Connect with us
beach house
Photo via Soundsbetterwithreverb.com

Music

Beach House: Depression Cherry Album Review

Depression Cherry merupakan album terbaik Beach House hingga saat ini.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Depression Cherry adalah album kelima Beach House, band Dream Pop dari Amerika. Album ini dirilis pada 28 Agustus 2015 oleh Sub Pop yang direkam di Studio Country di Bogalusa, Louisiana, sepanjang November 2014 hingga 2015.

Band ini telah kembali lagi ke aransemen yang lebih sederhana daripada album sebelumnya. Tepatnya, kesederhanaan yang indah dan lebih segar dari “Depression Cherry”. Tapi album ini tetap dibangun dari tenunan suara yang sudah akrab di telinga para pendengarnya.

‘Levitation’ menjadi lagu pembuka yang menggugah dan memberikan imajinasi. Album ini diisi oleh lagu-lagu yang luar biasa seperti ‘Space Song’ dan ‘Beyond Love’. Dua lagu itu membuat pendengarnya terlibat dengan melodi di telinga yang tak ada habisnya. Disertai pengaturan vokal dan nada keyboard yang indah.

Di “Depression Cherry”, Victoria Legrand sebagai vokalis tidak hanya memiliki jangkauan lebih luas dalam suaranya. Namun ia juga bereksperimen dengan kontrol pikiran melalui kata-katanya pada lagu ‘PPP’.

Lagu ‘PPP’ bisa dibilang yang paling terbaik pada album ini. Bahkan pada kanal YouTube, akun bernama Chris Dyer menulis “I could die to this song”. Melodi dari lagu ini bisa membuat pendengarnya merasa dekat dengan ruang dan waktu di mana merasa tersesat sekaligus menikmati indahnya kehidupan.

Lagu ‘PPP’ adalah salah satu obat penenang yang mengatur perjalanan lain menuju dunia Beach House. Jelas ‘PPP’ merupakan salah satu lagu terpenting dalam lagu ini. Suara keyboard dan drumnya juga menjangkau jauh ke dalam maupun luar jiwa.

Tidak kalah dengan andalan-andalan dari lagu tersebut, judul ‘Silver Soul’ juga menjadi salah satu yang terbaik. Pengulangan kalimat “It is happening again” dalam liriknya seperti tersirat perasaan penyesalan yang mendalam dari Legrand.

Album ini ditutup oleh ‘Days of Candy’. Bisa dibilang ini adalah lagu Beach House paling dramatis di album “Depression Cherry” karena pesona paduan suaranya. Total, sembilan lagu ini mampu terurai dengan kecepatannya sendiri.

Ada kegelisahan yang mendasar pada album ini. Suara keyboard mengisi ruang di mana drum beresonansi dan lirik Legrand mengambil nada-nada yang baru. Di album ini, Legrand telah berhasil meneliti bagaimana waktu telah mengubah pendekatan dari band ini.

Yaitu pendekatan agar lagu-lagu baru mereka tetap terjaga kesegarannya sehingga memiliki estetika yang begitu dekat. Ia mampu membawa melankolis yang sedih ke dalam setiap lagunya. Alhasil, musik mereka mampu menyentuh alam bawah sadar dengan sangat baik.

Meski halus, pergeseran suara Legrand tetap terdengar die hard. Beach House memang bukanlah sebuah band yang memiliki banyak minat terhadap perubahan fundamental dari album ke album. Mereka membuat standar mereka sendiri, yaitu musik mereka adalah tentang warna, energi dan emosi.

beach house

Beach House performing live in July 2012 | Wikipedia

Album ini terinspirasi oleh prioritas yang merasa ada hubungannya dengan berlalunya waktu. Lagu-lagunya terstruktur di sekitar melodi dan beberapa instrumennya. Meskipun drumnya memainkan peran yang jauh lebih rendah. Secara musikal, jarang sekali menemukan band yang lebih suram dari Beach House.

“Depression Cherry” adalah warna, tempat, perasaan, energi yang menggambarkan pergerakan melalui perjalanan variasi eksistensi tanpa akhir. Album ini adalah contoh yang luar biasa dari kekuatan musik Beach House. Legrand dan Alex Scally telah bekerja sama dengan mulus untuk menjadi salah satu band indie rock paling konsisten.

Sejak debut album self-titled yang luar biasa pada 2006, selalu menarik untuk melihat apa yang dilakukan Beach House. Sampai pada akhirnya mereka menjadi salah satu band yang terus merilis album tanpa penurunan kualitas. Kompleksitas dari kombinasi Legrand dan Scally jugalah yang membuat pencapaian “Depression Cherry” merupakan album dari Beach House yang terbaik hingga saat ini.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect