Connect with us
avatar remastered 2022

Film

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Masih relevan melalui premis dan hadirkan visual lebih memanjakan untuk penonton masa kini dalam versi remaster.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Bagi penikmat sinema, James Cameron merupakan salah satu nama di balik hadirnya ‘Titanic’ yang legendaris. Selain itu, sineas ini beberapa kali menghadirkan berbagai film dengan torehan pada puncak box office dunia. Termasuk di antaranya adalah ‘Avatar’, film terlaris sepanjang kariernya yang September ini dihadirkan kembali ke bioskop setelah 13 tahun sejak perilisan perdananya.

‘Avatar’ merupakan film fiksi ilmiah dari 20th Century Fox yang diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh James Cameron. Hadir dengan nama-nama ternama dari Hollywood seperti Sam Worthington, Zoe Saldana, Stephen Lang, hingga Sigourney Weaver, film ini membawa penonton dalam kisah Jake Sully, tentara veteran yang tergabung dalam eksperimen Avatar dan ditugaskan menyusup ke dalam peradaban Na’Vi di tanah Pandora. Akan tetapi, tentara yang lumpuh kakinya ini dihadapkan pada dua pilihan, yakni menyelesaikan misinya atau menjaga kesucian Pandora yang mulai terkikis karena ulah para manusia.

Masih relevan melalui premis dan hadirkan visual lebih memanjakan untuk penonton masa kini dalam versi remaster.

Secara premis, versi remaster dari ‘Avatar’ ini tetap hadirkan cerita yang sama. Bagi yang sudah pernah menontonnya, film terlaris James Cameron ini hampir tak menawarkan hal baru di dalamnya. Karena telah berusia lebih dari satu dekade, premis yang disuguhkan terasa sangat usang mengenai karakter semacam mata-mata yang akhirnya berpihak pada kubu baru. Namun, film yang rilis 2009 ini dapat menjadi semacam pengantar menarik sembari menyambut hadirnya ‘Avatar: The Way of Water’ pada Desember mendatang, membuatnya secara spesifik ditujukan bagi penonton yang belum menikmati film tersebut sebelumnya.

Meski hadir dengan premis usang, rupanya pesan yang disuguhkan oleh James Cameron melalui ‘Avatar’ ini masih terasa sangat relevan di masa kini. Tentang bagaimana kapitalisme-kolonialismenya ditampilkan sangat kental di dalamnya melalui hadirnya megakorporat yang ingin memonopoli resource dari planet lain.

Tak hanya itu, persepsi kaum indigenous terhadap outsider dan sebaliknya juga ditampilkan dengan baik, menghadirkan kesan rebellion yang kuat utamanya pada klimaks dari film ini.

Hadir dengan segudang nama populer di industri sinema Hollywood, deretan cast-nya dapat tampil menawan dalam representasinya. Sam Worthington dan Zoe Saldana dengan lihai membawakan karakter Jake Sully dan Neytiri seiring durasi ‘Avatar’ yang hampir mencapai tiga jam. Tak hanya itu, kepiawaian Sigourney Weaver, Stephen Lang, dan Giovanni Ribisi sukses mewarnai film science fiction ini secara lebih dalam melalui peran mereka masing-masing.

Sebagai remaster, ‘Avatar’ tentu saja menyuguhkan teknis yang disesuaikan dengan standar sinema masa kini. Salah satu yang paling kentara adalah hadirnya visual dengan resolusi lebih tinggi dan penggunaan teknologi High Dynamic Range (HDR) yang membuat warna dalam berbagai scene-nya tampak lebih bernyawa.

Hal tersebut didukung pula dengan konversi beberapa adegan melalui framerate yang hampir mencapai 60 frames per second, memberikan sensasi sinematik lebih halus. Tak hanya itu, pemakaian teknologi IMAX dan Dolby Atmos juga menjadikan pengalaman menonton film ini di bioskop tetap menggugah, terutama bagi penonton yang belum pernah menyaksikan film fiksi ilmiah tersebut sebelumnya.

Pada akhirnya, ‘Avatar’ memberikan pengalaman terkini bagi penonton baru dalam versi remaster ini, seperti visual lebih menggugah dan audio penuh gelegar di tengah megahnya Pandora. Meski tak menawarkan hal baru dalam segi penceritaan, film terlaris James Cameron ini dapat menjadi pijakan perdana sebelum menyaksikan ‘Avatar: The Way of Water’ yang hadir September mendatang

The Wonder The Wonder

The Wonder Review: Premis Sederhana yang Melebihi Ekspektasi

Film

avatar 2 avatar 2

Film & Serial Terbaru Desember 2022

Cultura Lists

The Guardians of the Galaxy Holiday Special The Guardians of the Galaxy Holiday Special

The Guardians of the Galaxy Holiday Special Review

Film

Unicorn Store Review Unicorn Store Review

Unicorn Store Review: Sulitnya Jadi Orang Dewasa dengan Optimisme

Film

Connect