapi karena para produsen ASI booster—yang juga perempuan—menyadari bahwa seharusnya ada jalan keluar bagi para ibu menyusui yang mengalami kesulitan. Produksi ASI yang menurun tidak semata karena gizi ibu yang belum dicukupi. ASI juga bisa berkurang kuantitas maupun kualitasnya karena kondisi kesehatan ibu maupun bayi atau pola pemberian ASI yang tidak ideal. Hal ini tentu saja dialami terutama oleh ibu yang bekerja atau bersekolah.

Ragam produk ASI booster

Ada beberapa produk ternama yang memproduksi ASI booster untuk para ibu. Pertama adalah Viand Bevande. Merek satu ini memproduksi beraneka ragam produk ASI booster seperti roasted mix nut, cookies, dan beragam jenis oatmilk seperti charcoal, cocoa, matcha, dan lain-lain. Pilihan rasa yang beragam ini disesuaikan dengan selera konsumen yang berbeda-beda. Produk lainnya diproduksi oleh Mama Bear. Merek ASI booster satu ini fokus pada teh pelancar ASI dan cookies. Ada pula merek yang menjual baik susu maupun teh pelancar ASI yaitu Yummy ASI Booster. Selain menggunakan bahan baku berupa almond, keledai, dan oat produk ASI booster satu ini juga memanfaatkan buah lemon. Terakhir adalah Mamanduy, pelopor produk ASI booster. Penjualannya mencapai 11.000 botol per bulan. Omzetnya menembus angka 200 juta per bulan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by • Viand-Bevande • (@viand_bevande) on

Sebenarnya ada banyak bahan makanan alami yang dikenal dapat membantu meningkatkan produksi air susu ibu. Masyarakat Indonesia mengenal daun katuk maupun sayur pare. Namun tidak selamanya tubuh semua ibu memberi respon yang sama. Ada kalanya kedua bahan makanan tersebut tidak mempan dalam meningkatkan jumlah produksi ASI. Hal serupa dialami oleh Dewi, karyawan bank di Jakarta. Ia mengaku sampai mencoba berbagai macam cara untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas ASI-nya. Ia menyebut merek Mamanduy sebagai produk ASI booster yang mampu meningkatkan kekentalan ASI.

Awalnya suami Dewi-lah yang memperkenalkan produk ASI booster setelah melihat teman yang mengonsumsi. Akhirnya pasutri ini mulai betualang mencari dan mencoba beragam produk ASI booster yang cocok. Dana yang digelontorkan tak sedikit demi memberi ASI berkualitas bagi sang buah hati. Awalnya Dewi mencoba minum Mama Bear dan Viand Bevande. Lalu hingga saat ini ia setia mengonsumsi Mamanduy. Bahan utama dari Mamanduy adalah fenugreek—yang dalam bahasa Indonesia disebut kelabat—lalu biji chia organik, oat, kedelai, susu sapi, dan lain sebagainya hingga mencapai 100%. Mamanduy juga tidak mengandung pengawet dan harus segera dikonsumsi dalam beberapa jam saja.

Tanpa booster ASI tapi mengandalkan makanan bergizi

Meski diketahui produk ASI booster marak di pasaran, nampaknya tidak semua ibu menganggap konsumsi produk semacam itu merupakan sebuah kebutuhan. Apalagi harga yang dinilai mahal untuk konsumsi satu sampai dua botol dalam sehari dan dilakukan setiap hari. Adinda, seorang ibu yang berdomisili di Bogor mengaku minuman favoritnya untuk membantu produksi ASI adalah susu almond dan kedelai. Salah satunya adalah Vsoy yang terdiri dari kedelai dan multigrain. Lain cerita dengan Amel yang bersekolah dan bekerja di Kanada. Ia mengaku di sana tidak ada produk ASI booster. Demi menopang kebutuhan untuk meningkatkan produksi ASI, ia harus minum jus pare. Rasanya tentu saja pahit. Menurutnya, susu almond yang tersedia di Kanada juga tidak memiliki rasa yang enak karena tidak diberi gula atau bahan perasa lainnya.

Pengalaman berikutnya dikisahkan oleh Nurul, ibu rumah tangga di Purwakarta. Menurutnya, ia tidak memerlukan produk ASI booster. Namun ia mengaku rutin mengonsumsi susu almond yang menurutnya lebih enak dari rasa susu sapi. Demi mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi ASI, Nurul rajin makan empat sampai lima kali sehari, belum termasuk camilan. Camilan favoritnya adalah buah-buahan dan kacang-kacangan. Ia justru mengaku berat badannya stabil karena seluruh kalori yang masuk terbakar untuk mengurus dan menyusui anak.

Lucunya, ada seorang ibu yang tidak cocok dengan produk ASI booster yaitu Widya. Menurutnya, mengonsumsi ASI booster justru membuatnya kewalahan karena produksi ASI-nya terlalu berlimpah. Ia mengaku makan makanan sehat sudah lebih dari cukup untuk membantunya memberi ASI yang berkualitas. Tiara juga mengaku bahwa ASI booster favoritnya adalah perasaan bahagia. Menurutnya bila seorang ibu yang menyusui selalu merasa happy maka akan memengaruhi kelancaran ASI. Tentunya diimbangi makan makanan bergizi.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurma, Buah Manis Simbol Beragam Budaya - Cultura Magazine

Leave a Reply

Connect