Connect with us
Army of Thieves Review
Netflix

Film

Army of Thieves Review: Awal Mula Kisah Ludwig Dieter

Prekuel dengan visual yang memanjakan mata, serta premis cerita yang sederhana namun menarik.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sukses dengan Army of the Death (2021), Zack Snyder latas membuat prekuel bertajuk Army of Thieves (2021). Tak seperti film sebelumnya, prekuel tersebut disutradarai langsung oleh aktor Matthias Schweighofer.

Film ini sendiri berfokus pada kisah masa lalu tokoh yang diperankan Matthias Schweighofer, Ludwig Dieter. Di film ini, kita akan mengenal lebih dekat sosok Ludwig. Mulai dari nama aslinya, tempat tinggal, pekerjaan lamanya, sampai bagaimana ia berhasil membobol 3 dari 4 brankas super Hans Wagner.

Visual yang Memanjakan Mata

Visual adalah hal paling menonjol di film ini. Sedari awal film ini diputar, kita disuguhkan visual dengan tone warna yang lembut, serta color grading yang sedikit kebiruan. Tone dan color grading yang tersaji di film ini sangat pas, sehingga membuat mata kita nyaman untuk melihatnya.

Pengambilan gambarnya juga sangat baik, banyak terlihat keindahan sejumlah latar tempat yang memukau. Mulai dari bangunan-bangunan di Jerman tempat Ludwig Dieter berasal, sampai tempat 3 brankas super Hans Wagner yang berhasil ia bobol. Penggunaan efek CGI dan animasi memperkaya aspek visual film ini.

Army of Thieves

Netflix

Premis Cerita yang Sederhana Namun Menarik

Sebetulnya, premis cerita yang disajikan “Army of Thieves” sangat simpel. Hanya berkisah tentang seseorang yang passionate akan sesuatu, lalu mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan passion-nya. Namun, Zack Snyder berhasil mengolah premis itu jadi lebih menarik dan tentu saja tidak klise. Hal itu bisa dilihat bagaimana Zack memilih brankas karya Hans Wagner sebagai hal yang paling passionate bagi tokoh utamanya, Ludwig Dieter.

“Army of Thieves” memakai alur maju-mundur dengan beberapa flashback di beberapa scene. Flashback-nya sendiri ditempatkan secara mulus, sehingga tidak merusak alur film secara keseluruhan.

Army of Thieves Review

Netflix

Matthias Schweighofer dan Nathaniel Emanuel Saling Melengkapi, Ruby O Fee Mencuri Hati

Dari segi akting, Matthias Schweighofer mampu memerankan sosok Ludwig Dieter secara optimal. Aktor yang juga sutradara untuk “Army of Thieves” itu mampu mengeluarkan karakteristik Ludwig Dieter yang kikuk, gampang cemas, serta punya passion yang besar terhadap 4 brankas super Hans Wagner.

Nathaniel Emanuel tampil natural selama memerankan Gwendoline di “Army of Thieves”. Nathaniel juga mampu menjalin chemistry yang baik dengan Matthias Schweighofer.

Di awal film, Ludwig Dieter menjelaskan kalau Gwendoline adalah sosok yang telah mengubah hidupnya. Namun, lewat chemistry Matthias dan Nathaniel, Ludwig dan Gwendoline sebetulnya saling melengkapi.

Ludwig Dieter yang diperankan Matthias berhasil menyuntikkan sisi passionate-nya kepada Gwendoline. Sedangkan Gwendoline yang diperankan Nathaniel mampu membuat Ludwig jadi sosok yang lebih berani dan tenang.

Di ranah supporting role, Ruby O. Fee mampu mencuri hati lewat perannya sebagai Korina Dominguez. Korina sendiri merupakan sosok gadis yang berwajah manis, cerdik, dan agak childish. Sayangnya, Zack Snyder selaku penulis naskah kurang memberi informasi yang sedikit lebih detail soal sosok Korina.

Para supporting role lainnya di “Army of Thief” tampil cukup aman. Walau sayangnya tidak memberi kesan yang mendalam.

Secara keseluruhan, “Army of Thieves” berhasil menjadi prekuel yang baik dan layak ditonton. Aspek visual yang memanjakan mata, serta premis cerita yang sederhana namun menarik menjadi aspek kunci mengapa film ini layak ditonton.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect